MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Ungkapan Isi Hati


__ADS_3

"Kamu nggak bercanda kan Dandi? Apa mungkin telingaku yang lagi bermasalah?" ucap Nazumi yang masih tidak percaya.


Dandi tersenyum, menggelengkan kepala menyanggah ucapan Nazumi. "Telinga kamu masih normal koq. Aku serius kangen sama kamu." ucap Dandi lagi.


Nazumi seketika mematung menatap Dandi yang senyam senyum dengan tingkah absurdnya.


Apa Dandi sudah mulai mencintaiku? Apa cintaku terbalaskan? Tapi bagaimana bisa?


"Apa kamu menghindari ku selama ini?" tanya Dandi.


Nazumi diam. Memang benar dia menghindari Dandi untuk beberapa hari ini. Dia ingin melupakan Dandi. Tapi nyatanya hingga sekarang pun masih belum bisa dia lakukan.


"Aku tidak ingin sakit hati. Aku menghindarimu untuk cepat melupakanmu." balas Nazumi yang sudah berkaca-kaca.


Dandi tersenyum. Dia bangkit dan menghampiri Nazumi yang masih berdiri. Dipeluknya tubuh mungil Nazumi dengan sangat erat. "Aku mencintaimu! Jangan pernah lagi menghindari ku." ucap Dandi.


Nazumi masih mematung dan mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut Dandi.


Dandi yang merasa tidak ada respon dari Nazumi langsung melepaskan pelukannya. "Kenapa kamu diam?" tanya Dandi penasaran.


Bukannya membuka suara, Nazumi malah menangis dan membuat Dandi panik.


Kenapa dia menangis? Padahal aku tidak melakukan hal-hal aneh terhadapnya. Apa dia marah saat aku memeluknya tanpa izin?


"Maaf Nazumi, aku tidak bermaksud," ucap Dandi yang mulai panik. Bisa-bisanya dia membuat seorang perempuan menangis. Bagaimana kalau seisi kantor tau? Bisa-bisa dia langsung dibantai.


Dandi sedikit kaget saat Nazumi tiba-tiba memeluknya. Bukannya tadi dia menangis? Lalu kenpa sekarang malah memeluknya kembali? Lalu untuk apa dia menangis?


"Kamu kenapa Nazumi?" tanya Dandi. Kini dia yang bingung.


"Aku bahagia Dandi." balas Nazumi cepat.


"Lalu kenapa kau menangis?" tanya Dandi heran.


"Aku menangis karena bahagia. Akhirnya cintaku sudah tidak bertepuk sebelah tangan." balas Nazumi.


"Terima kasih Dandi karena kau sudah mau menerima ku." ucap Nazumi saat melepaskan pelukannya.


Dandi tersenyum. Hatinya sangat bahagia sekarang karena sudah bisa mengatakan isi hatinya yang sesungguhnya.


Saat itu, matanya Dandi menatap bibir mungil Nazumi. Ingin sekali mencium bibir itu, namun dia masih takut. Apa tidak terlalu cepat mendapatkannya? Apalagi dia tidak pernah berciuman dengan wanita manapun. Bahkan dengan Naomi pun tidak pernah.

__ADS_1


Nazumi yang melihat sangat paham arti tatapan itu seketika tersenyum. Kini dialah yang dulu menciumi Dandi. Ciuman yang tadinya canggung kini menjadi sangat lembut dan dalam.


Akhirnya, Dandi merasakan ciuman pertama dengan orang yang dicintainya.


Dari balik pintu, Riko yang tanpa sengaja melihat hanya menghembuskan nafas panjang. Nyatanya dia tidak bisa mendapatkan cinta Nazumi. Malah Nazumi takluk oleh seorang Dandi.yang merupakan bawahannya.


Tidak ada dendam atau ingin merebut Nazumi dari Dandi. Dia hanya merasa bahagia saja walau cintanya tidak terbalaskan.


Setelah adegan ciuman selesai, mereka masih tampak canggung satu sama lain. Terlebih lagi Dandi. Nafasnya terasa ngos-ngosan seperti dikejar serigala.


"Ayo kerja," ucap Nazumi mencairkan suasana canggung. Sebentar lagi sudah waktunya untuk mulai bekerja karena waktu istirahat sudah hampir habis.


"Iya, kamu semangat juga kerjanya." balas Dandi tersenyum.


Dandi pun akhirnya keluar dari ruangan Nazumi dengan raut wajah bahagia. Dia tidak boleh berlama-lama didalam sana. Walaupun sebenarnya dia sangat ingin berlama-lama lagi bersama Nazumi. Tapi itu tidak bisa karena masih berada ditempat kerja. Para karyawan yang lalu-lalang didepan ruangan Nazumi pun menatap Dandi dengan sedikit aneh. Apalagi selama Dandi bekerja di Bank tersebut, Sangat jarang sekali Dandi tersenyum. Bisa jadi ini merupakan senyuman yang oertama kali mereka lihat. Biasanya hanya senyum kecut saja.


