MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Terkenang Masa Lalu


__ADS_3

"Aku boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Nazumi.


"nanya apa?" balas Dandi.


Nazumi menarik nafas lalu menghembuskan secara perlahan. Dia ingin menetralkan detak jantungnya yang tidak karuan. "Sampai kapan kamu terus-terusan menutup hati buat aku? Apa aku tidak bisa hadir dihatimu? Apa kau begitu mencintai Naomi hingga tidak mau lagi membuka hati untuk wanita lain?" tanya Nazumi panjang lebar.


Sudah lama rasanya dia menunggu kepastian dari Dandi. Namun hingga sekarang, cintanya tak kunjung terbalaskan.


Dandi hanya diam. Dia sudah menerima kepergian Naomi. Tapi dihatinya masih ada namanya. Nazumi, memang belum ada namanya bertengger dihatinya. Namun, beberapa hari belakangan dia sangat suka mengobrol dengan Nazumi. Apalagi pagi tadi dia sudah berhasil mengerjai Nazumi.


"Entahlah, aku tidak tau. Aku sudah mengikhlaskan kepergian Naomi. Tapi aku masih belum bisa melupakannya." balas Dandi. Entah perasaan seperti apa yang dirasakannya terhadap Nazumi sekarang. Yang pasti dia sudah mulai nyaman dekat dengan Nazumi.


Nazumi yang mendengar hanya bisa menghela nafas panjang. Sepertinya cintanya sangat susah untuk terbalaskan. Cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Bisakah kau terus mencintaiku?" tanya Dandi.


Apa? Kau menyuruhku mencintaimu, sedangkan kau sendiri tidak mau membuka hati untukku.


"Kenapa aku harus terus mencintaimu? Sedangkan cintaku hanya bertepuk sebelah tangan." balas Nazumi sedikit kesal.


Enak sekali dia menyuruh untuk mencintainya. Emangnya dia Idol Kpop yang dicintai sejuta umat?.


Dandi diam. Apa yang dikatakan Nazumi benar adanya. Memang sekarang hatinya masih belum terbuka buat Nazumi. Tapi dia akan berusaha sebisanya. Tidak mungkin harus terus mencintai orang yang sudah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedangkan masih ada orang yang berkorban untuk mendapatkan cintanya.


"Aku tidak memaksamu Dandi. Tapi jika cintaku tetap tidak terbalaskan, aku akan mundur," ucap Nazumi sedih. Entah kenapa harus selalu dia yang selalu berjuang.


Dulu, waktu mendapatkan mantan suaminya, dia harus berjuang untuk mendapatkannya. Segalanya telah diberikan kepada mantan suaminya itu, walau nyatanya cintanya masih tetap bertepuk sebelah tangan dan akhirnya di khianati. Sekarang pun demikian, ingin mendapatkan Dandi dia harus mati-matian berjuang agar nama Naomi hilang dari hatinya.


Rasanya tidak salah untuk menghilangkan nama Naomi dihati Dandi. Toh orangnya juga sudah tidak ada lagi didunia ini. Lain cerita jika orangnya masih ada didunia. Dia pasti sudah dianggap pelakor oleh kembaran nya dan semua orang.


Setelah Nazumi pamit untuk pulang, Dandi pun memutuskan untuk tidur. Apalagi hari sudah semakin malam. Besok waktunya untuk bekerja.

__ADS_1


Namun nyatanya matanya sama sekali tidak bisa terpejam. Dia masih memikirkan perkataan Nazumi. Entah kenapa dia begitu takut jika Nazumi sudah tidak berjuang lagi ataupun mencintainya lagi.


Bukankah seharusnya dia senang jika Nazjmi tidak mencintainya. Maka dia tidak akan pernah diganggu lagi oleh Nazumi. Tapi kenapa sekarang keinginan dan perasaannya bertolak belakang.


"Apa benar aku sudah mulai menyukai Nazumi? Tapi bagaimana bisa? Sedangkan nama Naomi masih ada dihati ku." ucap Dandi pada dirinya sendiri.


*****


"Kayla sayang, udah makan malam?" tanya Nazumi pada Kayla anak angkatnya sekaligus anak dari Naomi yang diasuhnya.


"Kayla belum mamam. Bunda dali mana? Kenapa puyangnya lama sekali?" tanya Kayla cemberut. Dia sengaja belum makan hanya karena ingin makan bersama Bundanya.


"Kenapa belum makan sayang? Kan tadi Bunda udah kasi tau Kayla untuk makan malam dan jangan menunggu Bunda." kata Nazumi dengan lemah lembut.


