
...💖💖💖...
"Kamu bawel banget sih! Poko nya cari aja dulu kang bakso yang pake gerobak keliling!" omel Elis, merajuk dengan memeluk lengan Daniel, berkata dengan sedih.
Dalam hati Elis berbeda, dia tertawa puas. 'Aku mau buat sesuatu yang cetar, hehehe. Kejutan buat kamu karena sudah menipu ku! Dasar Daniel!'
"Jangan bilang kau sedang merencanakan sesuatu, sayang!" seru Daniel, membaca gelagat aneh dengan sikap yang di perlihatkan Elis.
"Aku bisa merencanakan apa? Aku bukan kau yang bisa merencanakan hal bodohhh, kau yang membuat ku hamil. Iya kan!" sungut Elis dengan mengerucutkan bibir nya, menatap jengkel Daniel.
"Itu kang bakso!" Mela berseru, dengan tangan kanan nya yang terulur di depan wajah Arsandi.
Ciiit.
Arsandi menginjak pedal rem, saking terkejut nya dengan tangan mulus yang terulur tiba tiba di depan nya.
"Astagaaa kau ini mau cari mati hah! Aku sedang mengemudi!" umpat Arsandi dengan wajah frustasi.
Bugh.
Daniel dan Elis sama sama memantul dengan punggung menabrak sandaran kursi.
Prak.
"Ngerem yang benar! Kau mau membuat istri dan calon bayi ku terluka hah;" umpat Daniel, setelah menjitak kepala Arsandi dengan tangan nya.
"Maaf Tuan Muda." ucap Arsandi, dengan tatapan tajam menusuk Mela.
Daniel masih memgomel, langsung di sanggah Elis.
"Sekali lagi kau mengulangi nya lagi, ku ..."
"Udah ihs ribut mulu! Cepet turun... ke buru kang bakso nya makin jauh itu!" omel Elis, menghentikan omelan Daniel pada Arsandi.
"Tunggu apa lagi! Cepat turun!" titah Daniel, saat tatapan nya beradu pandang dengan Arsandi di kaca spion.
Arsandi turun lebih dulu, daun telinga nya sudah panas mendengar omelan dan umpatan Daniel.
"Maaf Nona, mau makan di dalam mobil, atau mau di bawa pulang?" tanya Mela, sebelum turun dari mobil.
Mela di buat melongo, mendengar permintaan aneh wanita yang baru aja jadi Nona Muda nya.
'Apa aku gak salah dengar? Nona Elis meminta Tuan Daniel, untuk mendorong gerobak bakso nyampe rumah?' batin Mela penuh tanya.
"Aku mau kau dorong gerobak itu Daniel! Bawa sampai ke rumah! Aku ingin kita makan di rumah!" seru Elis dengan enteng nya.
Daniel menganga, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya.
__ADS_1
"A- apa sayang? Ka- kau yakin ingin aku yang mendorong gerobak bakso itu sampai rumah?" tanya Daniel dengan tergagap.
Elis mengangguk dengan mantap.
"Ini permintaan cabang bayi, sayaaang!" seru Elis dengan manja, mengelusss perut nya yang masih datar dengan ke dua tangan nya.
Daniel menelan saliva nya, menatap perut datar Elis dengan tatapan berembun.
'Apa ini hanya alasan Elis belaka, untuk membalas perbuatan ku? Tapi apa pun itu, jika menyangkut calon bayi yang tengah di kandung Elis... aku pasti bisa melakukan nya!' batin Daniel menyemangati hati nya sendiri.
"Baik lah, apa pun itu... pasti akan aku lakukan!" seru Daniel, dengan senyum mengembang.
Cup.
Cup.
Daniel mendarat kan kecupan di perut rata Elis, lalu mengelusss nya.
"Do'akan daddy ya sayang! Deddy akan melakukan apa pun yang menjadi keinginan mu!" seru Daniel, seolah mengajak ngobrol bayi dalam kandungan Elis.
Arsandi masuk kembali ke dalam mobil, tidak membiarkan Elis membawa mobil, seperti apa yang di perintahkan Daniel.
"Kau masuk lah! Jangan biarkan Elis mengemudi. Telapak kaki nya masih sakit, aku tidak ingin luka di kaki nya semakin memburuk." ucap Daniel, yang berlalu menghampiri kang bakso.
"Maaf kang, bisa saya minta tolong akang, saya butuh bantuan dari akang bakso." pinta Daniel, setelah berdiri di samping kang bakso.
