
"Itu kan Naomi? sedang apa dia disana?" ucap Dandi saat mendapati Naomi memasuki sebuah tempat yang agak tertutup.
Karena penasaran, dia mengikuti dan mencoba untuk masuk kesana.
"Sila tunjukkan KTP." ucap pria berbadan kekar yang bertugas sebagai penjaga pintu.
KTP? dia sama sekali belum memilikinya seperti kedua orang tuanya dan Dave. Dia hanya memiliki KP saja. "Maaf bang, aku belum punya KTP," balas Dandi.
"Kalau nggak punya KTP bagaimana kami bisa tau kalau kamu masih dibawah umur atau nggak. Disini yang boleh masuk umur 20 tahun keatas." ucap pria kekar tersebut.
Kenapa harus 20 keatas sih yang boleh masuk? emang ini tempat apa?
"Aku masih 17 tahun bang. Apa nggak boleh masuk? aku sudah dewasa koq bang," ucap Dandi lagi.
"Kamu dibawah umur. Disini hanya untuk orang yang sudah dewasa. Belum waktunya kamu bisa merasakan dunia orang dewasa. Sekarang pulanglah!" suruh pria tersebut.
"Tapi pacar saya ada didalam. Saya mau mengajaknya pulang." balas Dandi berbohong. Mungkin saja dengan mengatakan jika pacarnya ada didalam maka dia akan diizinkan untuk masuk.
"Pacar? pacar kamu lebih tua dari kamu gitu? sudahlah, kalau pacarmu berani datang kesini berarti dia tidak pantas untukmu. Pulang sana!" usir pria itu lagi.
Dandi yang tidak mengerti maksud yang dikatakan pria tersebut pun hanya bisa menurut. Dia akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Kenapa abang itu ngomong begitu? ada apa dengan tempat itu? apa itu tempat yang tidak baik? lalu kenapa Naomi masuk?. Batin Dandi terus menanyakan rasa penasarannya. Dia sama sekali belum pernah memasuki tempat itu. Dia hanya sering melihat orang-orang masuk disana tanpa tau bagaimana isi didalamnya.
Semenjak dia memergoki Naomi memasuki tempat tersebut, dia selalu menjadi mata-mata Naomi dan sering mendapati Naomi masuk kesana. Sungguh ingin rasanya dia masuk kesana dan ingin mengetahui apa yang dilakukan Naomi didalam sana.
Sudah hampir seminggu Dave tidak menghubunginya. Begitupun dengannya yang belum bisa menghubunginya. Hari ini Dave sudah kembali dari study nya.
"Hallo?" sapa Dandi saat Dave menelponnya.
"Kamu dimana? abang udah pulang ini," ucap Dave.
"Aku dirumah bang. Kenapa bang?" tanya Dandi.
"Abang jemput ya. Kamu udah pulang sekolah kan?" tanya Dave lagi.
"Udah bang," balas Dandi.
"Yaudah 10 menit lagi abang jemput. Buruan ya! ucap Dave lalu mematikan telponnya.
Dandi kemudian bersiap-siap. Kebetulan dia sudah mandi saat pulang sekolah tadi.
Suara klakson yang menandakan Dave sudah berada dijalan. Dengan cepat Dandi keluar setelah tadi berpamitan dengan bundanya.
Dave langsung membuka pintu dan masuk. "Mau kemana kita bang?" tanya Dandi penasaran. Saat Dave menelponnya, Dave sama sekali tidak memberitahu kemana dia akan dibawa.
"Main PS kita." balas Dave enteng.
Dandi hanya membalas anggukan. Selain membaca buku, dia juga menyukai game. Apalagi game online yang sering dimainkannya di warnet.
__ADS_1
"Abang udah jadian sama Naomi." ucap Dave tiba-tiba dan membuat Dandi sedikit kaget.
"Apa? kapan?" tanya Dandi penasaran. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja Dave mengatakan sudah jadian dengan Naomi. Rasanya baru kemaren Dave mengatakan jika dia dan Naomi belum memiliki hubungan spesial.
"Seminggu yang lalu." balas Dave sambil tersenyum.
Akhirnya aku kalah dan menelan kepahitan.
"Berarti..." ucap Dandi menggantung.
"Iya, abang jadian saat abang akan berangkat study. Kenapa?" tanya Dave.
"Enggak ada apa-apa bang. Semoga kalian bahagia dan jaga Naomi baik-baik. Aku mengaku kalah dan tidak akan mengganggu hubungan kalian." ucap Dandi sedikit menahan kesedihan. Apalagi orang yang dicintainya lebih memilih laki-laki lain.
"Gitu dong, itu baru jiwa laki-laki." sambung Dave.
Hampir 4 jam mereka berada di warnet. Bermain game membuat mereka tidak ingat waktu.
"Bang, sepertinya udah malam ini. Ayo pulang," ajak Dandi khawatir. Ternyata dunia game membuatnya lupa untuk pulang. Apalagi hari sudah malam.
"Jam berapa emangnya?" tanya Dave yang masih asyik bermain game.
Melirik jam tangannya. "Udah mau jam 9 Bang. Ayo pulang," ajak Dandi lagi.
Tidak lama kemudian ponsel Dandi berdering. Dilihatnya di layar nomor Bundanya yang sedang memanggil. Mati aku, gara-gara keasyikan aku jadi lupa buat pulang. Semoga bunda sama ayah nggak marah.
"Hallo bun," ucap Dandi takut-takut.
