MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Penjelasan


__ADS_3

"Maksud kamu apa?" tanya Nazumi bingung. Apa sekarang dia sedang dituduh sebagai pelakor atau sebagainya?


Wanita itu menatap Dandi dengan tatapan yang sulit diartikan. "Dandi sudah punya istri dan mbak nggak berhak merusak nya." balas wanita itu sambil menunjuk kearah Dandi yang hanya terdiam.


Nazumi tersenyum, tidak membantah dan tidak memarahi karyawannya. Mungkin ini semua hanya salah paham.


"Dandi, ayo kemari!" panggil Nazumi agar berdiri disampingnya.


Dandi berjalan kearah Nazumi lalu berdiri disampingnya. "Sekarang, ayo jelasin semuanya." suruh Nazumi.


Dandi menarik nafasnya untuk menetralkan rasa gugupnya. Apalagi dia harus berdiri dihadapan para karyawan beserta atasan yang sedang meminta penjelasan.


"Saya belum mempunyai istri." ucap Dandi dan membuat para karyawan wanita terkejut dan bahkan histeris.


"Jadi siapa yang menyebarkan rumor jika Dandi sudah memiliki istri?"


"Sia-sia aku mundur untuk mendapatkan Dandi. Ternyata selama ini dia belum mempunyai istri."


"Sebelum janur kuning melengkung, aku harus mendapatkan kembali Dandi."


"Dandi tidak pantas dengan janda. Lebih baik denganku saja."


"Mereka tidak serasi. Apalagi umur janda itu lebih tua dari Dandi."


"Saya minta maaf jika selama ini kalian menganggap saya sudah berkeluarga. Saya juga minta maaf karena tidak terbuka sama kalian semua." ucap Dandi.


Salah seorang karyawan laki-laki mengacungkan tangannya. "Lalu, siapa yang hamil? apa kau sedang menghamili wanita lain dan akan menikah dengan Nazumi untuk menutupi keburukanmu?" tanya pria itu sedikit sinis.


Dandi tertawa. Memang dia juga salah hanya diam saat ditanya siapa yang hamil dan mengangguk saat rekannya mengatakan itu istrinya.


Dandi mengeleng, "Saya tidak pernah dekat dengan wanita lain selain almarhum Naomi dan Nazumi. Bagaimana mungkin saya bisa menghamilinya." menarik nafas lalu melepaskan dengan teratur. "Saya mempunyai kembaran namanya Dinda. Mungkin sebagian dari kalian pernah melihatnya dan kenal saat dia menghadiri rapat pergantian kepala Direktur baru. Saat itu saya sedang sakit dan tidak bisa menghadiri. Dan yang hamil itu kembaran saya." jelas Dandi panjang lebar agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi.


Tampak mereka mengangguk sekaligus terkejut. Sebagian mereka mengingat-ingat wajah dari kembaran Dandi. Sebagian pria tersenyum setelah mengingat wajah Dinda lalu cemberut setelah tau jika Dinda sudah memiliki suami dan sedang hamil.


"Maafkan saya mbak Nazumi. Saya sudah salah paham dengan hubungan kalian." ucap wanita tadi.

__ADS_1


Nazumi tersenyum dan mengangguk. "Tidak apa-apa. Yang penting sekarang kalian sudah tau kebenaran nya. Saya tidak sedang menggoda suami orang atau menjadi pelakor." ucap Nazumi.


Tampak mereka semua tertunduk malu karena sudah salah sangka selama ini. Nazumi yang melihat hanya bisa tersenyum. Tidak ada guna juga memarahi mereka karena sudah menuduhnya selama ini. Toh sekarang kebenarannya sudah jelas. Sekarang tujuannya hanya untuk Dandi dan menjaga Dandi agar tidak direbut oleh para karyawan-karyawan wanita. Apalagi dia pernah mendengar percakapan sekumpulan karyawannya jika mereka menyukai Dandi. Sepertinya dia harus ekstra berhati-hati. Walaupun mereka semua hanya bawahannya. Tapi yang namanya cinta dan kelicikan tidak memandang status sama sekali.


"Yasudah, kalian bisa kembali ketempat kerja kalian masing-masing. Sekarang waktu istirahat sudah selesai." ucap Nazumi.


Mereka pun berbondong-bondong keluar dari ruangan rapat setelah mendapat makan siang gratis dan mendapat kejelasan dari hubungan Dandi dan Nazumi.


"Dandi, ayo keruanganku." ajak Nazumi kepada Dandi saat dia akan keluar dari ruangan rapat.


