Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Aku ingin tau


__ADS_3

...💖💖💖...


"Itu balasan nya kalo berani mengerjain ku! Berani nya kau membuat ku malu di depan Arsandi! Dasar Daniel!" umpat Elis yang lagi kadar baper tinggi.


Elis melangkah dengan santai dan membaringkan tubuh nya di atas kasur, menyandarkan punggung nya di kepala ranjang, dengan kaki kanan menyilang di atas kaki kiri.


"Hidup itu emang harus di bawa santai dan di nikmati." gumam Elis, memainkan benda pipih nya dan berseluncur di dunia maya.


Gak sengaja ia melihat kenangan yang beberapa bulan lalu saat diri nya masih bersama dengan Wiliam, terpampang kembali di akun media sosial nya.


Elis cukup tertegun, jemari nya terulur menyentuh layar pipih yang menampilkan beberapa foto diri nya dulu saat bersamaan Wiliam.


'Sebenar nya apa yang di lakukan Daniel pada Wiliam? Apa Wiliam tidak separah yang aku lihat terakhir kali? Apa kalo aku menanyakan nya pada Daniel, gak akan jadi masalah?' batin Elis bertanya tanya.


Namun gak lama ia kembali terbawa ke dunia nyata, saat layar yang ia pandang kenangan nya dulu, berganti dengan dering telpon.


...Calling...


...Hubby...


Elis mendengus, melihat ke arah balkon dengan sebal.


[ "Ada apa lagi hem?" ] tanya Elis dengan ketus, setelah menjawab sambungan telpon nya


^^^"Maaf kan aku cinta ku, tolong buka pintu nya, aku merindukan mu honny!" rayu Daniel, dengan wajah memelas terpampang nyata di dinding kaca pembatas kamar dan balkon.^^^

__ADS_1


[ "Aku masih marah pada mu! Tidur saja di luar sampai besok pagi!" ] ujar Elis dengan manja, menunjukkan bibir yang mengerucut.


^^^"Astagaaa sayang, aku merindukan bibir mu uppss maksud ku ya ka- kamu sayang, aku sangat merindukan mu, aku ingin memeluk mu, aku gak bisa tidur tanpa kamu dan calon bayi kita sayang!" Daniel kembali merayu Elis.^^^


'Apa aku manfaatkan aja, biar Daniel mengatakan pada ku, apa yang ia lakukan pada Wiliam, Daniel gak sejahat itu kan... tega melenyapkan Wiliam?' pikir Elis.


^^^"Sayang, cinta ku, manis ku, belahan jiwa ku, kau masih di sana, kau masih mendengar ku kan? Utun pasti merindukan belayan tangan daddy nya sayang! Buka pintu nya! Ayo lah, jangan siksaaa aku seperti ini sayang!"^^^


[ "Aku punya satu penawaran untuk mu, jawab pertanyaan ku, baru aku bukakan pintu untuk mu. Diel!" ] ujar Elis dengan ragu, menarik senyum di bibir nya.


^^^"Apa pun itu, tanyakan saja sayang. Tapi jangan yang susah kau beri pertanyaan untuk ku!"^^^


Tatapan Daniel mengikuti pergerakan Elis yang turun dari ranjang, lalu berjalan ke depan dinding kaca. Ke dua nya berdiri di satu tempat yang sama, saling berhadapan, hanya saja terpisah dengan dinding kaca, Daniel di balkon, Elis di kamar.


^^^"Apa yang ingin kau tanyakan, hem? Aku sangat mencintai mu, tinggi nya gunung akan aku panjat, hanya untuk menunjuk kan rasa cinta ku pada mu. Dalam nya lautan akan aku selami, hanya untuk membuat mu yakin pada ku, apa pun yang kau inginka, pasti akan aku kabulkan." ucap Daniel tanpa ragu di mata nya.^^^


Elis menggeleng kan kepala nya. 'Bukan itu yang ingin aku tanyakan pada mu, Daniel!'


Seolah tau dengan arti gelengan yang di perlihatkan Elis, Daniel langsung bertanya dengan tatapan menyelidik, dengan suara yang sangat dingin. Seolah diri nya sedang bertanya pada orang lain yang gak ia kenal.


^^^"Jangan bilang jika kau ingin tau, apa yang terjadi pada Wiliam Smith!"^^^


Tanpa sadar, Elis langsung bertanya dengan tatapan heran pada Daniel, hati kecil Elis pun ikut bertanya tanya.


[ "Bagaimana kau bisa tau? Aku belum bertanya pada mu, tapi kau sudah mengatakan nya pada ku, Daniel?" ]

__ADS_1


'Kenapa Daniel bisa tau ya? Aku kan belum mengatakan nya? Apa Daniel bisa membaca pikiran ku?Sejak kapan?' batin Elis penuh tanya.


^^^"Aku mencintai mu, Elis. Aku tau apa yang sedang kau pikirkan, jangan bilang jika Wiliam masih ada di hati mu! Kau lupa jika saat ini aku adalah suami mu? Ayah dari janin yang sedang kau kandung?" ujar Daniel masih dengan suara yang dingin dan datar, dengan tatapan yang menyeramkan, tangan Daniel mengepalll.^^^


[ "A- aku hanya ingin bertanya Nil, aku ingin tau. Kamu gak mengotori tangan mu, hanya dengan melenyapkan nya kan? Apa sekarang Wiliam baik baik aja, sama seperti mu?" ] tanya Elis, dengan tanpa sadar melangkah mundur satu langkah, melihat kilatan kemarahan di mata Daniel.


^^^"Kau masih mencintai nya atau tidak? Katakan pada ku hah!" tanya Daniel dengan suara meninggi.^^^


[ "Aku tidak mencintai nya! Aku hanya mencintai mu! Aku sungguh sungguh! Maaf jika aku menyinggung mu! Tapi aku juga menghawatir kan kalian berdua. Hanya itu saja." ]


Tanpa sadar tatapan Elis mengembun, di sertai dengan kaget nya ia yang mendengar suara bentakan dari sang suami, pria yang gak pernah berkata kasar sekali pun pada nya.


^^^"Menghawatirkan kami berdua!" ujar Daniel dengan sinis.^^^


Bugh.


Prang.


Bersambung...


...💖💖💖...


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2