MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Malam yang menyakitkan


__ADS_3

"Kita mau kemana?" tanya Dave bingung.


"Ke suatu tempat." balas Cindy.


Dave terus melajukan mobilnya hingga sampailah ketempat tujuan yang diarahkan Cindy. Sebuah rumah megah dan indah.


"Rumah siapa ini?" tanya Dave dengan wajah bingung.


Cindy tidak menanggapi pertanyaannya dan hanya memberi sebuah senyuman yang semakin membingungkan Dave.


Dave mengikuti langkah Cindy. Kemudian pintu rumah tersebut terbuka.


"Hy sayang, mama kangen." ucap wanita tua yang tak lain merupakan ibu dari Cindy.


"Cindy juga kangen sama mama, sama papa." ucap Cindy lalu memeluk kedua orang tuanya.


Dave hanya terdiam menyaksikan pertemuan Cindy dan kedua orang tuanya. Ia seperti merasa tidak nyaman dan canggung berada didekat mereka.


"Kamu pacarnya Cindy? wah kamu sangat tampan sekali." ucap mama Cindy lalu mengajak Cindy dan Dave untuk masuk.


Apa-apan Cindy, apa maksudnya dia membawaku menemui orangtuanya?


Gumam Dave.


Cindy hanya tersenyum melihat tingkah Dave yang tidak seperti biasanya. Lebih banyak diam dan tidak banyak membantah.


Kini mereka berada diruang makan untuk makan malam. Cindy duduk bersebelahan dengan Dave.


Mereka menikmati makan malam dengan tenang. Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka. Hanya suara sendok dan piring yang saling bersentuhan.


"Sayang? kamu belum memperkenalkan siapa laki-laki tampan disebelahmu itu," ucap ibu Cindy membuka pembicaraan.


Cindy tersenyum begitupun Dave yang seperti memaksakan untuk tersenyum saat kedua orang tua Cindy menatapnya. Sungguh ia merasa sangat tidak nyaman.


"Dia Dave ma, pacar Cindy." balas Cindy dan membuat Dave menyemburkan air karena terkejut dengan jawaban Cindy.


Dave hanya melototi Cindy tanpa membatah sedikit pun. Ia hanya tidak ingin merusak suasana makan malam dan tidak ingin terlihat buruk didepan orang tua Cindy. Walau sebenarnya ia sudah tidak ingin berlama-lama ditempat tersebut.

__ADS_1


Cindy hanya tertawa kecil melihat ekspresi Dave. Ia tau jika Dave sedang kesal terhadapnya. Namun tujuannya kemari semata-mata hanyalah untuk memperkenalkan Dave kepada kedua orang tuanya.


Apa-apaan Cindy, beraninya dia mengaku-ngaku sebagai pacarku. Sampai kapanpun kau tidak akan bisa mengisi hatiku lagi. Dasar murahan. Gumam Dave dengan wajah tidak suka.


"Oh jadi kamu pacarnya Cindy, beruntung sekali Cindy mempunyai pacar setampan kamu." ucap mama Cindy dan dibalas sebuah anggukan paksaan oleh Dave.


Setidaknya jika aku membawamu bertemu dengan kedua orang tuaku, aku akan bisa menjadi lebih dekat padamu. Gumam Cindy dengan senyum bahagianya.


Dave memandangi Cindy sekilas. Ia sangat tau apa yang dipikirkan Cindy saat ini. Tentu saja khayalan yang tidak akan pernah menjadi kenyataan.


"Kamu kerja apa nak?" tanya mama Cindy dengan wajah serius.


"Saya CEO di perusahaan xxx." jawab Dave jujur.


Mama Cindy tersenyum senang mendengar jawaban yang diberikan Dave. Setidaknya anaknya akan hidup senang jika Cindy menjadi istrinya kelak.


"Wah beruntung sekali kamu memiliki Cindy. Dia sangat baik dan manis." puji mama Cindy dan membuat Cindy menjadi malu.


Baik apanya? nggak tau apa yang dia lakukan kepadaku selama ini. Dasar keluarga matre. Gumam Dave lagi.


Akhirnya mereka selesai makan malam dan berbincang-bincang. Cindy memutuskan untuk membawa Dave keatas balkon rumah. Tempat yang dingin dan sedikit gelap karena kurang pencahayaan.


"Hanya kau yang senang, aku sama sekali tidak." jawab Dave cuek.


"Dave, hargai perasaan aku." ucap Cindy lagi dan kembali dibalas senyuman mengejek oleh Dave.


