MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Pertemuan kembali part 2


__ADS_3

Dandi mengajak Dinda untuk duduk di bangku luar gedung setelah dia menyelesaikan pekerjaannya. Nanti setelah jam pulang kerja kantor dia akan melanjutkan lagi pekerjaannya.


"Gimana kabarmu Dinda?" tanya Dandi. Sebenarnya dia sangat merasa bersalah dengan Dinda. Dia tau Dimda pasti sangat kecewa kepadanya. Apalagi dia sudah membiarkan Dave menikahi kembaran nya.


"Aku baik-baik aja. Kamu gimana?" Dinda balik bertanya. Meluapkan rasa penasarannya selama ini.


"Ya beginilah keadaanku sekarang. Syukur aja aku bisa kerja disini." balas Dandi.


Dinda diam sejenak. Ia ingin sekali menanyakan perihal yang dikatakan Ibu Adit. Jika selama ini Dandi bekerja disini, tentu Dandi akan selalu bertemu dengan Adit. Dan kenapa juga tadi Ibu Adit mengatakan Adit tidak pernah tau dimana Dandi berada.


"Dan, kamu sekarang tinggal dimana?" tanya Dinda ragu.


Dandi menghembuskan nafas pelan. Dia tidak ingin terlihat menyedihkan didepan kembaran nya. Cukup sudah penderitaan yang dialami Dinda karena ulah nya selama ini.


"Aku masih tinggal dirumah Adit koq. Kan mereka sudah menjadi keluarga kita." balas Dandi berbohong.


Kenapa kamu harus berbohong untuk membuatku tidak khawatir Dandi.


Dinda tersenyum dan memegang tangan Dandi erat. "Aku tau kamu berbohong. Aku nggak akan terkejut koq kalau kamu mau cerita." langsung memeluk erat Dandi. Ingin menyalurkan kekuatan. Apalagi sekarang mereka memiliki nasib yang sama.


"Aku nggak bermaksud berbohong." melepaskan pelukan dan memegang kedua bahu Dinda. " Dari mana kamu tau aku udah nggak tinggal dirumah Adit?" tanya Dandi penasaran.


"Aku tadi udah kerumah Adit dan bertemu Ibunya. Ibunya sudah mengatakan semuanya. Dan dia juga bilang sangat menyesal. Tapi... " Dinda menghentikan kata-katanya saat mengingat kembali ketika dia diusir oleh Ibu Adit.


Dandiengerutkan dahi. "Ada apa Dinda? Cerita kan semuanya sama aku." suruh Dandi.


Dinda menghembus nafas kasar. Dia tidak menyangka Ibu Adit akan memperlakukannya seperti tadi. Padahal selama ini yang dia tau Ibu Adit adalah sosok perempuan baik dan penyayang. Mungkin saja Ibu Adit reflek dan sedikit kecewa karena terkejut dengan kenyataan bahwa dia sudah menikah. Sedangkan yang Ibu Adit tau jika anaknya sangat mencintainya dan bahkan menginginkan mereka menikah. Walaupun sempat namun gagal karena ulah Dave.

__ADS_1


"Aku juga diusir sama Ibunya." ucap Dinda sedih.


Dandi terkejut dan seakan tidak percaya dengan Ibu Adit. Kenapa bisa dia mengusir Dinda yang sangat dicintai oleh anaknya.


"Kenapa bisa? Kamu nggak melakukan kesalahan kan?" tanya Sandi memastikan.


Tertunduk lesu. "Aku bilang ke Ibu Adit jika aku sudah menikah. Mungkin karena itu Ibu Adit kecewa dan marah sama aku." balas Dinda sambil menitikkan air mata.


Ya, Dandi hampir lupa jika Dinda sudah menikah dan menjadi istri Dave. Dia juga lupa untuk menanyakan bagaimana Dinda bisa keluar dari cengkeraman Dave. Sedangkan yang dia tau selama ini, Dave tidak memberi ruang untuk Dinda keluar dan bahkan dia juga tidak diberi untuk menemui Dinda. Tapi sekarang?


"Kamu baik-baik saja kan Dinda? Bagaimana kamu bisa disini? Apa kamu kabur?" Dandi sangat penasaran. Dia melirik kiri kanan dan sekitar untuk memastikan tidak ada yang mencurigakan. Atau mungkin para anak buah Dave sedang mengincar mereka.


Dinda menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Dimana senyuman itu membuat Dandi semakin bingung.


