MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Masa Lalu Dandi Part 10


__ADS_3

Hari ini Dandi memutuskan untuk melihat sendiri Naomi didalam. Dia sudah mempersiapkan semuanya. Dia sempat mengambil KTP milik Dave kemaren saat Dave keluar dari mobil. Dengan begini, dia akan semakin bisa membuktikan kepada Dave jika Naomi bukan wanita yang baik.


"Tempat apa ini?" ucap Dandi. Dia merasa sedikit pusing dengan ruangan yang ramai dan tercium bau alkohol yang sangat kuat.


"Hy ganteng, mau ditemenin?" ucap seorang wanita lalu merangkul Dandi.


"Lepas!" ucap Dandi yang merasa risih.


Tempat apa ini? kenapa murahan sekali cewek ini.


"Kamu lagi nyari siapa sih ganteng?" tanya wanita itu lagi.


Apa aku tanya sama dia aja? pasti dia kenal dengan Naomi. Kan Naomi selalu datang kesini.


"Kamu kenal dengan Naomi?" tanya Dandi dihiruk pikuk suara dentuman musik.


"Apaaa?" tanya Dandi yang kurang jelas mendengar ucapan wanita tersebut.


"Dia belum datang." ucap wanita tersebut.


Dia belum datang? apa aku menunggu saja? tapi aku tidak tahan lama-lama berada disini.


Getaran ponsel mengagetkan Dandi. Dengan buru-buru dia meraih dan dilihatnya Dave sedang menghubunginya.


"Hallo bang? ada apa?" tanya Dandi.


"Kamu dimana? abang jemput ya," ucap Dave.


"Apa bang? nggak dengar bang," balas Dandi lagi. Dia memang sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan Dave.


"Kamu dimana? koq ribut-ribut?" tanya Dave penasaran.


"Yaudah ya bang, nanti aku telpon balik. Aku lagi di karnaval bang sama keluarga. Suara abang nggak kedengaran." ucap Dandi berbohong.


Dave pun memutuskan sambungan telepon. Dia menghembuskan nafas kasar.


"Karnaval? emang dimana ada karnaval? koq aku nggak tau ya?" ucap Dandi. "Tapi tadi aku dengar ada suara musik. Musiknya juga kedengaran nggak asing. Atau jangan-jangan!" Dave pun melajukan mobilnya menuju tempat mereka kemaren.


Dave sudah duduk manis dimobilnya. Dia memarkirkan diseberang jalan. Dengan seksama dia meneliti dan melihat orang-orang yang lalu lalang. Keluar dan masuk dari tempat tersebut.


Saat dia ingin keluar ingin membeli minuman, saat itu juga dia melihat Dandi baru saja keluar dari tempat tersebut.


"Ngapain tuh bocah kesana? apa yang dicarinya?" ucap Dave penasaran. "Tapi tunggu, bagaimana bisa dia masuk kesana?" Dave pun membelalakkan matanya seakan ingat dengan sesuatu.

__ADS_1


Dia mulai mencari-cari sesuatu dan memeriksa isi tas dan dompetnya. "Apa dia yang mencuri KTP ku?" ucap Dave spontan.


"Kurang ajar kamu Dan. Berani-beraninya menggunakan KTP ku untuk masuk kesana." ucap Dave kesal.


Dia mengurungkan niat untuk keluar dari mobil. Dia meraih ponsel dan mencoba menghubungi Dandi yang sedang berdiri diseberang jalan. Kebetulan hari ini dia menggunakan mobil kerja Papanya. Dengan begitu, Dandi tidak akan perasan jika dia sedang memantau nya.


"Kamu dimana?" tanya Dave.


"Aku masih di karnaval bang. Abang dimana?" tanya Dandi sambil melihat kiri kanan mencari keberadaan Dave dan Naomi. Siapa tau salah satu diantara mereka sedang melihatnya.


"Oh gitu? yaudah. Nanti abang telpon lagi." menutup panggilan. "Karnaval bulshit. Sudah pintar berbohong rupanya bocah itu." kesal Dave.


"Apa sebegitu penasarannya dia untuk masuk kesana sampai-sampai harus mencuri KTP ku? kemaren ia menuduh Naomi kesana. Sekarang malah dia yang datang kesana. Sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran bocah itu." ucap Dave yang masih kesal. "


Malam itu, Dandi mencoba meyelinap kembali ketempat itu kembali. Suasananya sangat jauh lebih ramai dari siang saat dia datang.


"Dimana dia? kenapa tidak kelihatan?" tanya Dandi.


Saat dia ingin bergerak dan mencari. Saat itu juga dia melihat Naomi sedang digendeng oleh seorang laki-laki. Bukan laki-laki yang mengaku sebagai pacarnya, melainkan laki-laki lain.


"Siapa lagi laki-laki itu?" ucapnya penasaran.


Dandi mulai melangkahkan kakinya mengikuti arah Naomi pergi. Tampak dia memasuki lorong yang agak gelap. "Tempat apa itu? kenapa dia masuk kesana?" masih penasaran.


"Kamar? kenapa banyak kamar disini? apa yang sedang dia lakukan didalam kamar bersama laki-laki itu?" tanya dia penasaran.


Dia memutuskan untuk berdiri didepan kamar yang sudah dimasuki Naomi bersama laki-laki tersebut. Dia menempelkan telinganya ke pintu. Ingin mendengar apa yang terjadi didalam sana.