"Kalo saya bisa tolong, pasti saya tolongin atuh den... tapi saya bisa tolongin apa ya den?" tanya kang bakso, menatap bingung pria berwajah tampan dengan pakaian rapi.
"Lah ya bisa atuh, biar saya bungkus bakso nya atuh den! Nanti bisa makan di rumah!" jelas kang bakso mengambil kesimpulan.
"Bukan begitu kang, kalo gerobak bakso akang saya dorong sampai rumah saya... apa akang keberatan?" pinta Daniel.
"Hah? Lah ya kalo aden yang dorong gerobak bakso saya sampe rumah aden, jualan saya pagi mana den? Kan saya lagi jualan ini!" ucap kang bakso, menolak dengan halus.
'Gila ini orang, gue lagi jualan di kata lagi maen masak masakan kali.' batin kang bakso, geleng kepala menatap pria yang ia pikir aneh.
"Saya bayar semua bakso akang! 2 kali lipat, 5 kali lipat." ucap Daniel, bernego saat kang bakso malah terpaku di buat nya, Daniel mengeluarkan semua uang cash yang ia miliki dari dalam dompet.
"Sisa nya saya trasfer, atau kalo mau akang bisa ikut saya ambil uang di atm." ucap Daniel, meletakkan semua uang cash nya ke telapak tangan kang bakso.
Kang bakso menelan saliva nya dengan sulit, menatap banyak nya uang yang ada tangan nya kini.
"Astagaaa ya gustiii, ini beneran uang? Buat saya? Aden serius?" cecar kang bakso, menatap dengan binar binar haru, uang yang ada di tangan nya lalu beralih ke pria yang bahkan ia tidak kenal nama nya.
Daniel malah salah mengartikan reaksi kang bakso, yang berfikir jika uang yang ia berikan masih kurang.
"Saya tambah dengan motor sport keluaran terbaru, apa itu cukup?" tawar Daniel.
__ADS_1
Sementara di dalam mobil, Mela dan Elis sama penasaran dengan apa yang di lakukan Daniel.
"Kenapa lama sekali sih! Gak tau apa aku udah pengen banget makan bakso di rumah, sambil nonton kartun!" umpat Elis.
"Perlu saya turun, Nona?" tawar Arsandi.
Tin tin tin tiiiiin.
Tanpa banyak bertanya, Mela malah membunyikan klaskon mobil berkali kali. Yang berhasil membuat perhatian orang yang ada di sekitar nya.
Daniel benar benar mendorong gerobak bakso, dengan arahan dari kang bakso.
Kang bakso yang tidak ingin terjadi hal buruk pada gerobak dagangan nya, memberikan contoh pada Daniel.
Kini Daniel mendorong gerobak kang bakso, berjalan menuju kediaman nya. Dengan mobil yang di tumpangi Elis mengikuti dari belakang.
"Atuh si aden, serius ini mau dorong ampe rumah? Apa gak cape?" tanya kang bakso, melihat peluh membasahi kening Daniel, bahkan punggung nya sudah basah dengan keringat.
"Gak apa kang, demi calon anak yang ada dalam kandungan istri saya, demi ngidam nya istri saya, ini bukan hal berat kok buat saya!" ucap Daniel dengan senyum mengembang.
"Hebat atuh si aden, pasti istri aden bakal bangga banget. Cinta aden teh mengalahkan berat nya ini gerobak bakso saya ahahhaha!" kang bakso tergelak.
"Ahahha akang bisa aja! Saya beneran cinta kang sama istri saya, mau istri saya minta saya manjat gunung juga bakal saya jabanin kang!" canda Daniel.
"Gunung kenikmatan atuh itu mah den yang di panjat wahahha!" kang bakso makin tergelak.
Semua para pekerja yang ada di kediaman Daniel, kini menikmati bakso. Mereka mengantri di taman depan rumah Daniel.
"Aku mau buatan kamu!" rengek Elis dengan manja, duduk di ayunan yang dadakan di buat pak Didi.
"Aku yang buat?" tanya Daniel dengan mata melotot.
Elis mengangguk dengan mantap.
Daniel membuatkan semangkuk bakso untuk Elis, sesuai arahan dari kang bakso.
"Ayo aku suapi, ini pasti enak!" seru Daniel, meniup niup bakso yang ada di sendok, hendak meluncur ke depan mulut Elis.
Bakso baru juga berada di depan mulut Elis, di saat Elis baru akan membuka mulut nya, siap menerima suapan Daniel. Rasa mual yang tidak tertahankan kini menghampiri nya.
"Uuuuuuwweeek uuuwweeek!"
...💖💖💖...
Bersambung...
Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...