MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Nonton Film Part 2


__ADS_3

Apa yang dirasakan? Kenapa rasanya sangat nyaman. Apa yang terjadi dengan jantung ini? Kenapa detak nya begitu kencang.


"Dinda, apa yang kau lakukan? Dave mengulang perkataannya. Orang yang memeluknya sama sekali tidak merubah posisi.


Apa yang aku lakukan? Aku pasti sudah gila!


Dinda melepaskan pelukan secara perlahan. Menunduk menahan malu. "Maaf kak Dave." hanya kata maaf yang bisa terlontar dari mulutnya. Ingin rasanya masuk ke lubang semut sangking malunya. Kenapa dia begitu ceroboh.


Kembali duduk diposisi semula sambil menatap lurus. "Hmmm." kini gantian dia yang merasa tegang dan gerogi.


Suasana kembali canggung. Dave dan Dinda sama-sama tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


*Kenapa aku merasa sangat canggung. Dave


Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Apa aku pergi kekamar dan segera tidur saja? Dinda*


Mereka sama-sama berdiri dan kembali menjadi canggung. Dave salah tingkah dan Dinda hanya cengengesan.


"Kau mau kemana?" tanya Dave untuk mencairkan suasana.


"Nggak kemana-mana kak. Ayo kita nonton lagi kak." kembali duduk dan tertunduk.


Dave kembali mengikuti Dinda duduk dan sesekali melirik kearahnya "Sebenarnya kau suka atau tidak nonton film horor?" tanya Dave memastikan. Jika Dinda menyukai film horor, tentu tidak ada takut-takutnya. Sekarang malah berbeda suasananya.


Dimda meremas jari tangannya dan tertunduk. Mati aku, pasti kak Dave marah. Bagaimana ini? Dasar bodoh.


"Maaf kak Dave, sebenarnya..." belum sempat menuntaskan kata-kata.


"Sebenarnya kamu nggak berani kan nonton film horor? Terus kenapa kamu bilang suka. Kalau nggak berani nggak usah nonton." dengan suara datar. Sedikit menyembunyikan geroginya.


Kan kak Dave marah. Bodoh bodoh bodoh.


"Maaf kak Dave."


"Kenapa minta maaf. Aku tidak sedang marah."


Tidak marah? Tapi kenapa nadanya seperti marah? Apa memang begitu nada bicaranya?


"Yasudah, Kita ganti film lain saja. Bagaimana kalau film komedi? Pasti seru." bangkit dari duduknya dan kembali mencari film gendre komedi.

__ADS_1


"Bagaimana kalau film ini?" sambil menunjukkan DVD yang baru dicarinya kepada Dinda.


"Terserah kak Dave saja." seperti nya film komedi seru juga. Tidak ada yang perlu ditakutkan, pasti sepanjang menonton akan tertawa saja. Yang pasti kejadian barusan tidak akan terulang lagi. Begitu pikir Dinda.


"Baiklah." sambil membuka dan menggantikan DVD yang separuh jalan mereka tonton.


Dave kembali duduk ditempat semula. Kini jarak mereka tidak lagi berdekatan. Ada bantal sofa yang diletakkan Dinda sebagai pembatas mereka. Jadi akan aman nantinya dan tidak akan terjadi apa-apa pikirnya.


Film telah dimulai. Mereka tampak asyik menonton. Tidak ada gangguan apapun. Dinda merasa senang. Tampak beberapa kali dia tertawa keras karena merasa film tersebut sangat lucu.


Film apaan ini? Sama sekali tidak menarik. Kenapa Dinda senang sekali? Sebanrnya fia kurang menyukai film bergendre komedi. Entah karena wataknya yang sedikit dingin, apapun yang rasa lucu setiap orang belum tentu dia merasakan hal yang sama.


Mau tidak mau, di harus menontonnya. Sudah resiko karena sudah menawarkan kepada Dinda tadi.


Kenapa dia manis sekali saat tertawa begitu? Baru pertama kakinya aku melihat dia tertawa lepas begitu. Melirik kearah Dinda. Orang yang dilirik masih fokus menonton dan tidak menyadari ada yang meliriknya.


"Kak, film nya seru sekali." sambil terus menatap kedepan. Karena tidak ada jawaban, dia menoleh kearah Dave.


"Kak Dave?" melambai-lambaikan tangan ke wajah Dave.


Dave buru-buru tersadar dari lamunan nya. Menatap Dinda membuatnya tidak fokus. "Ada apa Dinda?" dia sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan Dinda barusan.


Memberi senyuman. "Filmnya seru kak." kembali menatap kedepan. Melanjutkan menonton.


"Ah iya, filmnya seru." mengikuti Dinda untuk melanjutkan menonton.


Apanya yang seru. Aku sama sekali tidak menikmati.


