MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Kantor


__ADS_3

Semenajak Nazumi menceritakan kenyataan yang tidak pernah difikirkan sebelumnya, mulai saat itu pula dia mencoba untuk menjauhi Nazumi. Hatinya belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan. Apalagi saat Nazumi menyatakan cinta padanya. Memang Nazumi kembaran Naomi. Begitupun dengan wajah dan suara mereka yang sangat mirip. Namun mereka tetap orang yang berbeda dan hatinya masih belum bisa diberikan kepada wanita lain.


Sudah sebulan semenjak Nazumi menyatakan perasaannya kepada Dandi, namun sampai sekarang cintanya masih belum juga dibalas.


"Kenapa begitu susahnya kau untuk menerima ku?" ucap Nazumi pelan. "Apa karena dihatimu masih ada nama Naomi?" ucap Nazumi sambil menatap langit-langit ruangannya.


Tok tok tok


"Masuk!" suruh Nazumi.


Pintunya terbuka, Nazumi segera bangkit saat melihat siapa yang datang ke ruangan nya.


"Dandi," ucap Nazumi kaget sekaligus senang.


"Silahkan duduk!" suruh Nazumi sopan.


Dandi pun duduk di kursi yang sudah tersedia.


"Ada apa Dandi?" tanya Nazumi penasaran. Setelah hampir satu bulan Dandi mengacuhkannya, kini tiba-tiba saja Dandi datang menemuinya.


"Apa kau mau memberitahuku dimana makam Naomi?" tanya Dandi tertunduk. Dia tidak berani menatap wajah Nazumi.


Nazumi tersenyum. Pasti kau sangat kangen dengannya.


"Aku akan memberitahu mu. Tapi..."


Dandi akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap Nazumi. "Kenapa?" tanya Dandi.


"Makamnya tidak disini," balas Nazumi.


"Makamnya ada dikota xx." sambung Nazumi lagi.


Kenapa jauh sekali? jika aku pergi kesana perjalannya bisa memakan waktu 7 jam. Lagi pula aku tidak pernah kesana.


"Kapan kau akan pergi?" tanya Nazumi.


"Entahlah, mungkin saat aku libur kerja." balas Dandi.


Aku juga libur kerja ini akan pulang kesana. Apa aku ajak dia sekali aja? Ah tidak tidak. Pasti dia akan menolak ku.


"Apa kau mau aku temani?" tanya Nazumi sedikit ragu-ragu.


Dandi bangkit dari duduknya. "Tidak usah, aku bisa pergi sendiri." ucap Dandi. "Kalau gitu aku permisi,"


"Tunggu!" panggil Nazumi lagi saat Dandi sudah melangkahkan kaki akan keluar.


Dandi menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. "Ada apa?" tanya Dandi.


"Aku akan pulang kesana minggu ini. Jika kau tidak keberatan, ayo kita pulang bersama." ucap Nazumi.

__ADS_1


"Akan aku fikirkan." balas Dandi lalu berjalan kembali keluar dari ruangan Nazumi.


Kini Dandi sudah duduk kembali ditempat kerjanya. Saat itu juga dia mendengar samar-samar pembicaraan Riko bersama teman seruangannya yang berada duduk tidak jauh darinya.


Dari percakapan yang ditangkapnya, dia bisa mengambil kesimpulan jika Riko sedang naksir dengan Nazumi.


Pantas saja waktu itu dia memberi Nazumi kalung dan bertanya denganku apa yang aku lakukan dengan Nazumi di ruangan nya.


Entah mengapa dia merasa tidak senang mendengarnya. Ah tidak-tidak. Tidak mungkin aku menyukai Nazumi dan cemburu dengannya. Dandi menepis fikiran-fikiran yang rasanya tidak masuk akal itu.


Drrrt, drrrt


Ponsel Dandi berdering. Dengan cepat dia mengangkat saat melihat nama Dinda di layar sedang menelponnya.


"Ada apa Dinda?" tanya Dandi. Kali ini dia masih bisa leluasa menerima panggilan dari ponselnya karena masih waktu jam istirahat.


"Aku punya kabar baik untukmu,"


"Kabar baik apa?"


"Sebentar lagi kamu akan menjadi paman,"


"Apa? jadi kamu udah hamil?" tanya Dandi tidak percaya. Dia menutup mulutnya dan merasa sangat terharu.


Sangking kerasnya suara Dandi membuat semua rekan kerjanya menatapnya dengan tatapan kaget.


"Iya, jaga kehamilanmu baik-baik." ucapnya sembari memutuskan panggilan.


"Istrimu hamil Dan? selamat ya," ucap salah seorang rekan kerja Dandi.


Tidak ada yang tau apakah Dandi sudah berkeluarga atau belum. Itu dikarenakan Dandi tidak pernah bercerita atau memberitahu kepada rekan kerjanya. Hingga membuat mereka menyimpulkan apa yang baru saja mereka dengar.


"Ah iya terima kasih." balas Dandi sekenanya.


Padahal aku bukan berbicara dengan istriku melainkan kembaran ku. Mudah sekali kalian menyimpulkannya . Bagaimana istriku bisa hamil kalau aku sendiri masih belum menikah dan memiliki calon.


