MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Pertemuan yang tak Terduga


__ADS_3

Saat ini Dave dan Cindy berada dimobil yang sama. Hanya ada mereka berdua. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya Cindy hanya senyum-senyum sebaliknya Dave hanya diam dan memasang wajah jutek.


"Aku senang loh kamu mau anterin aku pulang." ucap Cindy dan Dave hanya sekilas melihatnya tanpa menjawab.


"Kamu jangan mencoba-mencoba mencari kesempatan sama orangtuaku," ucap Dave disela hening nya didalam mobil.


Cindy hanya memandangi Dave dengan wajah kesal. Ia hanya berusaha agar bisa semakin dekat dengan Dave namun semangat tersebut sudah dipatahkan dengan perkataan Dave barusan.


Jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Dave sampai didepan gerbang apartemen Cindy. Tampak tidak ada siapa-siapa yang berjaga disana karena tempatnya agak sedikit gelap.


"Keluar!" perintah Dave mengusir Cindy dan Cindy sama sekali tidak memperdulikan ucapannya.


"Aku hanya ingin berlama-lama berduaan sama kamu Dave." balas Cindy dengan cemberut.


Dave hanya diam dan tidak tau harus mengatakan apa. Ia tau jika Cindy adalah orang yang sangat pandai memanfaatkan waktu dan momen.


Cindy memandangi wajah Dave dengan senyuman dan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Dave.


Dave yang menyadari kemudian mendorong kambali Cindy dan membuat Cindy kaget.


"Apa-apaan kamu, aku nyuruh kamu keluar. Ayo keluar sekarang!" usir Dave lagi.


Cindy yang tak kehabisan akal terus menerus menggoda Dave dengan cara yang lain pula.


Cindy semakin liar, ia meraba-raba dada Dave hingga kebawah dengan lembut dan pelan.


Dave yang hanya diam tanpa menyadari yang dibawah sama tegang dan ia tersulut nafsu.


Dave dengan cepat membungkam bibir Cindy dengan sangat nafsu dan meraba-raba dada Cindy dengan rakus. Cindy sangat menikmati.


Akhirnya malam yang gelap tersebut menjadi malam yang sangat menyenangkan bagi Cindy. Mereka sangat menikmati malam itu dengan bercinta didalam mobil.


Saat sedang asyik memaju dan memundurkan miliknya kedalam milik Cindy, ponselnya berdering dan membuat kegiatan tersebut terhenti.


Dave segera menjawab panggilan tersebut karena yang memanggil adalah Kikan.


"Hallo ma, Dave nggak menyuruhnya turun dijalan koq ma. Kami hanya jalan-jalan sebentar." ucap Dave dan kemudian menutup panggilan tersebut.


Dave dan Cindy kembali melanjutkan kegiatan yang tertunda. Ia semakin liar dan bernafsu hingga akhirnya mereka sama-sama tidak berdaya.


Keesokan hari

__ADS_1


Pagi itu seperti biasa Dinda menyiapkan sarapan.


"Dinda." sapa Dion saat bersiap-siap berangkat kerja.


Ia memutuskan untuk kembali bekerja setelah beberapa waktu libur. Sangat tidak enakan jika hanya duduk-duduk santai dirumah.


"Kak Dion, udah mau masuk kerja?" tanya Dinda sambil tersenyum.


"Iya nih, udah lama banget liburnya." jawab Dion kembali.


Saat itu juga Roy dan Kikan datang. Mereka pun duduk di bangku meja seperti biasa untuk menikmati sarapan pagi.


"Kak Dave mana tante?" tanya Dinda penasaran. Sudah beberapa hari ia melewatkan waktu untuk berkenalan dengan anak tertua Kikan.


"Dia masih tidur, sepertinya sangat capek. Biarkan saja dia. Hari ini dia libur". Jawab Kikan dan Dinda membalasnya dengan senyum.


Mereka pun menikmati sarapan pagi dengan makanan enak yang dihidangkan oleh Dinda.


"Oh ya, kamu tinggal sendiri dirumah nggak apa-apa kan Dinda? tante mau bertemu sama teman-teman tante hari ini." tanya Kikan kepada Dinda disela-sela mengunyahnya.


"Nggak apa-apa koq tante, udah biasa Dinda ditinggal sendirian dirumah." balas Dinda tersenyum.


Mereka pun kembali melanjutkan sarapan hingga akhirnya rumah tersebut sepi karena semua sudah meninggalkan rumah untuk bekerja.


