Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
60. mengenali jalan


__ADS_3

...💖💖...


Elis mengerutkan kening nya, mau tidak mau ia menoleh, menatap Daniel dengan tatapan yang menyelidik.


"Ini kan, kita gak balik kantor?" tanya Elis, saat mengenali jalan yang mereka lalui adalah jalan menuju rumah baru mereka.


"Apa masih perlu untuk ku menjawab nya?" ledek Daniel.


"Ihsss kau ini!"


"Apa ada yang ingin kau beli, sebelum kita kembali ke rumah?" tanya Daniel.


Elis diam, namun pikiran nya melalang buana. 'Aku ingin ke rumah sakit, aku butuh memastikan apa aku hamil atau aku hanya telat datang bulan. Tapi, ah pusing sendiri, di bawa santai aja lah, gak usah di bawa stres.'


"Hei, apa ada yang ingin kau beli, sayang? Kita bisa mampir dulu ke mana gitu!" bujuk Daniel.


"Gak deh, aku lelah. Kita langsung pulang aja. Berendam dengan air hangat dengan aroma terapi, seperti nya menyenangkan!" pikir Elis.


"Kita berendam bersama ya! Dalam satu bathtub, itu lebih menyenangkan!" timpal Daniel.


Prak.


Elis menggeprak lengan Daniel dengan tangan nya.


"Gak usah ngadi ngadi, fokus aja sama jalan!" cibir Elis.


"Jadi kau tidak keberatan, jika kita berendam bersama? Baik lah, aku suka itu!" ledek Daniel dengan tatapan menggoda.


"Danieeeeel, kau menyebalkan! Tapi aku suka!" gerutu Elis dengan pura pura merajuk.


"Kau menggemaskan!"


...-----...


Di bawah langit mendung, dengan matahari yang tampak malu malu menyinari bumi. Elis menggeliat di bawah selimut nya.


"Sayang! Ayo bangun... kau lupa ya, hari ini kita ada jadwal untuk melihat lokasi, untuk cabang market yang akan kita dirikan!" ujar Daniel, dengan memasang kancing kemeja yang baru saja ia kenakan.


"Sebentar lagi, sayang!" ucap Elis dengan manja.


Sreeek.


Daniel menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh sang istri. Tampak lekukan lekukan indah dengan di tutupi kain tipis yang menjiplak apa yang kain itu tutupi.


Elis membalikkan tubuh nya, jadi menghadap ke arah Daniel, memperlihat melon kembar nya tampak menggoda.

__ADS_1


Daniel menelan saliva nya dengan sulit. "Menyesal aku membuka selimut nya! Kau sungguh menggoda sayang! Mustahil jika aku mengabaikan nya, di pagi yang mendung ini, memang pas jika kau yang menjadi santapan sarapan ku, baby!" ujar Daniel dengan seringai nakal di bibir nya.


"Emmmm sana pergi, aku masih ngantuk!" rengek Elis, bak anak kecil yang masih enggan untuk terbangun dari tidur nya.


Sreeeek.


"Daniel! Semalam kan sudah!" rengek Elis, saat ke dua tangan Daniel, melorotkan segi tiga pengamannn Elis yang berwarna putih.


"Tidak apa, aku menginginkan mu lagi!" Daniel melepasss kain penutup melon kembar Elis dengan mudah.


"Jangan, Daniel!" rengek Elis dengan di susul desahannn, erangannn yang meluncur bebas dari bibir Elis.


"Ayo sayang, ke luarkan lagi suara mu! Jangan kau tahan!" bujuk Daniel, melihat Elis yang menggit bibir bawah nya.


"Aaahhhhh Daniel, pelan pelan!" rengek Elis dengan wajah bantal nya.


Ke dua mata indah Elis, dengan sendiri nya terbuka, melihat pahatan pahatan indah, milik sang suami yang tengah bermain main di atas tubuh nya.


"Sayang emmmhhh!" lenguhannn kembali terdengar di telinga Daniel, saat Elis mencapai puncak nya.


"Kau ke luar sayang!" Daniel tersenyum puas, berhasil membuat Elis kembali merasakan indah nya surga dunia, seakan melayang, dan merasakan basahhh milik sang istri yang lebih dulu ke luar, Elis pun menggelenjinggg.


"Sayaaang, kau bisa terlambat melihat lokasi emmmhhh aaahhhh!" Elis mencoba menghentikan permainan Daniel yang semakin menggila. Semakin pandai mempermainkan tubuh Elis, membuat wanita yang ada di bawah kungkungan nya kembali terbuai.