Koq bunda nanya aku dirumah sih?
"Kenapa bun?" Dandi balik bertanya.
"Bunda, ayah sama Dinda mungkin pulang agak malam. Pintu samping jangan dikunci dulu ya!" balas bunda.
Bunda, ayah dan Dinda nggak ada dirumah? itu berarti rumah kosong dan aku selamat?
"Emang bunda pergi kemana?" tanya Dandi penasaran.
"Lho, bukannya bunda udah ngirim pesan sama kamu? tadi siang bunda telpon nggak diangkat-angkat. Emang pesan bunda belum dibaca ya?" tanya bunda.
"Iya bun, hati-hati pulangnya nanti." ucap Dandi mengalihkan pembicaraan. Dia tidak ingin orang tuanya khawatir dan tau jika dia masih di warnet.
"Yaudah ya, bunda tutup." ucap bunda lalu panggilan pun terputus.
Dandi segera mengecek ponselnya. Benar saja, begitu banyak panggilan tidak terjawab dari kedua orang tuanya. Dia lalu membuka pesan yang sudah dikirim bunda kepadanya.
Bunda sayang💝
16: 46 PM
__ADS_1
Dandi, kamu dimana nak? bunda telpon koq nggak diangkat-angkat?. Bunda sama ayah pergi kerumah tantemu. Dinda juga ikut. Tadinya kita mau bawa kamu, tapi kamu sudah keluar. Nanti jangan pulang malam-malam ya nak. Kalau lapar, makanan sudah bunda taruh didalam lembari ya. Bunda sayang Dandi💖.
"Ah, untung bunda nggak dirumah." ucap Dandi seakan sangat bersyukur. Jika tidak maka siap-siap lah dia akan diceramahi oleh kedua orang tuanya.
"Yessssssss," ucap Dave yang baru memenangkan permainan. "Yaudah ayo kita pergi. Abang udah bosan," sambung Dave sembari memberes-beres barang-barang nya dan beranjak dari tempat tersebut.
Setelah tadi Dave membayar sesuai waktu main game, akhirnya mereka pun kembali lagi dalam mobil yang terparkir dipinggir jalan.
"Kamu lapar nggak?" tanya Dave pada Dandi.
Ya lapar lah bang, udah jam berapa ini. Waktu makan malam juga udah telat.
"Ayo kita makan. Abang traktir." ucap Dave. Memang Dave selalu mentraktir Dandi. Baik makanan, minuman ataupun barang-barang mahal lainnya. Walau Dandi tidak pernah memintanya dan terkadang selalu ditolak.
Sesampai di cafe, mereka langsung memesan makanan. Rasanya perut mereka memang sangat lapar. Setelah pesanan sampai, mereka langsung menyantapnya.
"Bang, abang pernah ke Arkanta nggak?" tanya Dandi disela-sela mengunyahnya.
"Arkanta mana?" Dave balik bertanya. Dia juga tidak tau dimana tempat yang dimaksud Dandi.
"Dijalan Sentosa itu Bang, yang nggak jauh dari sekolahku," balas Dandi. Disana terpampang tulisan Arkanta dengan baliho besar dengan gambar wanita memegang ponsel. Kalau dikatakan tempat jualan ponsel, tidak mungkin tempatnya tertutup dan dia dilarang masuk.
Dave menghentikan aktivitas mengunyahnya sejenak. Dia tau tempat yang dimaksudkan Dandi tersebut.
"Kenapa? kamu juga mau masuk kesana?" tanya Dave kembali.
"Pengen sih bang. Aku belum pernah masuk kesana. Tapi kata penjaga itu, aku belum boleh masuk kesana." ucap Dandi sedikit kecewa.
Apa anak ini sudah gila? kalau sudah masuk disana kau akan ketagihan. Tidak tau apa disana sangat keras untuk anak seusiamu.
"Bang, udah pernah belom?" tanya Dandi lagi.
Mengelap mulutnya dengan tisu sembari merapikan piring dan gelas kotor diatas meja. "Pernah lah. Abang sudah cukup umur untuk masuk kesana." balas Dave.
"Emang itu tempat apa sih bang? aku penasaran," ucap Dandi yang memang penasaran.
"Belum waktunya kamu tau. Nanti takutnya kamu kebablasan." balas Dave lagi.
"Maksudnya Bang?" tanya Dandi yang sama sekali tidak paham.
"Beneran kamu mau tau?" tanya Dave kembali dan dibalas anggukan oleh Dandi.
"Disana itu tempat orang mabuk-mabukan. Tempat pesta sex kaya vidio yang abang kasi itu juga ada. Pokoknya disana bebas deh. Kalau ada cewek masuk kesana udah deh, jauhin aja. Udah nggak benar lagi tuh cewek." terang Dave.
Jadi Naomi disana mabuk-mabukan dan melakukan...
"Kenapa?" tanya Dave.
"Nggak ada apa-apa koq Bang." balas Dandi.
__ADS_1
"Beruntung banget Abang bisa ketemu Naomi. Udah baik, setia nggak aneh-aneh lagi. Abang udah nggak pernah kesana lagi semenjak jadian sama Naomi." ucap Dave yang bangga dengan Naomi. Gadis yang sangat dicintainya.
Berarti benar kata abang penjaga tadi. Berarti dia bukan yang terbaik buat aku. Tapi kenapa dia pergi kesana dibelakang Bang Dave? apa yang dicarinya disana? kenapa juga sikap dan tingkahnya berbeda saat dibelakang bang Dave?