"Yah, aku fikir dia masih lajang. Ternyata dia sudah berkeluarga. Pantas saja dia bersikap dingin dengan semua wanita dikantor ini." ucap salah seorang rekan kerja wanita bersama teman disebelahnya.


"Iya ya. Ternyata Dandi orang yang setia." balas teman disampingnya.


Kini pupus sudah harapan mereka untuk mendapatkan hati seorang Dandi.


Nazumi keluar dari ruangannya menuju patry. Dia ingin membuat kopi untuknya. Saat itu ada dua karyawannya yang sedang berbincang-bincang sehingga mereka tidak menyadari kehadirannya.


"Beneran Dandi udah punya istri?"


"Iya. Aku mendengarnya saat dia menerima telepon. Ternyata istrinya itu hamil."


"Wah, beruntung sekali yang menjadi istri Dandi. Padahal aku sudah lama sekali naksir dengannya."

__ADS_1


"Aku juga naksir dengannya. Pantas saja dia bersikap dingin dengan kita."


Setelah tanpa sengaja mendengar karyawannya bergosip tentang Dandi membuatnya sakit hati. Dia merasa cemburu setelah mengetahui begitu banyak sekali wanita ditempat kerjanya naksir dengan Dandi.


Dengan langkah anggun sambil melipatkan kedua tangannya ke dada menghampiri karyawannya. "Hmmm,"


Para karyawan wanita yang tidak menyadari kehadiran Nazumi langsung berbalik dan melihat kearah suara.


"Mbak Nazumi," ucap salah seorang karyawan dengan gugup.


"Kalian tau sekarang sudah masuk jam kerja? apa kalian disini bekerja hanya untuk bergosip?" tanya Nazumi dengan lantang. Dia sangat marah mendengar percakapan mereka tadi.


"Maaf mbak. Kami tidak akan lakukan lagi. Permisi," ucap mereka serentak lalu pergi meninggalkan ruangan patry.


Apa Dandi benar-benar sudah memiliki istri? tapi seingatku saat aku datang kerumahnya dia mengatakan belum menikah. Lalu siapa yang diceritakan mereka? siapa yang hamil? apa mungkin Dandi?. Isi kepalanya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan dan prasangka.


Setelah keluar dari patry dengan membawa secangkir kopi, dia mampir ketempat kerja Dandi.


"Dandi, segera ke ruangan saya sekarang!" perintah Nazumi lalu pergi dari tempat tersebut.


Para karyawan yang mendengar saat Nazumi memerintahkan Dandi untuk menemuinya saling berbisik-bisik satu sama lain. Mereka mengira Dandi pasti sudah melakukan kesalahan hingga membuat kepala Direktur memanggilnya.


"Ada apa Dandi? kenapa Direktur memanggil mu? apa kau melakukan kesalahan?" tanya teman disebelahnya.


Dandi bangkit dari duduknya untuk pergi keruangan Nazumi sembari mengangkat kedua bahunya bersamaan. Dia juga tidak tau apa kesalahannya hingga membuat Nazumi memanggilnya.


"Kenapa mbak memanggil saya?" tanya Dandi saat sudah berada diruangan Nazumi.


"Tidak perlu berbicara formal denganku." ucap Nazumi.


"Ini dikantor mbak." balas Dandi.


"Ini ruangan ku. Saat hanya kita berdua saja, kau tidak perlu berbicara formal lagi. Berbicaralah dengan santai seperti dulu." ucap Nazumi.


"Ngapain manggil aku? apa aku membuat kesalahan?" tanya Dandi mengulang perkataannya. Kini bahasanya sudah tidak formal lagi.


Nazumi memajukan tubuhnya sembari berbicara pelan. "Apa benar kau sebenarnya sudah memiliki istri?" tanya Nazumi penasaran.


Dandi hanya menghela nafas kasar. Dia sudah yakin pasti beritanya telah tersebar hingga sekantor. Jika tidak, mana mungkin Nazumi menanyakan hal yang tidak masuk akal baginya.


"Sudahlah Nazumi. Kau hanya membuang waktuku dengan pertanyaan tidak masuk akalmu itu." ucap Dandi berdiri ingin pergi.


"Lalu siapa yang dimaksud mereka hamil? apa kau ... " tanya Nazumi menggantung. Dia ingin benar-benar memastikan. Jika Dandi benar-benar memiliki istri maka dia akan begitu sangat malu telah menyatakan perasaannya kepada suami orang. Lebih lagi dia akan dicap sebagai pelakor.


"Apa kau lupa kalau aku punya kembaran?" tanya Dandi sembari keluar dari ruangannya.


Setalah Dandi menghilang dari pandangannya, dia baru ingat dengan Dinda. Dia mengutuki jalan fikiran nya yang bodoh.


"Kenapa aku bisa lupa jika dia memiliki kembaran bernama Dinda. Ah syukurlah jika tebakanku salah." ucap Nazumi sambil tersenyum senang. Setidaknya dia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati Dandi lagi.

__ADS_1


__ADS_2