"Kenapa dia senyum-senyum?"


"Kenapa Dandi ke ruangan direktur?"


"Apa dia dinaikkan pangkat lagi?"


Itulah dugaan-dugaan yang disampaikan oleh karyawan-karyawan lain. Syukurlah jika tidak ada hal-hal aneh yang diceritakan mereka.


Saat Dandi akan masuk ke ruangan nya, dia tiba-tiba dipanggil oleh seseorang. Yang tak lain adalah Riko atasannya sekaligus manager Bank.


"Ada apa pak Riko?" tanya Dandi sopan. Bagaimanapun Riko adalah atasannya dan harus berbicara layaknya bawahan kepada atasan.


"Bisa ikut saya sebentar?" ucap Riko dan dibalas anggukan oleh Dandi.


Riko membawa Dandi ditempat yang agak sepi. Riko membawanya di bagian gudang penyimpanan barang. Dandi hanya menyengitkan dahi sedikit aneh. Untuk apa dia membanyanya ketempat ini jika ingin berbicara? Apa pembahasannya sangat penting hingga tidak boleh ada orang lain yang tau?


"Kenapa bapak membawa saya kesini?" tanya Dandi heran.


"Ada yang ingin saya sampaikan." balas Riko.


"Apa pak? Apa yang ingin bapak bicarakan dengan saya?" tanya Dandi kembali.


Riko melihat sekeliling. Saat rasanya aman dan tidak ada yang berlalu lalang barulah dia berbicara. "Jaga Nazumi baik-baik." ucap Riko dan membuat Dandi kaget.


Kenapa dia berkata seperti itu? Apa dia tau hubunganku dengan Nazumi?

__ADS_1


"Maksud bapak?" tanya Dandi heran.


"Aku sudah melihatnya tadi," balas Riko.


Ada rasa sedikit malu karena sudah kepergok berciuman dengan Nazumi. Kenapa tadi dia tidak mengunci pintu saja saat masuk ke ruangan Nazumi. Mau taruh dimana mukanya kalau begini jadinya. Berciuman ditempat kerja dengan atasan pula.


Dandi menunduk malu dan merasa sangat bersalah. "Maaf pak," ucap Dandi.


"Tidak perlu minta maaf. Lagi pula tadi masih waktu istirahat. Aku hanya ingin kau menjaganya." ucap Riko lagi.


Sebenarnya Dandi sangat penasaran kenapa atasannya itu bisa berkata seperti itu. Apa juga tujuannya mengatakan itu? Bukankah ini hal pribadinya dengan Nazumi?


Riko menghembuskan nafas panjang. "Aku mundur," ucap Riko dan membuat Dandi semakin penasaran.


"Maksud bapak gimana? Saya sama sekali tidak mengerti." tanya Dandi lagi.


"Aku menyukai Nazumi saat pertama dia mnjabat sebagai direktur. Tapi nyatanya cintaku smaa sekali tidak terbalas. Dia memilihmu." jelas Riko.


Ada rasa sedikit bersalah terhadap atasannya tersebut. Walaupun dia menang mendapatkan hati Nazumi, tapi ada rasa kasihan karena atasannya itu sudah kalah telak darinya.


Tapi tunggu, bagaimana kalau dia berusaha merebut Nazumi dariku? Aku bisa apa? Dia atasanku sedangkan aku hanya bawahannya. Tentu aku akan kalah darinya.


"Aku tidak akan merebut Nazumi darimu." ucap Riko. Dia tau apa yang sedang di fikirkan Dandi.


Ah syukurlah!


"Bukankah tadi aku bilang aku mundur? Itu artinya aku tidak akan lagi mengejar Nazumi dan aku sudah mengikhlaskannya bersama kamu." ucap Riko lagi.


"Terima kasih pak. Saya akan menjaga Nazumi dengan baik." yakin Dandi. Dia tidak ingin kehilangan Nazumi. Kini hatinya sudah yakin hanya untuk Nazumi seorang.


Tanpa sepengetahuan mereka, ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka. Hingga akhirnya gosip kedekatan Nazumi dan Dandi tersebar luas.


"Aku fikir, Dandi orang yang setia. Nyatanya dia berselingkuh dengan direktur janda gila itu." ucap mereka yang sudah mulai bergosip.


"Iya, padahal Dandi sangat kalem dan jarang bicara. Tapi dia malah tergoda dengan Nazumi."


"Bagaimana jika istrinya tau kalau suaminya berselingkuh dengan atasannya?"


"Dasar janda gatal."


Sumpah serapah tak habis-habis mereka sebutkan. Semua tertuju hanya untuk Nazumi. Karena mereka semua tau jika sekarang Nazumi berstatus janda.

__ADS_1


__ADS_2