
...💖💖💖...
"Ahahha kau wanita payah, ini aku Wiliam! Aku bukan Daniel!" bantah Wiliam.
Brugh.
Tubuh ke duanya ambruk di atas sofa, dengan lengan Wiliam yang menjadi bantalan kepala Stefani.
Entah siapa yang memulai, ke duanya kini polos tanpa sehelai benang pun, saling mencurahkan hasrattt mereka. Mengecap surga dunia meskin ini bukan kali pertama untuk Stefani dan juga Wiliam.
Hingga tubuh ke duanya tumbang dan ambruk dengan saling berpelukan.
...---...
Matahari cerah menyusup masuk ke jendela kamar yang kini tirainya di buka oleh Daniel.
"Morning sayang!" sapa Daniel, begitu melihat ada pergerakan dari bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos Elis.
"Emmmmhhhh apa ini sudah pagi? Jam berapa sekarang?" Elis menarik tangannya ke atas, mengulet dengan leluasa dengan ke dua mata indahnya yang malas untuk terbuka.
"Jam sembilan pagi!" Daniel meraih segelas susu hangat yang ada di atas meja untuk Elis.
"Apa? Kau serius? Kenapa tidak -----"
Elis langsung bangkit dari tidurnya.
Srooot.
__ADS_1
Selimut yang sedari tadi menyelimuti tubuh polosnya kini melorottt, menampilkan tubuh atasnya yang polos dengan dua gundukan kembar yang menggantung bebas tanpa kain penutup.
Elis melotot tajam, saat mendapati beberapa tanda keunguan di beberapa titik pada tubuh tanpa celahnya. Membuat Elis berteriak dengan ke dua tangan menggaruk kepalanya dengan frustasi.
"Danieeeeeel kurang ajarrr kau, apa yang kau lakukan pada kulit mulus ku! Gak tau kah kamu, ini perawatannya gak murah Daniel!"
Elis langsung meraih kembali selimut itu, dan menutupi tubuh bagian atasnya, ia memgintip lagi pada bagian bawah yang ia duduki.
"Huh aku pikir kita sudah melewati malam panas, tapi ternyata syukur lah!" gumam Elis yang berfikir jika tidak ada bercakkk darah, berarti mereka tidak melakukan hal yang lebih semalam.
Daniel mengerutkan keningnya, menatap Elis dengan senyum tipis tersungging di bibirnya, pasti Elis berfikir jika aku dan dia tidak melakukan hal lebih! Kau salah sayang, aku sudah merenggut hal yang paling berharga dari mu, dan itu sudah menjadi hak ku untuk menikmatinya.
"Apa yang kau fikirkan?" tanya Daniel yang kini berdiri di samping Elis.
"Tidak ada, mau tau aja!" ketus Elis dengan menatap malas Daniel, semalam itu aku pasti hanya sedang bermimpi. Tapi kenapa tubuh ku seakan remukkk begini ya! Seperti habis terjatuh dari ketinggian. Mungkin aku hanya lelah karena acara kemarin kali ya!
Elis menepis semua prasangka buruk dalam hatinya. Beranggapan jika semalam hanya lah mimpi dan bukan hal yang nyata.
Elis hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayo minum susu mu dulu selangi masih hangat!" ucap Daniel dengan hangat.
Elis menatap tajam segelas susu putih yang di sodorkan padanya, dengan pemikiran buruk dan baik yang kini berseliweran di kepala Elis. Yang semakin membuatnya pusing saat memikirkannya.
Jangan di minum Elis, bisa aja kan minuman itu di campur sesuatu. Dan kamu akan terbuai lalu melakukannya lagi.
Melakukan apa? Kan tidak ada yang terjadi di antara kalian, tidak ada bercakkk darahhh kan di bawah mu itu, itu artinya Daniel tidak meminta haknya pada mu! Kau masih suci, Elis!
__ADS_1
Jangan percaya, dia itu bohong. Pasti Daniel sudah mengganti spreinya dengan yang baru. Ingat ingat warna spreinya, berbeda kan!
Elis, sekali pun kau memberikan kesucian mu padanya itu suatu pahala untuk mu, itu sama saja kau sudah memberikan haknya sebagai suami mu!
"Aakkkkh pergi kalian!" Elis menggaruk kepalanya dengan frustasi.
"Hei! Aku hanya menyuruh mu untuk minum susu ini! Memang aku menyuruh mu untuk apa hem?" tamya Daniel dengan mengelusss bahu Elis.
"Menjengkelkan!" gerutu Elis.
Elis menyambar segelas susu putih hangat dari tangan Daniel, lalu meminumnya sampai isinya kini tandas, berpindah memenuhi kerongkongan Elis yang tampak gersang.
"Haus sekali, apa mau lagi?" Daniel mengamati gelas yang kini kosong ada di tangannya.
"Tidak, itu sudah cukup untuk ku! Aku mau mandi!" Elis mengerucutkan bibirnya.
"Biar aku gendong!" Daniel meletakkan gelas kosong itu di atas meja.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri ke kamar mandi." belum sempat Elis menggeser kakinya untuk turun dari kasur. Daniel lebih dulu menggendongnya.
"Kyaaaa!" pekik Elis.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...