MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Berbaikan


__ADS_3

"Setelah kami putus, aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya. Aku tidak tau apakah dia bahagia atau tidak dengan pasangannya sekarang," ucap Dave lagi.


"Sudahlah, tidak perlu kau mengungkit-ungkitnya lagi. Aku sudah melupakannya dan hanya mencintai istriku Dinda. Tapi kau harus ingat, sampai sekarang pun aku tidak pernah melupakan kejadian waktu itu," ucap Dave lalu berdiri ingin pergi.


Dandi memijit pangkal hidungnya. Dia tau kejadian apa yang dimaksud Dave padanya. Apa lagi kalau bukan kejadian saat dikamar waktu itu dan Dave memergokinya.


"Aku tidak memperkosanya!" ucap Dandi sedikit frustasi. Dia juga sangat trauma dengan kejadian itu.


Dave membalikkan tubuhnya menghadap Dandi yang masih menunduk. "Apa kata-katamu bisa dipercaya? kau tidak memperkosanya? lalu kenapa saat itu kau... " Dave menggantungkan ucapannya saat mengenang lagi bagaimana kondisi Naomi saat dia memergoki Dandi memperkosanya.


"Itu tidak seperti yang kau lihat!" ucap Dandi lagi. Dia ingin meyakinkan Dave jika apa yang dilihatnya dan dikatakan Naomi pada saat itu tidaklah benar-benar terjadi.


"Lalu kenapa kau ada disana saat itu?" tanya Dave lagi.


"Aku kesana semuanya demimu. Aku hanya ingin membuktikan denganmu jika Naomi bukanlah wanita baik-baik. Tapi nyatanya semuanya gagal dan kau malah menuduhku memperkosanya." ucap Dandi sedih.


"Aku tidak menuduhmu, aku mendengarkan langsung Naomi mengatakannya," sambung Dave.


"Apa kau sebegitu percayanya kau dengannya hingga begitu cepat menuduhku?" tanya Dandi kembali. "Aku tidak percaya kau putus dengannya hanya karena dia dijodohkan dengan laki-laki lain." sambung Dandi.


Dave tertunduk, apa yang dikatakan Dandi memang benar . Dia putus dengan Naomi bukan karena Naomi dijodohkan dengan laki-laki lain melainkan karena dia mendapati Naomi selingkuh dan bercumbu dengan laki-laki lain. Setelah kejadian itu, dia sering melihat Naomi masuk ketempat itu lagi. Tapi sampai sekarang, dia masih tetap percaya dengan kata-kata Naomi jika Dandi sudah memperkosanya.


"Kau sudah mengakuinya kan jika Naomi bukan wanita baik-baik?" tanya Dandi.


Iya, aku mengakuinya jika Naomi bukanlah wanita baik-baik. Dan aku juga sangat menyesal pernah mencintainya.


"Apakah kau juga percaya jika aku yang memperkosanya?" tanya Dandi lagi.


Dia ingin menuntaskan kesalahpahaman Dave kepadanya selama ini.


"Entahlah, tapi kejadian itu masih selalu aku ingat." balas Dave.

__ADS_1


"Baiklah, itu terserah kau mau percaya atau tidak. Aku sama sekali tidak memperkosanya dan dialah yang menggodaku." cerita Dandi lagi.


"Maksudnya?" tanya Dave. Kali ini dia pula yang dibuat bingung dan ingin mendengar penjelasan Dandi.


"Waktu itu aku tidak sengaja melihatanya bersama laki-laki masuk kekamar. Aku mengikutinya dan tetap berdiri diluar kamar. Hingga laki-laki itu keluar, aku buru-buru masuk ingin memastikan keadaannya."


"Saat aku masuk, dia sama sekali tidak memakai sehelai benang pun dan membuat aku bernafsu. Dia tau aku tersulut nafsu dan dia mulai menggodaku. Dia yang menarik ku hingga aku jatuh menindihnya. Hingga pada saat itu kau datang. Dia menuduhku memperkosanya dan kau malah percaya."


"Tidak mungkin kau bisa menahannya sedangkan saat itu kau sangat bernafsu." ucap Dave yang masih tidak percaya.


"Benar, aku memang bernafsu pada saat itu. Tapi aku langsung teringat dengan Dinda. Bisa saja aku melakukanya, apa lagi Naomi juga dengan senang hati menerimanya. Tapi aku ingat masih punya dua wanita yang harus aku lindungi. Bagaimana nanti jika dua wanita yang aku sayangi mendapatkan hal yang sama. Sebelum hal itu terjadi, maka aku harus mengontrolnya." ucap Dandi.


"Lalu kenapa kau bisa mabuk-mabukan dan berjudi ditempatku?" tanya Dave lagi saat mengingat banyaknya utang Dandi yang masih belum dibayar hingga saat ini.


