Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Mela


__ADS_3

...💖💖💖...


"Tapi ini enak sayang!" ujar Elis.


Daniel mengarahkan sedotan ke depan bibir Elis. "Jangan lupa minum!" cicit Daniel.


"Daniel! Kamu benar Daniel kan? Astagaaa, gak nyangka lo aku, kita bisa ketemu di sini!" ucap seorang wanita berparas ayu, berdiri di samping Daniel dengan tatapan berbinar.


Daniel menatap jengah pada jemari yang kini mendarat di bahu nya. Tatapan Daniel, kini membawa nya pada seorang wanita yang tengah berdiri di samping nya dengan tatapan yang berbinar.


Mela menelan saliva nya dengan sulit, saat orang yang di sapa nya dengan ramah, justru memberikan tatapan dingin pada nya.


Daniel menatap datar wanita itu dengan kening mengkerut, satu tangan nya kini menepis tangan wanita itu dari bahu nya dengan kasar.


"Astagaaa Daniel, kau sekasar ini pada ku?" ucap Mela dengan kaget, saat tangan nya di tepis dari bahu Daniel.


'Siapa lagi wanita ini? Seenak nya aja mendarat kan tangan di bahu ku, di kata bahu ku ini jemuran apa!' sungut Daniel dengan tatapan tidak suka, tidak mengenali wanita itu.


"Maaf Nona, aku tidak mengenal mu! Bisa kau tinggalkan kami! Aku sedang makan dengan istri ku, dan aku tidak ingin istri ku merasa terganggu dengan kehadiran orang yang tidak di kenal!" ucap Daniel acuh, tanpa menatap wanita yang tidak ia kenal.


"Kau sudah menikah? Wanita ini istri mu? Aku Mela, adik kelas mu!" tanya Mela dengan keterkejutan nya, menatap Elis yang tampak datar, lalu tersenyum sedikit pada nya.


"Ehem, Daniel... bisa kau jelaskan pada ku? Siapa wanita ini, sayang?" tanya Elis dengan menghentikan makan nya, menatap datar sang suami.


"Aku kan sudah bilang, aku tidak mengenal nya! Lanjut kan saja makan mu! Perlu aku suapi rupa nya!" Daniel menarik makanan Elis yang ada di hadapan nya, hingga menggeser ke depan Daniel.


"Aku tidak percaya jika kau ini istri nya Daniel. Kenal kan, aku salah satu adik kelas nya Daniel dulu saat masih di kampus. Daniel satu tingkat di atas ku kala itu! Aku Mela." ucap dengan riang.


Tanpa permisi lagi, Mela mendaratkan bobot tubuh nya di salah satu kursi, dekat Daniel.


Elis mengerutkan kening nya, menatap tidak suka pada wanita yang mengaku Mela, duduk di samping Daniel.


"Apa perkataan ku kurang jelas, kenapa kau malah duduk di samping ku?" Daniel menatap sekilas, wanita yang duduk di samping nya.

__ADS_1


Sementara tangan Daniel menyuapkan Elis makanan nya. "Ayo buka mulut mu!" ujar Daniel dengan lembut pada Elis.


"Kalian sudah lama menikah? Kenapa kalian tidak mengundang ku?" tanya Mela, sok dekat pada ke dua nya.


"Maaf Nona, aku sungguh tidak mengenal mu! Bisa kan kau meninggalkan aku dan istri ku? Jangan memaksa ku untuk bertindak kasar pada mu!" ucap Daniel dengan datar, memperingati wanita yang terus saja mengganggu diri nya dan Elis.


"Ayo lah, aku tidak menggangu kalian, siapa nama mu Nona? Kau cantik, tapi masih lebih cantik aku bukan!" ujar Mela dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Elis yang mendengar nya malah menahan tawa, dengan mulut yang mengunyah makna nya.


'Gadis ini benar benar percaya diri sekali. Aku tidak percaya Daniel bisa mengenal wanita ini!' batin Elis.


"Kau tau, kau itu tidak sopan ikut bergabung di sini! Masih banyak meja kosong tanpa penghuni! Enyah kau dari hadapan ku!" Daniel mengusir Mela dengan sorot mata yang tajam.


