
...💖💖💖...
"Eleh eleh gusti, ini mah rejeki nomplok buat saya. Makasih atuh akang kasep! Makasih banyak! Rejeki teh gak kemana!" ucap kang bakso, dengan bercucuran air mata bahagia.
Kang bakso berlari menghampiri motor keluaran terbaru yang kini menjadi milik nya. Mengelusss, memandangi nya dengan tatapan yang sulit di percaya.
Brugh.
Saking senang nya yang tidak bisa lagi terbendung, kang bakso yang tadi nya sujud syukur pun jatuh terkaparrr, hilang kesadaran nya di samping motor spor keluaran terbaru yang baru aja jadi milik nya.
Beberapa orang, langsung menolong pria itu dan berusaha menyadarkan nya.
Daniel ke luar dari kamar mandi, dengan wajah yang jauh lebih segar, ia menyugar rambut nya ke belakang yang tampak basahhh.
"Sayang! Aku datang, membawa mu menuju puncak kenikmatan yang tiada akan pernah bisa kamu lupakan." ujar Daniel dengan percaya diri yang tinggi, melangkah menghampiri Elis yang tampak membaringkan tubuh nya.
Tidak ada jawaban dari Elis, membuat Daniel semakin gusar dengan kening mengkerut.
"Jangan bilang Elis tidur!" gumam Daniel dengan tangan mengepalll.
Daniel menghembuskan nafas nya dengan kasar, melihat wajah Elis yang tampak damai dengan ke dua mata yang terpejam.
"Benar benar istri yang menguji kesabaran suami!" Daniel menyingkirkan rambut Elis yang menghalangi wajah cantik nya.
Ia berjongkok di depan Elis, menatap wajah itu dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Sehat sehat di sana ya sayang! Jangan kau buat susah mami mu, kau buat susah aja daddy mu ini! Oke sayang nya daddy!" Daniel mengelusss perut Elis yang masih datar, seolah sedang mengajak bicara calon baby nya.
Cup.
Cup.
Daniel mengecup perut Elis, lalu menyapu wajah Elis dengan kecupan singkat dengan benda kenyal nya.
Bugh.
Daniel membaringkan tubuh nya dengan kasar di atas tempat tidur, tepat di samping Elis.
__ADS_1
Sreeek.
Daniel memepetkannn tubuh nya dengan punggung Elis. Daniel menduselll wajah nya di punggung Elis, berharap wanita itu bisa terusik. Namun hasil nya Daniel hanya menelan saliva nya dengan getir.
"Malam ini aku terpaksaaa puasa, aku yang lelah, tapi kau yang tidur bak mayat hidup! Gak terusik sedikit pun dengan apa yang aku lakukan!" gerutu Daniel dengan gelengan kepala.
Daniel memeluk erat tubuh Elis, dengan perlahan mata nya ikut terpejam, membawa nya ke alam mimpi.
Di sisi lain.
Di sebuah rumah megah, ruang yang kini di alih fungsi kan menjadi ruang kerja. William duduk dengan angkuh, menatap tajam Ella.
"Kau bisa kan, mengerjakan semua yang aku perintahkan pada mu?" tanya Wiliam dengan seringai di bibir nya.
"Maaf Tuan, saya gak berani menolak perintah atasan saya... tapi saya juga bingung untuk menyanggupi nya." cicit Ella dengan berusaha setenang mungkin di depan Wiliam.
"Apa lagi yang membuat mu tidak bisa menyanggupi nya? Kau hanya perlu menyusuppp ke rumah besar mereka, berpura pura menjadi salah satu maid di rumah itu!" ujar Wiliam, kembali menjelaskan tugas baru yang akan di berikan pada Ella.
Dalam diam Ella semakin berfikir keras, untuk menolak perintah yang akan di berikan pada nya.
'Gila aja nih bos gila, pengen gue jadi penyusuppp di rumah Tuan Daniel. Sementara Tuan Daniel udah kasih gue tugas buat terus ngintilinnn ini orang. Astagaaa bingung oy!' batin Ella.
"Dasar kau ini! Pokok nya aku tidak mau tau, kau harus belajar cara beberes rumah, biar aku bisa menyusuppp kan mu ke rumah Daniel." titah Wiliam, gak mau tau dan gak mau peduli dengan alasan yang di berikan Ella.
"Tapi Tuan, saya___"
Belum selesai Ella memberikan alasan nya, terdengar suara pintu di ketuk dari luar ruang kerja Wiliam, yang di susul dengan suara seruan.
Tak tok tok.
"Maaf Tuan, ini saya Zee. Boleh saya masuk ke dalam!" suara yang tidak lain adalah dokter Zee.
"Masuk!" seru Wiliam dengan melirik sepintas wajah Ella.
Ceklek.
Dokter Zee tersenyum kecil, menatap Wiliam yang kini menatap nya dengan tatapan menyelidik. Sementara di depan Wiliam, nampak seorang wanita yang tidak ia kenal.
__ADS_1
"Duduk Zee!" titah Wiliam, setelah dokter Zee berada di depan meja kerja nya.
Dokter Zee melirik sepintas, wanita yang tampak asing di pelupuk mata nya. 'Siapa wanita ini? Apa aku mengenak nya? Jangan bilang jika dia salah satu orang suruan Wiliam, untuk mengusik rumah tangga Elis dan Daniel!'
Ella menelan saliva nya dengan sulit, saat di tatap wanita yang baru datang dengan tatapan tidak bersahabat di mata nya.
'Cantik sih cantik, tapi gila, sumpah, serem banget ini cewek. Siapa sih ini orang! Gak mungkin juga kan ini orang yang tadi gue denger di kantor, orang yang sedang Tuan Wiliam perintah kan untuk mengelabui Nona Elis dan Tuan Daniel!' tanya Ella dalam batin nya, sambil menerka siapa wanita yang menyebutkan nama nya Zee.
"Kalian berdua pasti belum saling mengenal bukan, Zee, Ella!" ujar Wiliam, membaca tatapan mata ke dua wanita yang ada di depan nya.
"Jelas aja belom, liet juga baru di sini!" celetuk Ella, ceplas ceplos dengan logat nya yang sedikit ketus.
"Astagaaa di mana tatak ramah mu, dasar wanita aneh!" ejek dokter Zee, pada wanita yang ada di samping nya.
"Apa perduli mu!" umpat Ella, gak terima dengan cibiran dokter Zee, wanita yang baru di kenal nya.
"Sudah, kalian berdua jangan berdebat. Dengarkan perkataan ku! Aku mau kalian berdua saling bekerja sama, untuk mendapatkan informasi yang aku butuhkan.
"Apa? Bekerja sama?" tanya dokter Zee dan Ella berbarengan.
"Jangan mengikuti ku, dasar wanita aneh!" umpat dokter Zee.
"Siapa juga yang mau mengikuti mu! Dasar wanita angkuh!" umpat Ella.
"Maaf Tuan, aku tidak bisa bekerja sama dengan wanita angkuh seperti dia!" ujar Ella, dengan melirik dokter Zee dengan ekor mata nya.
"Kau pikir, aku mau bekerja sama dengan mu! Wanita aneh!" umpat dokter Zee, dengan ke dua tangan menyilang di depan dada nya.
Brak.
...💖💖💖...
Bersambung...
Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau ðŸ¤ðŸ¤
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...