"Dia melakukan itu bersama laki-laki tadi? brengsek!" kesal Dandi. Suara-suara desahan dan suara-suara aneh yang sama seperti saat dia menonton vidio porno waktu itu terdengar jelas.


Dia mencoba untuk membuka pintu. Tapi pintu telah dikunci dari dalam. Mencoba mendobrak, tapi tenaganya tidak kuat dan pintu masih tetap kokoh.


Beberapa saat kemudian, pintu seperti dibuka. Dia mencoba bersembunyi. Tampak pria itu keluar dengan wajah senang. Setelah pria itu sudah menjauh, Dandi dengan cepat menyelinap masuk kedalam kamar tersebut.


"Aaaaaaaaaaaaaa" jerit Naomi yang kaget. Apalagi dia sedang tidak menggunakan pakaian dan hanya bertelanjang.


Seketika kejantanan Dandi mengeras. Dia membayangkan adegan demi adegan seperti vidio yang pernah ditontonnya. Apalagi santapannya sudah ada didepan mata.


"Mau apa kamu?" tanya Naomi sedikit panik. Apalagi Dandi semakin mendekatinya. Dia mencoba meraih pakaiannya kembali dan menutupi bagian tubuhnya yang terbuka.


"Jadi ini pekerjaan kamu?" tanya Dandi yang kelalapan dan merasa sangat bernafsu.


Membuang kembali pakaiannya dan membiarkan Dandi melihat kemolekan tubuhnya. "Kenapa? kamu juga mau merasakan nya? aku akan dengan senang hati menerimanya." ucap Naomi menggoda.

__ADS_1


Dandi mendekat dan terus mendekat. Naomi terus menggoda.


Apa ini yang dinamakan nafsu? apa ini yang dibutuhkan laki-laki?


Naomi membaringkan tubuhnya dikasur. Dia membiarkan Dandi menatapnya sembari menunggu untuk menyantapnya. Dia sengaja menggoda dan melakukan gerakan-gerakan intim untuk menarik nafsu Dandi.


Badan Dandi terasa panas. Sesuatu didalam sana begitu terasa keras. Dia merasa sangat tidak sanggup untuk menahannya.


Apa aku tidak akan perjaka lagi? kenapa Naomi begitu sangat menggoda? walaupun aku tau jika dia bukan wanita baik-baik. Aku kesini juga ingin membuktikan jika dia memang tidak pantas untuk bang Dave.


Naomi menarik tangan Dandi untuk mendekat. Dandi yang kaget langsung jatuh dan menindih tubuh Naomi.


Dia sangat gelisah. Apa dia harus melepaskannya atau menahannya. Apalagi ini pengalaman pertamanya.


"Dimana anak itu?" ucap Dave saat sudah masuk ke bar.


Dia ingin melihat Dandi disana. Apalagi dia sudah mencuri KTPnya dan menggunakannya untuk bisa masuk.


"Mbak-mbak? kamu ada lihat anak ini nggak?" tanya Dave kepada seorang pelayan disana.


"Ada mas. Dia tadi kesana." ucap pelayan tersebut sambil menunjuk ruangan gelap yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Brengsek!" ucap Dave kesal. Dia tau pasti kemana Dandi pergi. Rupanya bocah itu sudah kelewat batas. Ada rasa sedikit menyesal sudah memberi Dandi melihat vidio itu. Takut sampai dia mencoba memperaktekkan.


Dengan cepat Dave berlari dan mencoba membuka satu persatu kamar.


"Dandiiiiiii!" ucap Dave dengan emosinya.


"Sayang, tolong aku. Aku diperkosa!" ucap Naomi menangis.


Dandi kaget saat Dave tiba-tiba datang dan menariknya dengan kasar. Pukulan demi pukulan mendarat diwajahnya.


"Brengsek kamu Dandi. Selama ini abang percaya sama kamu. Begini balasannya?" ucap Dave semakin emosi.


"Kamu apain cewek abang? haaaaaa? abang tau kamu juga suka sama cewek abang. Tapi kenapa kamu sampai memperkosanya? abang sudah yakin jika yang kamu katakan semuanya tentang Naomi itu hanya bohong agar kamu bisa merebutnya kan? kamu nggak mau kalah dari abang kan?" tanya Dave lagi.


"Enggak gitu bang, aku bisa jelasin," ucap Dandi menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dave yang semakin emosi semakin menghantam Dandi. Terjadilah adegan berdarah dikamar tersebut. Hingga akhirnya Dandi terkapar dan tidak sadarkan diri.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Dave kepada naomi yang tampak ketakutan.


"Aku takut. Dia sudah memperkosaku. Aku sudah tidak suci lagi!" histeris Naomi. Dia menangis sejadi-jadinya. "Aku tidak tau kenapa dia sampai seperti itu. Dia memaksa dan membawaku datang kesini. Tapi..." ucap Naomi senggugukan menangis.

__ADS_1


Dave menatap Dandi yang sudah tidak sadarkan diri. "Mulai saat ini, kamu bukan adikku lagi. Kamu bukan sahabatku lagi. Aku menyesal sudah mengenalmu jika akhirnya menjadi seperti ini." ucap Dave marah. Dia lalu membawa Naomi pergi keluar dari tempat tersebut. Tampak Naomi tersenyum senang telah berhasil membuat dua insan tersebut musuhan. Tujuannya menerima Dave hanyalah demi uang semata dan menyembunyikan sisi aslinya dengan kecantikan dan kepolosannya.


__ADS_2