Dandi menatap kaget lalu menghentikan langkahnya. Untuk apa Nazumi mengajaknya ke ruangan Nazumi. Bukanlah sekarang sudah waktunya untuk bekerja. Apa berhubungan dengan pekerjaan?


"Ada pekerjaan yang harus kau selesaikan." ucap Nazumi.


Dandi hanya tersenyum dan kembali melangkahkan kaki keluar dari ruangan.


"Huff mulutku. Untung saja tidak keceplosan." ucap Nazumi lega.


Nazumi sudah kembali ke ruangan nya dan duduk di kursi kebesarannya. Tidak lama kemudian suara ketukan pintu membuatnya tersenyum. Sudah tau pasti siapa yang datang.


"Pekerjaan apa yang harus aku kerjakan?" tanya Dandi penasaran. Dia juga bingung pekerjaan apa yang akan diberi Nazumi kepadanya. Jika itu berhubungan dengan laporan, maka sudah dikerjakannya. Kali pekerjaan apa lagi?


"Tidak ada sih," ucap Nazumi enteng.


Dandi mengerutkan dahinya heran. "Lalu untuk apa kau menyuruhku kemari?" tanya Dandi.


Nazumi tersenyum lalu bangkit dari kursinya. Berlari kearah Dandi lalu memluknya dengan erat. "Aku hanya rindu." ucap Nazumi.


Rindu? bukannya tadi sudah bertemu dan bahkan setiap hari mereka akan bertemu. Apa dengan tidak melihatku dia akan semakin rindu?


"Nazumi, lepaskan! ini dikantor. Nanti dilihat orang. Bukankah tadi kita sudah ketemu." ucap Dandi sambil terus berusaha melepaskan pelukan. Semakin berusaha dia melepaskan pelukan, semakin kencang pula Nazumi memeluknya.


"Tidak akan ada orang lain yang melihatnya. Pintu sudah aku kunci dan kau sedang berada diruanganku." ucap Nazumi.


Dandi reflek melihat kebelakang. Apa benar pintunya sudah dikunci? Tapi bagaimana bisa? padahal tadi dia masuk sama sekali tidak menguncinya.

__ADS_1


"Aku rindu." ucap Nazumi lagi.


"Rindu?" tanya Dandi bingung. "Kamu lagi nggak sakit kan? koq bicaranya ngawur?" kata Dandi lagi.


"Aku rindu meluk kamu. Cuma disini kita bisa seperti ini." ucap Nazumi.


"Iya, tapi dikantor kita jangan seperti ini. Kita masih bisa seperti ini ditempat lain." balas Dandi. Entah mengapa dia merasa tidak enak jika Nazumi memperlakukannya seperti ini dikantor. Walau pun sekarang dia berada diruangan Nazumi.


Nazumi melepaskan pelukannya dan duduk disofa sambil cemberut.


Melihat Nazumi yang cemberut, Dandi mengikutinya duduk disofa. "Nazumi, aku tau kamu rindu. Tapi aku hanya minta jangan seperti ini jika kita sedang dikantor. Kita disini untuk bekerja bukan untuk bermesraan." ucap Dandi menasehati. Walau para karyawan sudah tau hubungan mereka, tapi jika seperti ini pasti akan menimbulkan gosip baru.


Nazumi yang mendengar juga merasa bersalah kepada Dandi. Apa yang dikatakan Dandi ada benarnya juga. Dasar, kenapa dia tidak bisa lepas dari Dandi dan selalu merasa rindu. Apakah dia semakin candu dengan wajah Dandi?


"Yaudah, aku minta maaf. Aku hanya mementingkan ego saja." balas Nazumi bersalah.


"Tidak apa-apa. Kau bisa memelukku lagi nanti." goda Dandi.


Nazumi yang mendengar tersipu malu. "Bagaimana kalau nanti malam kita keluar?" tanya Nazumi. Dengan begitu dia bisa bermesraan dan memeluk Dandi sepuasnya.


"Baiklah." balas Dandi dan Nazumi sontak kegirangan.


Dandi yang melihat hanya bisa tertawa kecil dengan tingkah calon istrinya tersebut.


"Baiklah, aku keluar. Aku harus bekerja dan kamu juga harus bekerja." ucap Dandi.


"Yaudah, sampai jumpa malam nanti." balas Nazumi tersenyum.


Dandi pun keluar dari ruangan Nazumi dan kembali ke ruangan nya.


Hy teman-teman semua, jangan lupa untuk membaca karya baru author yang berjudul KAU LAH TAKDIRKU. Isinya sama dengan yang YOU ARE DESTINY. Cuman karena ada kesalahan teknis maka judul diganti dan dibuat novel baru.


Jangan lupa Like, Vote dan Rate ya.


__ADS_1


__ADS_2