Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Boni lagi


__ADS_3

...💖💖💖...


"Bagus jika kau ada di sini, kembali ke ruangan mu, dalam waktu 15 menit, aku ingin laporan keuangan dari beberapa bulan yang lalu dan bulan ini ada di atas meja ku! Tidak boleh ada yang terlewat!" titah Arsandi dengan tegas, tanpa menoleh ke arah pria yang kini mengekori nya.


"A- apa pak? Dalam waktu 15 menit? Bagaimana saya bisa mengumpulkan nya pak! Emmm berkas keuangan beberapa bulan lalu aja hi- hilang pak!" ucap Boni dengan ragu.


Arsandi menghentikan langkah kaki nya, menatap tajam Boni.


"Cepat lakukan apa yang aku perintahkan pada mu! Atau kau mau Tuan Daniel sendiri yang menemui mu saat ini juga!" ancam Arsandi dengan seringai di bibir nya.


"I- i- iya pak, a- a- akan saya coba kumpulkan berkas yang bapak minta!" seru Boni dengan menelan saliva nya dengan sulit.


Boni melangkah dengan kaki yang berat, 'Sialannn, bagaimana bisa pak Arsandi menanyakan laporan keuangan bulan ini dan beberapa bulan yang lalu, apa pak Arsandi mulai mengendusss kecurangan yang aku lakukan? Aaahhhh sialll, ada poin yang harus aku rubah kalo begitu! Jangan sampai memancing kecurigaan nya!'


Arsandi mendudukan diri nya di kursi kebesaran, ruang wakil direktur.


"Ada apa bocah itu menghubungi ku sampai berkali kali? Apa ini ada hubungan nya dengan pekerjaan? Apa bicah itu kurang mengerti dengan berkas yang aku verikan pada nya?"

__ADS_1


Telpon nya baru aja tersambung dengan Mela, terdengar suara Mela yang langsung mencerocos tanpa jeda, bertamya pada nya.


"Pak Arsandi! Gimana keadaan bapak? Apa mereka mengurus bapak dengan baik? Pada hal aku baru mentransfer setengah dari yang bapak itu minta. Sekarang bapak di rawat di mana? Apa nya yang luka pak?" ] suara Mela terdengar tulus, menghawatirkan keadaan Arsandi.


Tapi tanggapan dari Arsandi, berbeda. Ia harus di hadapkan lagi dengan perkara yang menurut nya gak penting.


Dengan seenak nya, Arsandi justru malah memarahi dan mengumpat Mela.


[ "Heh bodohhh! Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti apa maksud mu? Sudah jelas kau yang mengganggu ketenangan ku, coba lihat. Berapa banyak kau menghubungi ku? Kau ini, menguras daya baterai hape ku aja! Jangan ulangi lagi! Aku baru sampai di kantor cabang yang ada di Malang! Ingat ya, begitu aku kembali, pekerjaan harus kau urus dengan baik dan gak ada kata salah! Mengerti!" ]


"Yang pasti aku ini lagi bahas bapak, bapak kecelakaan kan? Aku baru aja beberapa menit yang lalu, mentransfer sejumlah uang ke nomor orang yang akan mengurus segala keperluan bapak di rumah sakit."


[ "Apa? Kau sebodohhh itu? Mempercayai orang yang belum kau kenal? Astagaaa kau ini! Dasar wanita gila!" ] umpat Arsandi lagi gak punya perasaan.


"Apa kau bilang? Aku wanita gila? Aku ini menghawatirkan keadaan mu, pak! Begitu cara mu bicara dengan orang yang menghawatir kan mu? Tau gitu, biar saja kau mati tanpa ada seorang pun yang merawat mu, pak!" ] umpat Mela dengan, bulir bening yang gak terasa menerobos dari pelupuk mata nya dengan suara bergetar.


Mela langsung memutuskan sambungan telepon nya.

__ADS_1


"Dasar wanita gila!" umpat Arsandi, memijat kening nya.


Tok tok tok.


"Masuk!" seru Arsandi, menyuruh orang yang mengetuk pintu ruang kerja nya untuk masuk.


"Ayo kita lihat, sejauh mana Boni bisa mengelabui ku!" gumam Arsandi dengan senyum licik saat melihat Boni membuka pintu.


Bersambung...


...💖💖💖...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅


Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan

__ADS_1


__ADS_2