"Aku nggak kenapa-napa Dandi. Jangan terlalu khawatir. Aku bisa keluar atas izin dari Dave. Dia memperbolehkan aku untuk keluar. Dan aku tidak ada niat untuk kabur. Karena itu sangat tidak mungkin."


"Maksud kamu?" Dandi semakin bingung.


Menepuk lengan Dandi pelan. "Sudah aku bilang. Aku baik-baik saja. Dave yang mengizinkan ku untuk keluar. Ya walaupun harus dipantau." sambil melihat kebelakang.


mengikuti arah pandangan Dinda. "Apa Dave mengirim para pengawal untuk memantau gerakanmu?" tanya Dandi memastikan dan dibalas anggukan oleh Dinda.


Walaupun dia sudah tidak mengasari Dinda, tentu dia tidak ingin melepaskan Dinda begitu saja.


"Kamu nggak diapa-apain sama Dave kan? Apa dia... " sudah tidak bisa lagi membayangkan jika sudah berstatus suami istri.


Dinda hanya tertawa melihat reaksi Dandi yang sedikit berlebihan. Dia tau apa yang difikirkan Dandi. Dia juga tau bagaimana khawatirnya Dandi terhadapnya.

__ADS_1


Menggeleng-gelang kan kepala. " Tidak Dandi. Dia tidak pernah seperti itu. Dia juga sudah tidak kasar lagi sama aku. Walau terkadang masih sedikit membentak." menepuk-nepuk lengan Dandi lagi.


Apa? apa aku salah dengar? Apa aku mimpi? Tidak mungkin Dave seperti itu. Aku sangat mengenal bagaimana Dave. Apa mungkin dia sudah berubah setelah menikahi Dinda. Tapi tidak mungkin secepat itu. Bagaimanapun aku tidak boleh terbuai dan aku akan tetap mengambil Dinda darimu. Aku akan menyerahkan Dinda kepada orang yang sangat dicintainya dan layak. Adit, dia sangat mencintai Dinda begitupun Dinda. Mereka masih saling mencintai.


"Tunggu sebentar Dinda. Aku mau beli minuman dulu. Pasti kamu haus kan?" berlari meninggalkan Dinda yang masih duduk. Dia segera membeli dua cup capcin yang dijual disamping kantor tempatnya bekerja. Setelah selesai membeli, dia lbali lagi dan memberikannya kepada Dinda.


"Ini, aku minta maaf baru membelikanmu minuman." mengulurkan satu cup capcin dan menyerahkan kepada Dinda.


"Tidak apa-apa Dandi. Aku maklumi koq. Tapi... " tiba-tiba dia teringat lagi dengan Adit.


"Kamu kan kerja dikantor Adit, berarti kamu sering dong ketemu Adit?" tanya Dinda penasaran.


Dandi hanya tertawa mendengar pertanyaan bodoh kembaran nya. " Tentu saja Dinda. Kan kita kerja ditempat yang sama. Ya, walaupun aku kerja disini cuma sebagai babu." balasnya samil menyeruput capcinnya.


Jika mereka sering ketemu, tapi kenapa Adit bilang nggak tau dimana Dandi berada pada Ibu nya. Apa mungkin Adit malu ya. Tapi tidak mungkin Adit seperti itu.


"Kamu masih mencintai Adit kan?" menatap serius.


Dinda diam dan menundukkan kepalanya. Dihatinya masih ada nama Adit.


memegang kedua bahu Dinda. "Aku akan berusaha membantu kalian untuk bersatu kembali. Aku tau kamu sangat mencintai Adit. Begitupun dengan Adit sangat mencintaimu. Tapi karena ulah Dave, kalian harus terpisah. Tapi aku berjanji akan membantumu lepas dari Dave dan kembali menyatukan kalian berdua." ucap Dandi yakin. Setelah dia melunasi semua hutang nya kepada Dave, maka waktu itu juga dia akan mengambil Dinda.


Dinda diam tidak membalas. Di kepala nya masih ada perasaan bersalah. Apalagi setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ibu Adit.


Apa mungkin bisa kembali lagi? Apa bisa Ibu Adit menerimanya lagi? Apa bisa kembali normal seperti awal lagi? Tapi kenapa kata-kata Ibu Adit sangat menyakitkan?


Begitulah isi kepala Dinda yang masih dihantui perasaan cemas dan takut akan tidak bisa kembali kepada Adit.

__ADS_1


__ADS_2