"Waaah jangan sejahat itu pada ku, Daniel! Aku ini seorang wanita, dan kau di lahirkan dari rahim wanita, apa kau tidak menyayangi ibu mu, berani mengusir ku? Aku kan hanya merindukan mu, sudah lama aku mencari mu, tapi gak ketemu juga!" terang Mela panjang kali lebar.


Mela menelan saliva nya, melihat ke dua orang yang baru saja ia temui, dengan enak nya makan bersama. Sedang kan ia hanya menelan saliva nya dengan bibir yang terus mengoceh.


"Itu yang aku tunggu!" Mela beranjak dari duduk nya dengan wajah senang. Melangkah ke meja kasir dan memesan makanan.


"Kau itu terlalu baik sayang! Harus nya kau abaikan saja wanita itu! Sudah jelas aku tidak mengenal nya!" protes Daniel, namun tetap menyuapkan makanan untuk diri nya sendiri, dan Elis dengan tangan nya.


"Kau tau sayang, aku melihat gadis itu tampak nya jujur, polos, tidak mengada ada. Mungkin kau saja yang tidak mengingat nya, tapi sebenar nya kalian saling mengenal." goda Elis, memainkan alis nya naik turun.


"Aku mengenal nya atau tidak, itu tidak penting sekarang. Yang aku pertanyakan, kenapa kau malah mengundang nya untuk makan bersama dengan kita hem? Masih banyak meja yang kosong kan!" ujar Daniel, menuntut Elis untuk menjawab pertanyaan nya.


"Yang tadi aku bilang, Daniel.... wanita itu tampak polos, jujur, baik, bicara nya ceplas ceplos." jelas Elis.


"Jangan langsung menilai seseorang sayang. Bisa saja kan... kesan pertama menipu mu. Sama seperti yang sudah sudah. Sudah berapa kali kau tertipu dengan penilaian mu pada pandangan pertama?" sindir Daniel, tanpa sengaja mengingatkan Elis dengan penilaian nya pada Stefani dan Wiliam.


Elis mengerucutkan bibir nya, tidak terima dengan apa yang di katakan Daniel.


'Aku salah menilai Wiliam, itu kan karena aku pake perasaan. Aku dulu terlalu mencintai nya, hingga mata hati ku di buat buta, buta akan cinta.' dumel batin Elis.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan mu, sayang?" tanya Elis, dengan tatapan menyelidik pada Daniel.


"Aku kenapa? Tidak ada yang salah dengan ku!" ujar Daniel, menyeruput minuman nya.


"Apa selama kita menikah, kau menipu ku? Sama seperti yang di lakukan Wiliam, mantan tunangan ku, yang sudah menipu ku?" cecar Elis, dengan tatapan menyelidik, dengan suara penuh penekanan.


"uhuk uhuk uhuk uhuk." Daniel tersendak minuman nya, dan terbatuk batuk.


"Kalo minum itu pelan pelan sayang! Kau ceroboh sekali!" cicit Elis, beranjak dari duduk nya. Mengelusss punggung Daniel.


'Bagai mana jika Elis tau, selama menikah aku yang sudah menukar obat nya, obat yang selama ini ia konsumsi. Bukan obat pencegah kehamilan, melainkan obat penyubur kandungan dan vitamin? Apa aku sanggup menerima amukan nya, menerima kemarahan nya? Tidak, Elis tidak akan marah pada ku, aku harus meyakinkan. Jika Elis kini mencintai ku, tidak menginginkan perpisahan, sesuai dengan kontrak nikah sialannn itu!' batin Daniel, dengan menatap Elis dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aku tidak apa apa! Kau lanjutkan saja makan mu, aku perlu ke toilet." Daniel beranjak dari duduk nya, mengayunkan langkah kaki nya menuju toilet pria yang ada di moll.


"Eh, kemana Daniel?" tanya Mela, saat kembali ke meja nya. Namun tidak mendapati Daniel.


"Hanya ke toilet sebentar. Nanti juga kembali." kini Elis menikmati es krim nya.


"Kau kenal di mana sama Daniel? Sejak tadi aku tidak tau nama mu, nama mu siapa?" tanya Mela, menatap Elis dengan menyelidik.


"Aku Elisabeth, dulu aku pikir Daniel itu hanya supir pribadi ku. Tapi ternyata aku salah!" jelas Elis.


"Supir pribadi? Salah? Salah gimana maksud nya?" cecar Mela ingin tau.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2