"Kayla maunya mamam sama Bunda. Kalau nggak ada Bunda Kayla nggak celera mamam." ucap Kayla.


"Yaudah ayo kita makan," ajak Nazumi. Padahal waktu makan malam sudah lewat. Apalagi sekarang sudah pukul sepuluh malam. Tapi karena anaknya sama sekali belum makan, dia harus menemaninya dan ikut makan. Walau perutnya sudah terasa kenyang karena sudah makan dirumah Dandi tadi. Jika dia tidak makan, maka Kayla juga tidak akan mau makan.


Nazumi membaringkan tubuhnya dikasur empuk miliknya. Menatap langit-langit kamarnya. Seketika fikiran nya terbayang saat pertemuannya dengan Dandi tadi.


Ingin rasanya dia menyerah untuk mendapatkan cinta Dandi. Rasanya perjuangannya sia-sia untuk menjadikan Dandi sebagai suaminya dan ayah dari anaknya Kayla.


"Andai kamu mau menerima ku. Pasti hidup kita bahagia. Apalagi Kayla sangat merindukan sosok Ayah." ucap Nazumi pasrah.


Empat tahun lalu.


"Kamu hamil anak siapa Naomi? Kenapa kamu seperti ini? Bukankah kamu sudah berjanji akan berubah?" marah Nazumi kepada Naomi yang ketahuan sudah berbadan dua.


"Maafkan aku Nazumi. Aku sungguh tidak menginginkannya." balas Naomi.


"Sekarang kasi tau anak siapa yang kamu kandung?" tanya Nazumi lagi dengan nada suara tinggi. Dia sudah tersulut emosi.

__ADS_1


"Maafkan aku Nazumi," ucap Naomi yang sudah menangis.


"Tidak perlu kau menangis Naomi. Aku hanya ingin tau siapa ayah dari anak yang kamu kandung ini?" tanya Nazumi lagi. "Kamu taukan apa yang akan dikatakan orang-orang jika kamu hamil tanpa punya suami."


"Ini anak Farhan," balas Naomi senggugukan. Perih rasanya jika mengingat kejadian itu.


"Apa?!" ucap Nazumi kaget. Bukankah Farhan mantan suaminya. Lalu bagaiman bisa dia mnghamili Naomi. Apa selama dia berstatus suami istri, Naomi dan Farhan berselingkuh dibelakangnya?.


"Dasar nggak ada otak. Tega sekali kamu menghancurkan rumah tangga saudaramu sendiri. Aku kecewa sama kamu Naomi. Aku fikir kamu benar-benar sudah berubah. Tetapi nyatanya semua itu hanya omong kosong." ucap Nazumi. Betapa kecewanya dia terhadap Naomi.


"Dengarkan aku dulu Nazumi," ucap Naomi ingin memberikan penjelasan.


"Apa lagi yang harus aku dengar? Bukankah semuanya sudah jelas. Aku ikhlas jika kamu sama Farhan. Lagian aku juga sudah bercerai dengannya. Tapi tidak seharusnya kamu seperti ini." kata Nazumi. Dia melangkahkan kaki untuk pergi.


"Aku diperkosa Farhan. Aku tidak pernah berselingkuh dengannya selama ini. Aku benar-benar diperkosa olehnya. Tolong percayalah padaku. Hanya kaulah satu-satunya yang aku punya sekarang." ucap Naomi histeris. Jika Nazumi pergi meninggalkannya, sudah dipastikan dia akan tinggal sebatang kara.


Nazumi menghentikan langkahnya. Apa yang dikatakan Naomi itu benar? Bagaimana bisa


Farhan bisa memperkosanya? Apa yang terjadi sebenarnya?.


Nazumi yang merasa iba, mengurungkan niatnya untuk pergi. Dihampirinya kembaran nya itu lalu memeluknya dengan erat.


"Kenapa? Kenapa Tuhan begitu jahat denganku?" ucap Naomi putus asa. Air matanya kembali jatuh mmbasahi pipi.


"Jangan bicara seperti itu Naomi. Tuhan tidak pernah jahat dengan hambanya. Pasti ada hikmah dibalik ini semua." ucap Nazumi menwnagkan Naomi yang sudah tenggelam dalam kesedihan.


"Kenapa Farhan melakukannya kepadaku? Kenapa wajah kita harus mirip hingga dia memperkosaku? Apa salahku padanya?" ucap Naomi semakin sedih.


Melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Naomi erat. "Maksud kamu apa Naomi?" tanya Nazumi penasaran.


"Dia ingin balas dendam denganmu. Dia fikir aku itu kamu Nazumi. Dia keliru karena wajah kita sangat mirip." balas Naomi.

__ADS_1


__ADS_2