"Apa kalian mendengar bos kita baru dibebaskan dari penjara?" tanya salah satu anak buahnya.


"Yang benar saja?Kita tidak tau selama ini." balas temannya.


Selama Dave dipenjara, para anak buahnya sama sekali tidak mengetahui karena Dave tidak pernah memberitahu mereka.


Yang mereka hanya tau, Dave memberi mereka perintah dan mereka menjalankan perintah tersebut dengan baik.


"Bagaimana dengan gadis itu? Apa kalian sudah mencarinya?" tanya ketua tersebut dan dibalas gelengan kepala dari anak buahnya.


Selama ini mereka telah mencari Dinda kemana-mana namun sama sekali tidak pernah menemukannya. Pernah menemukan, namun tidak berhasil ditangkap.


"Aku baru menerima pesan dari Bos. Dia menginginkan Hotel keluarganya tidak digunakan sebagai tempat prostitusi lagi." ucap salah satu anak buahnya saat baru menghampiri ketua mereka.


"Hah bagaimana bisa? Jadi dimana tempat kita akan menjalankannya?" tanya ketua tersebut tidak percaya.


"Bos menyuruh kita mencari hotel lain." jawabnya lagi.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengurusnya." balas ketua tersebut.


Dave sangat tidak ingin lagi jika Hotel keluarganya dijadikan tempat prostitusi. Ia hanya takut memikirkan nasibnya kedepan jika tempat itu dijadikan tempat terselubung diketahui oleh keluarganya.


Walau selama ini Dave sama sekali tidak pernah menyentuh secara langsung dan turun tangan memelainkan hanya menyuruh para suruhannya. Setidaknya ia harus was-was jika namanya terseret atas kepemilikan Kasino dan Hotel keluarganya.


Dave bangun dari tidur nyenyak nya dan melihat kearah jam. Ternyata sudah pukul sebelas. Baru kali ini ia bangun kesiangan.


"Ah, aku kesiangan. Ini pasti karena Cindy." ucap Dave kesal. Karena permainan panas semalaman ia harus bangun kesiangan karena sangat kelelahan.


Dave beranjak dari ranjangnya dan kemudian pergi membersihkan diri.


Di taman belakang, Dinda tampak asyik memperhatikan bunga-bunga yang bermekaran. Dengan begini hatinya bisa menjadi tenang.


"Cantik sekali bunga ini." ucap Dinda sambil memetik bunga tersebut dan kemudian menaruh di daun telinga sebelah kanan.


Dinda tampak senang dengan hal tersebut. Terpancar dari wajahnya yang selalu tersenyum dan tertawa lepas.


Dave turun dari tangga dan menuju kedapur. Perutnya sangat lapar dan ia melihat makanan yang terhidang dengan rapi dimeja makan.


"Ah sangat beruntung sekali, makanannya masih tersedia." ucap Dave dan Dave langsung menyantap makanan yang sudah tersedia dengan sangat lahap karena perutnya sudah tidak tahan menahan lapar.


"Apa anak itu yang memasak semua ini? sepertinya enak juga." ucap Dave disela mengunyahnya.


Sepertinya ia sangat menikmati makanan yang sudah dibuatkan oleh Dinda tersebut tanpa sepengetahuannya.


"Ah kenyang sekali." ucap Dave saat berada di kamar nya.


Ia memutuskan untuk berdiam diri dirumah karena terlalu penat dengan drama masuk penjara yang memuakkan tersebut. Seminggu lamanya ia tidak bisa hidup dengan nyaman saat berada dipenjara tersebut.


Dinda memutuskan untuk masuk karena sudah sangat lama berada di taman belakang tersebut. Ia lalu masuk kedalam dan kemudian menuju ke dapur untuk mengambil minum karena kehausan.


"Apa kakak itu yang memakannya?" tanya Dinda penasaran sambil tersenyum saat melihat makanan yang sudah ia hidangkan habis tidak tersisa.


Ia memutuskan untuk pergi kekamar. Ia menaiki tangga dan berjalan dengan pelan hingga akhirnya sampai didepan pintu kamarnya.


hmm hmmm


Dinda terkejut dan kemudian membalikkan badannya.


Mata Dinda terbelalak saat melihat orang yang berada tepat didepannya memasang wajah tersenyum sinis.

__ADS_1


"Hai, sepertinya aku tidak harus bersusah payah mencarimu lagi." Dave menyeringai dan memegang tangan Dinda dengan kasar dan membuat Dinda kesakitan.


__ADS_2