Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Elis gak mau tau


__ADS_3

...💖💖💖...


"Dalam mimpi pak!" jawab Mela dengan ketus.


Arsandi membuang nafas nya dengan kasar. "Aku rasa, mulai detik ini... aku akan mulai mengejar mu!" gumam Arsandi pelan, lalu menghilang di balik pintu yang kini tertutup rapat.


"Pak Arsandi ngomong apa sih tadi? Kaya orang kumur kumur gitu!" Mela mengerdikkan bahu nya, melanjut kan pekerjaan nya kembali.


...---...


Elis tengah sibuk memandang bunga bunga mawar di taman nya. Namun gak lama ia merasa jenuh, memilih membuka aplikasi novel online.


"Apa ini, seperti nya menarik." gumam Elis.


Elis tertarik dengan salah satu judul novel online yang muncul di beranda nya. Gendre rumah tangga- penderitaan istri, author mahlina.


Elis menghabiskan waktu nya membaca sampai habis novel tersebut.


"Ada apa dengan Nona Muda, pak koki!" tanya asisten koki, mengintip Nona Muda nya yang kini duduk di ruang tengah, bukan nya menonton tv, tapi masih sibuk dengan benda pipih nya.


"Jangan ganggu Nona. Nona itu sedang membaca novel online. Udah hampir 2 jam ini, Nona tampak sibuk membaca nya." ujar koki Adi.


"Baca novel dari mana? Aku gak lihat Nona memegang buku satu pun." terang asisten koki, menyelidik ke arah Elis yang masih fokus dengan hape nya.


"Sekarang ini jaman udah canggih, kamu kan anak muda jaman sekarang, masa gak tau ada aplikasi online yang menyediakan bacaan dalam bentuk novel dan komik?" tanya koki Adi, menatap sang asisten dengan serius.


"Owhhh saya malah baru tau. Tapi koki, Nona Muda itu jadi terlihat aneh lo. Baca novel tapi ketawa sendiri, nangis sendiri, kan lucu." terang asisten koki, malah aneh melihat Elis.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sana? Pelan kan suara kalian, kalian mengusik ketenangan ku!" omel Elis, melirik ke arah asisten koki dan koki Adi yang tampak tengah berdiskusi.


"Sedang memperhatikan Nona yang tampak aneh!" celetuk asisten koki tanpa rasa bersalah namun canggung melihat Elis yang tengah menegur mereka berdua.

__ADS_1


Tak.


Koki Adi menjitakkk kepala asisten nya dengan kepalannn tangan kanan nya.


"Jaga bicara mu!" sungut koki Adi penuh penekanan.


"Maaf Nona, asisten koki ini hanya bercanda. Silahkan Nona lanjut kan aktifi Nona, kami gak akan berani mengusik ketenangan Nona lagi!" seru koki Adi, lalu menunduk hormat pada Elis.


"Awas aja kalian sampai berani mengusik ku!" Elis mengerucutkan bibir nya, fokus kembali pada benda pipih nya.


"Kasian sekali sih ini Naura, sampai bab akhir pun gak tau kalo orang tua nya udah meninggal. Kenapa juga author nya menggantung cerita nya. Kan aku jadi penasaran ingin tau kelanjutan nya." gerutu Elis, mendapati novel yang sudah ia baca, ternyata sudah tamat.


Tanpa pikir panjang, Elis menghubungi Daniel lewat benda pipih nya.


"Aku harus menanyakan pada Daniel, mungkin aja dia tau alasan nya kan!" pikir Elis, membenarkan sendiri pemikiran nya itu.


Setelah sambungan telepon nya tersambung, Daniel langsung mencecar Elis tanpa memberikan kesempatan untuk mereka bertanya.


^^^"Assalamualaikum sayang ku, tumben kamu menghubungi ku di jam seperti ini. Kangen ya sama aku? Atau baby utun yang kangen dengan papi nya?" tanya Daniel dengan percaya diri nya.^^^


^^^"Apa yang ingin kamu tanyakan sayang? Pasti akan aku jawab setiap hal yang kamu tanyakan." jelas Daniel tanpa ragu.^^^


[ "Hubby, kenapa author mahlina sudah lebih dulu membuat tamat cerita nya yang berjudul 'Sangkar suami kejam' aku yakin, pasti ada alasan kuat di balik itu kan!" ] cicit Elis pada Daniel dengan suara yang di buat manja.


^^^"Apa sayang? Author mahlina? Sangkar suami kejam? Tamat? Apa itu?" cecar Daniel, bingung dengan arah pembicaraan Elis.^^^


[ "Hubby, aku sedang bertanya serius pada mu, ayo jawab! Aku menunggu jawaban mu hubby!" ] rengek Elis dengan tatapan mengembun.


'Tega sekali Daniel pada ku! Aku bertanya pada nya karena mendesak ingin tau kenapa dengan penulis mahlina.' gerutu Elis meski dalam hati.


^^^"Sayang ku, kamu bertanya tentang apa?"^^^

__ADS_1


[ "Aku bertanya soal novel, hubby! Aku baru aja selesai membaca nya. Sekarang aku minta pada mu untuk menjawab setiap pertanyaan dari mu." ] rengek Elis dengan menuntut.


^^^"Apa? Bagaimana bisa aku menjawab nya sayang! Kan yang membaca nya itu kamu, dan yang tau alasan sudah pasti penulis nya."^^^


[ "Tapi aku ingin kamu tau jawaban nya hubby! Sekarang, jawab hubby!" ] rengek Elis gak mau tau.


Elis mendengar Daniel menghembiskan nafas nya dengan kasar.


[ "Ada apa hubby? Kamu lelah? Apa kamu cape, atau kamu lagi sibuk?" ] tanya Elis ingin tau.


^^^"Aku tidak apa apa sayang, aku akan pulang siang ini untuk menjemput mu. Bersiap lah! Kita makan siang di luar ya!" seru Daniel, mengalihkan topik pembicaraan.^^^


[ "Apa? Makan siang di luar? Apa kamu lupa, baju ku gak ada lagi yang muat dengan bentuk tubuh ku hubby!" ] omel Elis.


^^^"Ah oya aku lupa, akan aku kirim beberapa pakaian untuk mu. Nanti di coba ya, dan pilih lah yang paling kau suka lalu kenakan. Oke sayang ku! Aku lanjut kerja lagi ya! Love you sayang!" Daniel buru buru mengakhiri panggilan telepon nya.^^^


"Dasar Daniel! Mudah mudahan aja pakaian yang ia kirim... sesuai dengan selera ku!" Elis beranjak dari posisi nya yang tengah tiduran di sofa, dengan kepala di lengan sofa.


"Udah selesai Nona, baca novel nya?" tanya koki Adi, melihat Elis meninggalkan ruang tengah.


"Sudah, jika belum selesai... aku pasti masih di sana!" Elis menunjuk sofa yang tadi ia gunakan.


"Ah iya Nona benar. Apa Nona ada yang ingin di makan, biar nanti saya siapkan." seru koki Adi tampak bodohhh di depan Elis.


"Buatkan aku jus alpukat dan di atas nya jus semangka. 2 rasa buah dalam satu gelas! Sekarang! Aku gak mau menunggu lama!" ucap Elis, berlalu pergi menuju lantai atas, kamar nya.


"Menyesal aku menawarkan Nona. Mau cari di mana buah alpukat? Sekarang kan bukan musim buah alpukat!" koki Adi menepuk kening nya sendiri.


Bersambung...


...💖💖💖...

__ADS_1


Like dan komen nya napa 🥺


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya


__ADS_2