
...💖💖💖...
"Jangan macam macam Daniel!" Elis menggeliettt, saat sentuhan hangat ia rasakan di punggung nya, sentuhan hangat dari telapak tangan Daniel.
Preet.
"Awwhhh!" pekik Elis dengan mata membola.
"Upsss sorry, itu mengganggu pergerakan jemari ku, sayang!" ucap Daniel, dengan memasang wajah polos tanpa dosa.
Daniel menarik pengait braaa yang di kenakan Elis, lalu melepas nya, hingga menghasilkan bunyi saat memantul pada kulit punggung Elis itu sendiri.
"Daniel, kau keterlaluan!" ucap Elis dengan penuh penekanan.
Ia beranjak dari posisi nya, menatap marah pada Daniel.
Kreek.
"Awwhhhh sayang! Kau..." Daniel memekik kesakitan, saat kaki kanan nya di injak dan di tekan dengan kaki Elis yang menggunakan sepatu heels. Sementara kaki nya hanya memakai sendal rumah sakit.
"Sukurin lo! Tau rasa kan sekarang!" umpat Elis, berlalu meninggalkan Daniel di kamar mandi.
"Sayang! Tolong aku dulu!" teriak Daniel, namun sayang nya Elis tidak mau perduli lagi pada nya. Membiarkan Daniel cukup lama seorang diri di kamar kecil.
Ceklek.
Daniel membuang nafas nya dengan kasar, melihat Elis yang merebahkan tubuh nya di atas sofa dengan tatapan fokus pada benda pipih yang sedang di pandang nya. Bahkan ke dua kaki Elis yang jenjang, berada di tangan sofa dengan saling menyilang.
"Benar benar, menikmati hidup sekali kau itu sayang! Melupakan aku yang menghilang di dalam kamar kecil seorang diri." dumel Daniel, melangkah dengan tangan memegang kantong cairan infus.
__ADS_1
"Sebodo! Salah mu sendiri, terus mengganggu ku!" ucap Elis dengan malas melihat wajah Daniel, ia memiringkan tubuh nya, menghadap sandaran sofa.
Daniel membaringkan tubuh nya di atas ranjang rawat. Sesekali kepala nya mendongak, melihat apa yang di lakukan istri kontrak nya yang manja itu.
Dreet dreet, dreet dreet.
...Calling...
...Papa...
"Ihs mengganggu aja sih papa nih!" sungut Elis, merasa terganggu dengan video call yang di lakukan Brian.
Dengan malas, Elis menjawab panggilan video call sang papa.
"Ada apa, pah?" tanya Elis, dengan senyum terpaksa nya.
"Apa paaah?" tanya Elis dengan suara manja, tetap berada dalam posisi nya.
[ "Apa yang sedang kamu lakukan, sayang? Di mana suami mu, Daniel hem?" ]
"Biasa pah, cuma tiduran aja, males malesan lah... Daniel ada, tuh di tempat tidur." Elis menunjuk Daniel dengan bibir nya, tanpa mengalihkan layar video call dari nya.
[ "Sayang, Daniel memperlakukan mu dengan baik kan?" ] selidik Brian, mendapati wajah Elis yang tampak kusut, tidak seperti biasa nya.
"Baiiiiiik banget pah, dia bahkan memanjakan ku seeeepanjang hari." ucap Elis, dengan ekor mata yang melirik ke arah Daniel.
Sementara yang menjadi bahan pembicaraan, memasang telinga nya dengan tajam. Menguping apa yang di bicarakan Elis dan orang yang sedang menghubungi nya.
[ "Bisa papa bicara dengan menantu kesayangan papa, sayang?" ] pinta Brian, membuat Elis langsung beranjak dari posisi nya yang terlentang, ia langsung duduk dengan kening mengkerut, lalu menoleh ke arah Daniel.
__ADS_1
Daniel mengangkat kepala nya, seolah sedang bertanya pada sang istri, 'Ada apa?' tanpa mengeluarkan suara.
[ "Kenapa? Apa kau keberatan jika papa bicara sebentar dengan menantu papa? Hem!" ] Brian semakin bertambah curiga dengan keadaan sang menantu, ia benar benar merasa ada yang di sembunyikan dengan putri nya itu.
Elis mengerucutkan bibir nya, memutar bola mata nya dengan malas. Lalu berkata panjang lebar dengan suara yang di buat buat sedih.
"Harus banget gitu, pah? Papa gak sayang lagi sama aku? Aku kan putri papa, kenapa gak ngobrol aja sama aku? Tanyain kabar aku kek gitu, pah! Malah mau ngobrol sama Daniel! Dia kan cuma menantu papa, aku yang putri papa!"
[ "Sayang, justru karena Daniel menantu papa. Jadi papa harus memastikan jika Daniel benar benar menjaga putri papa dengan baik. Papa gak mau lo, kalo sampai putri papa ini terluka! Bisa papa langsung habisi Daniel itu!" ] ancam Brian, meyakinkan Elis.
"Iya iya, tunggu. Akan aku berikan hape ku pada Daniel." dengan terpaksa, Elis beranjak dari duduk nya, mengayunkan langkah kaki nya dengan malas, untuk menghampiri Daniel yang anteng di atas ranjang rawat.
Daniel menyeringai, aku bisa memanfaatkan kesempatan, hehehe, papa Brian tau aja, kalo aku lagi butuh bantuan nya.
"Papa mau bicara sama kamu!" Elis menyodorkan benda pipih milik nya pada Daniel, lalu ia mendudukkan diri nya di tepian ranjang rawat.
"Iya, pah! Apa kabar pah?" tanya Daniel, saat layar hape mengarah pada wajah nya. Ia dapat melihat wajah sang papa mertua ada di layar hape Elis!
[ "Papa baik, ada apa dengan kamu nak? Kamu sakit? Apa Elis merawat mu dengan baik?" ] cecar Brian, saat melihat baju yang di kenakan Daniel, baju seorang pasien.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1