"Apa juga maksudmu mengaku-ngaku sebagai pacarku? aku tidak akan pernah mau kembali denganmu. Kau pikir cuma kau sendiri yang punya perasaan dan aku tidak? Tolong sadar diri." balas Dave kesal.


Cindy hanya menahan emosi mendengar ucapan yang dilontarkan kepadanya. Hatinya sangat tulus mencintai Dave. Ia sangat menyesal dengan masa lalunya tersebut dan berharap Dave bisa menerimanya kembali.


"Dave, aku tulus mencintaimu. Aku sangat menyesal dengan perbuatanku di masa lalu. Aku hanya ingin kau menerima ku kembali." ucap Cindy dengan wajah berkaca-kaca.


"Ah sudahlah, aku sudah tidak menginginkan mu lagi. Aku harap kau pergi menjauh dari hidupku mulai sekarang". Dave meninggikan suaranya dan membuat Cindy kaget dan sedih.


"Dave, tolong terima aku kembali, apapun yang kau minta akan aku beri." ucap Cindy sambil memegang kedua tangan Dave dengan lembut.


Cindy mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Dave. Dave menyadari lalu mendorong Cindy dengan sangat keras dan membuat Cindy terjatuh.

__ADS_1


"Oh, jadi begini caramu memperlakukan ku?" tamtang Cindy yang mulai sedikit kesal.


Cindy kemudian bangkit dan menghampiri Dave. Cindy mendekat dengan sangat intim dan membuat Dave merasa kurang nyaman.


"Apa-apaan kamu? menjauh dariku! Jangan coba-coba untuk memancingku." ucap Dave marah. Ia tau pasti Cindy sedang memancing nafsunya.


"Aku hanya ingin kita berdua seperti ini." balas Cindy dengan senyuman nakalnya.


Cindy meraba tubuh Dave hingga kebawah dan membuat Dave sedikit mendesah. Nafsunya mulai bangkit dan dibawah sana mulai tegang.


Cindy terus memainkan jari nakalnya dan membuka kancing baju Dave satu persatu.


Dave terdiam dan sedikit menikmati permainan Cindy. Hingga akhirnya ia sadar lalu mendorong Cindy dengan sangat kasar . Dave memasang kembali kancing bajunnya lalu pergi meninggalkan Cindy.


Cindy terjatuh, dan memanggil-manggil Dave dengan lantang. Lalu ia berdiri kembali dengan wajah kesal karena rencananya gagal.


"Sama sekali tidak pernah menghargai perasaanku." ucap Cindy kesal lalu pergi mengejar Dave.


"Dave, Dave tunggu!" Cindy menarik tangan Dave saat akan membuka pintu mobil. Dengan cepat Dave menyingkirkan tangan Cindy dari nya.


"Mau apa lagi kamu ha? sengaja kamu memancing nafsuku? jadi perempuan jangan terlalu murahan." bentak Dave dan membuat Cindy terdiam.


Ia mengakui perbuatannya sangatlah menjijikan dan rendahan. Namun dengan cara tersebutlah ia berharap Dave bisa menerimanya kembali.


"Maaf, aku tau itu salah, aku cuma ingin selalu di dekatmu. Aku tidak peduli dengan jawabanmu. Aku tulus mencintaimu dan aku sangat menyesali perbuatanku dimasa lalu." balas Cindy lagi.


"Menyesal? semua nya tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi. Buang jauh-jauh hayalanmu itu. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menerima mu lagi. Satu lagi yang harus kamu tau. Kamu sudah tidak perawan lagi. Menurutmu apa ada laki-laki yang mau menerima seorang wanita yang sudah tidak perawan apalagi sudah melakukan dengan selingkuhannya?" Dave dengan panjang lebar menjelaskan dan tentu membuat air mata Cindy tak terbendung lagi.


"Aku harap kau tidak mengganggu dan menemui ku lagi mulai sekarang!" Dave masuk kedalam mobil lalu pergi meninggalkan Cindy yang sedang menangis sendirian.


"Tega sekali kamu Dave sama aku. Hanya karena masa lalu ku kau menyuruhku untuk menjauhi mu. Aku tidak bisa Dave, aku mencintaimu. Sampai kapanpun aku akan terus memperjuangkan perasaanku ini." ucap Cindy dengan yakin.


Hay teman-teman, terima kasih sudah menjadi pembaca setia karya autor.


Jangan lupa vote dan Rate bintang 5 nya ya😊


Like nya juga jangan pelit-pelit.

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2