Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Sisi lain Daniel


__ADS_3

...💖💖💖...


^^^"Menghawatirkan kami berdua!" ujar Daniel dengan sinis.^^^


Bugh.


Prang.


Pecahan pintu kaca bertebaran di lantai, setelah Daniel meninjukkan kepalannn tangan nya ke pintu kaca. Tidak sedikit pula, serpihan dari pintu kaca yang tertinggal di punggung tangan dan ruang jemari Daniel yang kini mengeluarkan cairan berwarna merah alias darah.


"Akkkkhhhh!" teriak Elis dengan mata terpejam, ke dua tangan menutup daun telinga nya.


"Maaf Daniel, aku tidak bermaksud menyakiti hati mu, tapi aku hanya ingin tau! Kamu tidak mengotori tangan mu dengan membunuhhh Wiliam!" ucap Elis dengan suara bergetar, bahkan saking lemas nya, ke dua lutut nya seakan tidak bertulang dan membuat nya luluh hingga berjongkok di tempat ia berpijak.


Deg deg deg.


"Apa yang aku berikan selama ini masih kurang Elis! Kau masih memperdulikan nya? Kau tau, aku hampir mati karena nya hah!" suara Daniel kembali meninggi, dengan langkah yang kian pasti membawa nya kini berada di depan Elis.


"Hiks hiks a- aku ___ akkkkk!" belum selesai Elis bicara, ke dua tangan Daniel menarik lengan Elis, membuat wanita itu berdiri di depan nya.


"Tatap aku Elis! Katakan kau tidak akan pernah perduli lagi dengan manusia sampah seperti nya! Katakan pada ku!" ujar Daniel dengan suara penuh penekanan, tapi kilatan amarah belum menyurut dari ke dua mata nya.


"A- aku, aku tidak perduli pada nya. A- aku hanya, perduli pada mu!" ujar Elis dengan meringis, karena cengramannn Daniel yang semakin kencanggg di lengan nya.


Elis sesenggukan, 'Baru kali ini aku melihat Daniel seperti ini, apa ini sisi asli nya Daniel? Lalu selama ini, aku sudah di tipu nya dengan sikap manis nya?' pikir Elis, dengan tatapan gak percaya pada perubahan Daniel.


"Kenapa? Kau takut pada ku, Elis sayang?" tanya Daniel dengan seringai terbit di bibir nya, dengan tatapan tajam pada Elis.


Elis menelan saliva nya dengan sulit. 'Daniel kau sungguh menyeramkan, aku gak bisa bertahan dengan mu Daniel. Kita harus akhiri pernikahan kita ini saat ini juga!' batin Elis, bulat dengan pendirian nya, gak mikir apa yang akan selanjut nya ia hadapi dengan keputusan nya.


"Mari kita bercerai, Nil!" seru Elis, mencoba melepaskan cengramann tangan Daniel dari lengan nya.


"Kau yakin dengan keputusan mu, sayang?" tanya Daniel dengan tatapan menyepelekan Elis.

__ADS_1


"Apa maksud mu? A- aku sangat yakin, kita akhiri semua nya! Aku gak mau hidup di bawah tekanan mu! Akhhh." ujar Elis dengan yakin.


Namun tangan nya terkena serpihan kaca, saat diri nya mencoba menyingkirkan tangan Daniel dari cengramannn di lengan nya. Serpihan kaca yang masih menancappp di punggung tangan Daniel.


Tatapan Daniel seketika melunak, melihat ruas jari Elis yang terluka dan mengeluarkan darah.


"Kamu terluka sayang!" Daniel langsung menggenggammm jemari Elis yang terluka, dan memasukkan jemari Elis ke dalam mulut nya, lalu menghisappp darah nya.


'Harus nya aku gak semarah itu sama Elis, bagaimana jika Elis sungguh sungguh meminta cerai dari ku, mengakhiri pernikahan yang sejak awal hanya kontrak semata di mata nya.' batin Daniel, dengan tatapan teduh pada Elis.


'Apa Daniel sudah seperti orang yang aku kenal lagi? Tatapan nya, menghangat kan hati ku.' batin Elis dengan mata mengerjap erjap.


Elis menarikkk jemari nya yang masih di hisappp darah nya oleh Daniel.


"Ihhhssss! Dasar bodohhh! Kau juga terluka, jauh lebih banyak luka mu dari pada aku!" sungut Elis dengan bibir mengerucut, melihat jemari nya yang tidak lagi mengeluarkan darah.


"Kau duduk lah, aku obati luka mu!" Elis hendak melangkah dengan hati hati, menghindari serpihan kaca.


Hap.


"Jangan bergerak, aku tidak ingin serpihan kaca itu melukai kaki mu. Serpihan kaca nya tidak melukai tubuh mu kan?" tanya Daniel, meski terasa perih pada punggung dan ruang jemari nya.


"Aku tidak terluka, jika kau tidak menghancurkan pintu kaca itu! Sekarang aku harus mengobati luka mu!" Daniel menurunkan Elis di depan sebuah sofa yang ada di kamar mereka.


Grap.


Daniel menangkup pipi Elis dengan ke dua tangan nya. Membuat wanita itu menatap nya.


"Aku tidak ingin kedepan nya kau menyebut, bah kan sampai kau berani menanyakan pria lain di depan ku! Kau mengerti kan apa maksud perkataan ku, sayang!" seru Daniel dengan penuh penekanan, dengan tatapan tajam.


'Jika aku tanyakan saja sudah membuat nya hilang akal, bagaimana dengan hidup ku ke depan nya.' batin Elis ragu.


"Katakan iya sayang! Bukan diam!" ujar Daniel, membuat Elis menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


"Anak pintar!" puji Daniel.


Daniel langsung duduk di sofa dengan punggung menyandar pada sandaran sofa, sementara kaki kanan nya menyilang ke atas kaki kiri nya.


'Apa lagi sekarang yang akan Daniel lakukan? Aku atau dia sih yang punya kuasa di rumah ini, yang punya kuasa atas hubungan ini. Kenapa aku merasa kendali ada di tangan nya ya?' batin Elis, menatap Daniel penuh selidik.


Daniel mengerutkan kening, melihat Elis yang belum juga mengambil obat untuk mengobati tangan nya.


'Aku harus sebisa mungkin menahannn amarah ku di depan Elis, jangan sampai merusak rencana ku yang sudah tersusun rapih. Sampai kapan pun, kau hanya milik ku Elis. Aku harus memastikan Kevin untuk melenyapkan Wiliam.' batin Daniel.


"Tunggu apa lagi sayang, kata nya kau mau obati tangan ku!" ujar Daniel dengan satu alis yang bergerak naik.


"Ah iya, aku ambil kotak obat dulu." uajr Elis.


...---...


Di tempat lain.


Di kamar yang gak layak untuk di tempati. Jangan tanya kondisi kamar nya, jika di beri pilihan, ia pun tidak akan mau tinggal di kamar itu.


"Tolong siapa pun, ke luarkan aku dari sini! Kalian benar benar gila! Tidak punya perasaan, aku ini manusia hei!" rintih Wiliam dengan tubuh yang luka, tertelungkup di lantai yang dingin.


Berada di kamar yang berukuran sempit, pengap, tidak ada kamar kecil. Ruang yang benar benar tidak layak.


Bugh bugh bugh.


"Kau benar benar iblis, Daniel! Kenapa tidak kau bunuhhh aku saja sekalian!" Wiliam memukulll mukulll kan kepalannn tangan nya ke lantai dengan penuh emosi.


Bersambung...


...💖💖💖...


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2