Terlalu fokus menonton, membuat Dave tidak mengingat orang yang berada disebelahnya. Ya menonton saja, tapi sama sekali tidak menikmati.


"Filmnya tamat." merasa sangat senang, film yang terpaksa ditontonnya telah selesai. Kini waktunya untuk tidur dan mengistirahatkan tubuh.


"Filmnya sudah selesai. Aku akan kekamar duluan." berdiri dan menatap Dinda. Sedikit kaget karena Dinda ketiduran.


"Ternyata dia tidur." tidak tau sejak kapan Dinda tertidur. Karena terlalu fokus menonton membuatnya tidak menyadari kehadiran Dinda disebelahnya.


Kembali duduk dan menggyang-goyang kan tubuh Dinda. "Dinda, ayo bangun. Filmnya sudah selesai."


Kenapa nggak bangun-bangun sih? Sepertinya tidurnya sangat nyenyak.

__ADS_1


"Dinda, ayo bangun. Ayo pindah kekamar." kembali menggoyang-goyangkan tubuh Dinda. Sepertinya wanita disebelahnya ini sangat sulit dibangunkan.


Karena wanita disebelahnya sama sekali tidak bangun, dia memutuskan untuk menggendong Dinda dan membawanya kekamar.


Sesampai dikamar, Dave langsung membaringkan tubuh Dinda dikasur. Tidak lupa membentangkan selimut ditubuh Dinda. Sepertinya tidur nyenyak nya membuatnya tidak sadar saat dia menggendongnya.


Apa dia tidur seperti ini? Kenapa dia tidak terbangun saat aku menggendongnya?


Setelah selesai menyelimutkan Dinda, Dave naik keranjang. Rasanya badannya sangat pegal. Terlalu lama duduk dan menonton membuat badan terasa sakit.


Duduk dan memiringkan badannya."Selamat malam Dinda." mengecup dahi Dinda. Kemudian membaringkan tubuhnya. Malam ini dia harus tidur dengan nyenyak. Karena besok dia harus bekerja lagi.


Dinda memiringkan badannya, membelakangi Dave. Membuka matanya secara perlahan.


Kenapa kak Dave menciumku. Apa dia sedang mencuri-curi kesempatan.


Ternyata Dinda belum sepenuhnya tidur. Saat Dave menggendongnya, dia sudah tersadar. Namun karena tidak mau Dave mengetahuinya, maka dia tetap memejamkan mata dan pura-pura tertidur.


Tapi sepertinya pura-pura tidur membuatnya menyesal. Bagaimana mungkin Dave menciumnya saat seperti ini. Apa mungkin dia selalu melakukannya saat Dinda tertidur pulas. Kalau tertidur pulas kan tidak menyadari apa yang telah dilakukan Dave. Begitu pikiran Dinda menerawang


Sepanjang malam, Dinda sama sekali tisak dapat memejamkan matanya. Karena takut Dave melakukan hal yang tidak-tidak saat dia tertidur.


Aku akan tetap terjaga. Aku tidak mau dia mencari kesempatan.


Dave membuka matanya. Sebenarnya dia juga tidak bisa tidur. Bayangan kejadian saat mereka menonton selalu terlintas di kepala.


Apa dia sudah tidur?


Bangun pelan-pelan dan melihat Dinda yang membelakanginya. Ingin memastikan apakah Dinda benar-benar sudah tertidur atau belum.


Ah beneran tidur tenyata. Kenapa dia tampak cantik saat tidur. Buru-buru Dave membuang fikiran-fikiran kotor yang tiba-tiba berimajinasi di kepala nya. Bukankah dia sudah berjanji tidak akan menyakiti Dinda lagi.


Dave meraih pipi Dinda dan mengelusnya. Merapikan rambut yang jatuh menutupi muka mulus Dinda.


Aku harus tidur. Kembali membaringkan tubuhnya. Apapun yang di fikirkan malam ini, harus dibuang jauh-jauh. Dia dama sekali tidak mau kurang tidur dan akan mengganggu aktifitasnya besok.


Malam pun semakin larut. Kini Dave benar-benar sudah memasuki alam mimpi nya. Tidak dengan Dinda yang masih terjaga. Apa yang ditakutinya benar-benar terjadi lagi.


Dia kembali memejamkan mata saat merasakan Dave mendekatinya tadi. Dan benar, Dave mengelus-ngelus pipinya. Awalnya dia mengira Dave mengigau seperti kemaren, tapi malam ini sepertinya tidak. Apalagi hembusan nafasnya terasa di pipinya tadi. Pasti Dave sengaja melakukannya. Begitu otak Dinda beslrsikutat dengan fikiran nya.

__ADS_1


Setelah terlalu lama terjaga, Dinda pun akhirnya kalah dengan rada kantuknya. Ammbruk dan tertidur dengan sangat pulas.


__ADS_2