Bukan Daniel jika hanya akan menerkam Elis dalam waktu sebentar. Stamina Daniel yang sangat baik, membuat nya sangat mungkin menjamah tubuh Elis dalam waktu berjam jam.


"Yakin mau tidur?" Daniel menyusuri leher jenjang Elis.


Elis menggeliattt, tangan Elis bergerak naik menuju kepala Daniel, tangan nya mencengkrammm rambut Daniel.


Bukan hanya menyusuri leher jenjang Elis yang putih dan mulus, bibir Daniel semakin turun, dan berlabuh pada si melon kembar pun tidak luput dari sapuan bibir Daniel, meninggalkan jejak kepemilikan dengan warna keunguan di daging kenyal tanpa tulang yang sesekali membusung padat.


Bak bayi yang kehausan, Daniel pun mengecap manis nya puncak si kembar, Daniel bahkan tidak segan untuk memilinnn menyesappp puncak si nelon kembar.


Daniel pun tumbang di sisi Elis, dengan peluh yang membasahi tubuh kekar nya. Jangan di tanya dengan Elis, ia kembali memejamkan ke dua mata nya dengan nafas yang beraturan.


"Aku mencintai mu, sayang!" ucap Daniel dengan mengecup perut rata Elis.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Elis dalam keadaan mata yang terpejam, kecupan hangat nan lembut di perut nya yang rata, mengusik ketenangan nya.


"Hanya menyapa, pasti nya entah kapan... suatu hari nanti akan ada yang bernyawa di dalam sana. Dan aku pasti kan, akan menjadi kesayangan kita semua!" ujar Daniel penuh harap, dengan tatapan berbinar menatap Elis.


"Bagaimana jika aku benar hamil, Daniel!" tanya Elis tiba tiba, setelah menelan saliva nya dengan sulit.


"Aku akan sangat bersyukur, itu yang aku tunggu, itu yang aku nanti!" terang Daniel, berandai andai membayangkan Elis dengan perut membuncit.

__ADS_1


"Kau sangat menggemaskan sayang!" gumam Daniel, saat membayangkan Elis yang tengah tersenyum lepas ke arah nya, tangan nya mengelusss perut nya yang membuncit.


Daniel beranjak dari tidur nya, ke dua tangan nya terulur menarikkk ke dua lengan Elis, hingga ke dua nya saling duduk dengan saling tatap.


"Kau tadi bilang apa sayang?" tanya Daniel dengan kening mengkerut, menatap serius Elis, takut jika telinga nya salah mendengar.


"Bagaimana jika a- aku ha- hamil!" ucap Elis, tangan nya terulur menarikkk selimut untuk menutupi melon kembar nya dari tatapan mesummm Daniel.


Sreek.


Daniel menarik paksa selimut yang menutupi melon kembar Elis dengan tangan nya.


"Aakkk Daniel, apa yang kau lakukan? Kurang apa kau tadi, kau itu sudah lama menyesappp nya!" omel Elis dengan mata melotot tajam.


Daniel menatap tajam buah melon kembar Elis yang tampak membesar ukuran nya dari biasa nya.


"Apa yang kau lihat? Dasar mesummm!" sungut Elis, merebut kembali selimut dari tangan Daniel, dan menutupi melon kembar nya lagi.


'Elis benar hamil, tapi untuk memastikan nya lebih jauh lagi, aku perlu meminta Elis untuk test kehamilan.' batin Daniel, dengan mengingat ingat warna puncak melon kembar Elis yang tampak coklat pekat.


Hap.


"Akkkkhhh Daniel! Aku masih ingin tidur!" teriak Elis, saat Daniel malah membawa nya dalam gendongan menuju kamar mandi.


"Aku akan membawa mu ke suatu tempat, tapi sebelum nya... aku ingin kita mandi bersama, biar ku bantu kau untuk mandi. Kau setuju kan?" cerocos Daniel, yang gak mungkin Elis tolak.


"Pake di tanya, sudah jelas aku gak bisa menolak. Dasar kau pemaksa!" maki Elis dengan tatapan jengkel pada Daniel.


"Ahahhahaha kau benar sayang, meski pun kau menolak, aku akan tetap memaksa mu untuk kita mandi bersama!" ucap Daniel dengan penuh krmenangan.


"Kita mau ke mana?" tanya Elis dengan tatapan menyelidik.


"Nanti kau juga akan tau!" Daniel merahasiakan tempat yang akan mereka berdua kunjungi.


"Ihssss kau ini Daniel, laga mu senga!" cibir Elis.


Ke dua nya mandi di dalam bathtub, dengan aroma therapi yang sangat menenangkan hati dan pikiran.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2