"Kau tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangi?" Dave menggeleng, dia belum merasakan semua itu. Hanya saja dia kehilangan sahabat yang dulunya juga pernah berselingkuh dengan pacarnya pada saat itu. Tapi rasa kehilangannya tidak sedalam itu.


"Aku kehilangan orang tua, kehilangan harta dan kehilangan cinta pertamaku. Setelah kejadian itu, semua orang menganggap ku sebagai laki-laki tidak berguna. Aku stres dan kehilangan semangat untuk hidup. Hanya ditempat kotor itu aku bisa melepas semua bebanku. Tapi aku salah, aku kembali masuk ke lubang yang salah. Aku kembali kehilangan orang yang aku sayangi untuk kesekian kalinya. Hingga akhirnya aku sadar dan melupakan semua masa lalu ku yang kelam itu."


Disepanjang Dandi bercerita, Dave hanya tertunduk dan mendengar dengan seksama. Timbul rasa penyesalan dan iba dengan kehidupan Dandi dan Dinda dimasa lalu. Dia juga sudah membuat kehidupan Dandi dan Dinda hancur.


"Menepuk-nepuk punggung Dandi untuk menenangkan. "Aku tau kau kecewa denganku. Aku minta maaf karena sudah salah menganggapmu selama ini," ucap Dave menyesal.


"Aku juga minta maaf atas perlakuanku terhadapmu dan Dinda selama ini. Aku sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan kalian. Aku minta maaf!" pinta Dave lagi. Dia begitu sangat menyesal dan sangat menyesal. Kini dia berjanji akan berubah demi masa depan nya dan demi Dinda wanita yang dicintainya.


"Sebelum kau minta maaf, aku sudah memaafkanmu," ucap Dandi. "Kita sekarang keluarga dan tidak baik jika saling bermusuhan. Biarlah itu menjadi masa lalu." sambung Dandi.


Dave pun memeluk Dandi. Dia tidak bisa menahan haru. Dia sudah salah menilai Dandi dan begitu sangat menyesalinya.


Dinda yang duduk diruang tamu dan mendengar pembicaraan mereka juga tidak bisa menahan air matanya. Dia begitu sangat bahagia dua sahabat yang dulu pernah musuhan kini kembali baikan. Kini kehidupannya akan kembali sempurna dan bahagia. Ditemani dua laki-laki yang sangat disayanginya.


Hari semakin malam, mereka kembali masuk kekamar masing-masing.

__ADS_1


Dave dan Dinda sudah berada di satu kasur. Duduk menyender di sandaran kasur dan menyelimuti tubuh mereka.


"Kenapa kamu senyum-senyum?" tanya Dave heran. Sedari tadi Dinda selalu melemparkan senyuman kepadanya.


Dinda menatap dan masih memberi senyuman. "Dinda bahagia kak," ucap Dinda dan membuat Dave sedikit bingung. Bahagia apa maksudnya? bukankah dia sudah bahagia?


"Kamu bahagia mendapatkan suami yang tampan ini?" balas Dave percaya diri.


Dinda menggeleng dan membuat Dave sedikit kecewa. "Lalu?" tanya Dave menyelidik.


"Dinda bahagia karena kakak dan Dandi sudah tidak musuhan lagi." balas Dinda.


Oh jadi dia senyum-senyum karena sudah tau jika aku dan Dandi sudah baikan?


"Kamu bahagia jika aku dan Dandi baikan?" tanya Dave mengulang dan dibalas anggukan oleh Dinda.


"Baiklah, sekarang giliran aku dan kamu yang bahagia," ucap Dave sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Dinda.


Jantung Dinda berdetak kencang. "Maksud kakak?" tanya Dinda yang gugup.


"Ayo kita lanjutkan kegiatan kita yang tertunda tadi sore," ucap Dave.


Kini jari tangan nya sudah menjajahi seluruh area tubuh Dinda. Kali ini dia tidak ingin lagi gagal.


Dia mulai kembali mencumbu tubuh Dinda dan kembali meninggalkan tanda kepemilikan di semua area. Baik itu leher, dada dan bahkan **** *****.


"Kak, sakit!" ucap Dinda saat Dave menghisap dan menggigit area payudaranya.


Dave tidak menghiraukan dan masih tetap melanjutkan aktifitasnya. Hingga akhirnya Dave berhasil menyatukan cinta mereka. Suara desahan kian saling sahut sahutan dimalam penuh cinta.


Ditempat lain, Dandi dengan tidak tenangnya menutupi wajah dan telinganya dengan bantal tidur. Suara dikamar sebelah sangat mengganggu ketenangannya dan membuatnya tidak bisa tidur sama sekali. Setiap akan memejamkan mata, suara tersebut kian lantang terdengar.

__ADS_1


__ADS_2