Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Jadi wanita nya


__ADS_3

...💖💖💖...


Sreek.


Kaki Arsandi kesandung karpet yang membentang di lantai.


"Eekkhhhh!" pekik Arsandi.


Brug.


Arsandi jatuh menubruk Mela yang berdiri di depan nya. Ke dua nya jatuh di lantai dengan Mela yang berada di bawah tubuh Arsandi.


'Astagaaa, apa yang terjadi, harus nya kepala gue sakit kan membentur lantai? Kok ini empuk? Kaya pake bantal.' batin Mela dengan mata yang mengerjap erjap, memandang wajah Arsandi dari jarak yang cukup dekat.


Untuk sesaat, Arsandi menikmati pemandangan indah di depan nya. Tatapan Mela yang begitu polos, terlihat menggemasss kan di mata nya.


"Engggghh!" Arsandi mengerang, merasakan kebas pada tangan kanan nya ia jadikan pelindung untuk kepala Mela saat akan membentur lantai. Sementara tangan kiri nya ia jadi kan untuk penopang tubuh nya sendiri. Agar tidak menindih tubuh mungil Mela yang ada di bawah nya.


"Akkkkkhh pak Arsandi gilaaaa! Apa yang kau laku mppphhh!"


Teriakan Mela yang membahana, harus terhenti saat bibir Arsandi membungkam bibir nya dengan benda kenyal milik nya.


Arsandi menikmati tiap lumatannn lidah dan bibir ranum Mela, dengan tatapan yang mendamba lalu memejamkan ke dua mata nya. Sedangkan Mela membola saking terkejut nya.


Tok tok tok.


Ketukan pintu yang di susul dengan seruan, mengganggu aktifitas yang tengah di lakukan Arsandi.


"Permisi pak, boleh saya masuk?" suara Ella dari luar ruangan.


Mela yang mendengar nya, di buat kalang kabut.


'Mampusss gue, gimana kalo Ella ngeliet gue! Bisa mati gue! mau di taro di mana ini muka gue?' pikir Mela dengan tatapan memicing tajam Arsandi, kepala Mela bergerak ke kiri dan kanan, berharap Arsandi melepasakan nya.


'Ah mengganggu saja nih Ella!' umpat Arsandi dalam hati.


Bugh.


Dengan kepalan tangan, Mela mendorong dada bidang Arsandi. Memaksaaa pria itu untuk bangkit dari tubuh nya.


"Laen kali gak usah teriak!" sungut Arsandi, beranjak dari tubuh Mela.


"Kalo gak teriak, terus saya diam aja gitu. Liet bapak nindihhh saya!" sungut Mela gak mau kalah.


Arsandi mengulurkan tangan nya, membantu Mela beranjak dari posisi nya.


"Gak mau! Saya bisa bangun sendiri! Yang ada bapak cuma cari kesempatan dalam kesempitan!" tuduh Mela dengan bibir mengerucut, ia beranjak sendiri tanpa mau menerima uluran tangan Arsandi.

__ADS_1


Tok tok tok.


Suara pintu di ketuk terdengar lagi.


"Pak Arsandi! Saya bisa masuk gak sih? Ada berkas ini yang harus bapak tanda tangani." terdengar suara Ella yang menggerutu di balik pintu.


"Masuk lah!" Arsandi hanya menatap Mela, dengan ia duduk di tepian meja kerja nya, memindai Mela yang sedang merapihkan rambut nya.


"Kenapa langsung di suruh masuk si? Gak liat apa aku belum rapih!" umpat Mela dengan tatapan melotot.


"Ini ruangan saya kan? Suka suka saya dong!" Arsandi memasukkan tangan kiri nya ke dalam saku celana nya.


Ceklek.


"Eh Mela, kamu lagi di sini?" tanya Ella dengan tatapan penuh curiga melihat Mela dan Arsandi secara bergantian.


'Mereka abis ngapain ya? Mela acak kadut bener rambut nya! Eh ada nodaaa lipstik tuh di sudut bibir pak Arsandi, waaaah ketawan nih anak hehehe ada main!' batin Ella terkekeh, seakan baru saja menergoki maling.


"Kamu ke sini mau ada perlu dengan saya, atau hanya sekedar bertanya... keberadaan Mela di sini?" tanya Arsandi dengan tatapan sinis.


Ella menelan saliva nya dengan sulit. Mela masih berdiri di tempat nya tanpa berani menoleh ke arah Ella.


"Ini pak, berkas yang harus di tanda tangani." Ella menyodorkan berkas yang ia bawa ke depan Arsandi.


"Ke luar kamu! Nanti biar Mela yang mengembalikan berkas ini ke kamu!" titah Arsandi tanpa membuka berkas yang di berikan Ella, malah langsung meletakkan nya di atas meja kerja nya.


"Udah cepat tanda tangan, biar aku bisa pergi dari sini!" titah Mela yang gak tau punya keberanian dari mana, berani nyuruh Arsandi.


Arsandi mengerut kan kening nya, menatap Mela dengan tatapan yang sulit di artikan. "Kamu berani nyuruh saya? Siapa kamu?"


"Saya ya bawahan bapak lah! Masih tanya lagi!" jawab Mela nyolot.


Arsandi melakukan apa yang di perintahkan Mela, tanpa berani banyak tanya.


"Hem!" Arsandi menyerahkan berkas itu ke Mela.


"Aku permisi pak!" gerutu Mela, mengambil berkas itu dan melangkah.


Grap.


Arsandi mencekal pergelangan tangan Mela. Membuat gadis itu terhuyung ke belakang dengan menubruk Arsandi.


Bruk.


"Jadi lah wanita ku!" pinta Arsandi dengan datar.


"Mimpi!" ketus Mela, berlalu meninggalkan Arsandi, setelah berhasil melepasakan tangan nya dari cekalan tangan kanan sang bos.

__ADS_1


Brugh.


Mela menutup pintu dengan cukup keras.


"Apa itu? Mimpi? Dia menolak ku?" tanya Arsandi pada diri nya sendiri.


"Yang benar aja, pria kaya dia minta gue jadi wanita nya? Penghangattt ranjanggg nya gitu... kaya di novel novel? Enak aja, jadi istri nya tuh baru gue mau. Dasar pak Arsandi gilaaaa. Selama ini dia ngatain gue cewek gilaaa, gadis gilaaa. Ternyata dia jauh lebih gilaaa!" gerutu Mela sepanjang jalan menuju ruangan nya.


^^^"Kenapa tuh si Mela?" tanya karyawan lain pada teman nya, saat melihat Mela berbicara sendiri.^^^


^^^"Di putisin pacar nya kali." pikir rekan kerja Mela.^^^


^^^"Di kasih tugas banyak lagi kali sama pak Arsandi! Lihat aja tuh, berkas yang dia bawa!" ujar karyawan lain nya.^^^


...---...


"Sayang, kita makan malam yuk! Kamu mau di masakin apa sayang?" tanya Daniel dengan tangan mengelusss pipi Elis.


"Kamu aja yang makan, aku belum laper." tolak Elis.


Elis memiringkan tubuh nya, memunggungi Daniel. Ia lebih memilih memeluk guling dari pada harus makan malam.


"Nanti kamu sakit sayang, paksaaain sedikit aja, makan yuk! Kasian baby utun, pasti laper." bujuk Daniel lagi, tangan nya menepuk nepuk benda padat Elis tanpa tulang.


Elis menyeringai, dengan bersemangat beranjak dari tidur nya. Menatap Daniel penuh harap.


"Ada apa sayang? Kamu berubah pikiran? Mau makan apa? Biar koki Adi siapkan untuk kita makan malam." cecar Daniel dengan menyempilkan anak rambut Elis ke belakang daun telinga nya.


Grap.


"Apa hubby yakin, apa saja yang aku ingin. Hubby akan buatkan?" tanya Elis dengan memeluk tubuh Daniel.


"Apa yang ingin kamu makan sayang!" tanya Daniel mengelusss punggung Elis.


"Aku mau makan...."


Elis menggantung ucapan nya, lalu merenggang kan pelukan nya, dengan mengerjapkan ke dua mata nya.


"Apa? Jangan membuat ku penasaran. Mau makan apa sayang?" tanya Daniel lagi.


Bersambung...


...💖💖💖...


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2