Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Bikin iri


__ADS_3

...💖💖💖...


'Wah jangan bilang Tuan ini akan menjadi saingan baru ku setelah Wiliam!' batin Daniel.


"Saya pikir Nona Elis ini masih single." jelas Arif terus terang.


"Kalo begitu tebakan anda, salah Tuan!" seru Daniel dengan tatapan mengejek.


Elis menautkan jemari nya dengan jemari Daniel, menggiring suami nya untuk berjalan lebih dekat dengan sang papa.


"Elis duluan ya pah!" pamit Elis pada papa Brian, dengan mencium punggung tangan kanan nya setelah melepaskannn tautannn jemari nya dengan Daniel.


"Daniel juga ya pah!" ujar Daniel yang ikut mencium punggung tangan papa mertua nya itu.


"Iya, kalian hati hati. Jangan lupa makan ya sayang! Jaga kandungan mu!" ujar papa Brian dengan mengelusss puncak kepala sang putri.


"Pasti papa." jawab Elis dengan menggelayut manja di lengan Daniel.


"Kau, jaga putri dan calon cucu papa... turuti semua yang ia minta, jangan biarkan cucu papa kelak ileran!" bisik papa Brian di telinga Daniel.


"Pasti pah!" Daniel menepukkk bahu sang papa mertua.


"Kami duluan ya, Tuan___" Daniel menggantung ucapan nya, karena belum tau nama pria yang tengah ia hadapi.


"Arif, kamu boleh panggil saya Arif dan ini asisten saya, Rifan." jelas Arif dengan menujuk Rifan dengan tangan nya.


"Kami duluan ya Tuan Arif, Tuan Rifan!" seru Elis, yang langsung menarikkk lengan Daniel dan menjauh dari ke tiga nya.


"Dasar anak nakalll!" umpat Brian dengan pelan, melihat punggung ke dua nya yang semakin menjauh dari jangkauan pandangan nya.


"Apa Tuan?" tanya Arif, yang mendengar samar samar apa yang di katakan Brian.


"Putri saya Tuan, ingin mengerjai suami nya." ujar Brian dengan senyum merekah.


"Jadi benar Nona Elis sudah menikah? Apa ini alasan Tuan Brian, tidak ingin saya mengajak Nona Elis untuk makan malam?" cecar Arif ingin tau.


"Salah satu nya itu, Tuan. Saya tidak ingin memberikan harapan pada Tuan. Tapi jika Tuan Arif kecewa dengan status putri saya, saya tidak keberatan... jika Tuan Arif ingin membatalkan kerja sama yang bahkan belum terjadi." ujar Brian dengan tegas.


"Saya tidak akan mundur dari kerja sama ini, Tuan Brian!" seru Arif gak kalah tegas.


'Semakin menarikkk aja, bukan hanya putri nya yang cantik, tapi ayah nya pun sama. Gak takut kehilangan kerja sama ini.' batin Arif.


"Kalo begitu saya duluan Tuan Arif!" seru Brian undur diri.


"Silahkan Tuan." ujar Arif.


Arif menatap punggung Brian yang semakin menjauh dari pandangan nya.


"Aku ingin mengenal lebih jauh Nona Elis, apa kamu bisa mendapatkan informasi tentang nya?" tanya Arif, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Rifan.


"Bisa di atur Tuan." jelas Rifan, yang secara gak langsung menyanggupi untuk mencari informasi mengenai Elis.


...---...

__ADS_1


"Jika aku gak datang, apa kamu mau menerima tawaran makan malam pria itu?" tanya Daniel dengan tatapan menyelidik.


"Tergantung hubby." jawab Elis dengan manja.


Ke dua nya berjalan beriringan, melewati beberapa toko yang ada di mall itu dengan Elis yang memeluk lengan Daniel, kepala Elis menyadar pada lengan kekar nya. Sementara jemari ke dua nya saling bertautannn. Membuat pasang mata yang melihat nya bikin iri.


"Jangan bilang kamu sebenar nya ingin makan bersama dengan pria itu?" tuduh Daniel dengan saura merajuk.


"Gak juga sih, tapi jika hubby gak dateng. Aku akan menyusul mu hubby, dan mencari mu, lalu membuat hubby ku ini repot dengan semua permintaan ku ahahhaha!" ujar Elis di iringi gelak tawa.


Daniel menyunggingkan senyum, tangan satu nya yang bergerak bebas, mengelusss perut sang istri yang masih rata dengan penuh kasih sayang.


"Aku tidak akan merasa di repotkan dengan semua permintaan mu, sayang!" jelas Daniel dengan tegas tanpa ragu.


"Benar kah?" tanya Elis dengan bibir mengerucut.


"Sudah pasti sayang!" Daniel mendaratkan kecupan di bibir Elis dengan singkat.


"Pengen gendong!" rengek Elis dengan langkah kaki yang tertahan, karena ia menghentikan langkah kaki nya.


"Sekarang?"


Elis mengangguk kecil, di iringi sederet gigi putih yang ia tampilkan.


"Gemesss!" Daniel mencubit gemasss pipi Elis.


"Akhhhhh gak mau gitu!" Elis mengguncanggg ke dua kaki nya saat Daniel sudah menggendong nya ala ala bridal style.


Daniel mengerutkan kening nya, menatap bingung Elis.


"Aku mau nya di gendong koala! Gak jadi, kaya gitu mau nya!" Elis menunjuk seorang anak kecil berkuncir dua, yang tengah di gendong sang ibu.


"Kaya gitu?" jelas Daniel, yang langsung menurunkan Elis dari gendongan nya.


Elis kembali mengangguk kan kepala nya dengan cepat, lalu bertepuk tangan dengan wajah riang.


"Baik lah, tapi... apa kamu gak malu sayang? Ini kan di depan umum." tanya Daniel, dengan banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka berdua.


"Bilang aja kalo kamu yang gak mau gendong aku, hubby! Kamu jahat!" seru Elis dengan kesal, ke dua mata nya pun berkaca kaca.


"Ia sayang, aku mau menggendong mu! Jangan ngambek!" bujuk Daniel dengan menggenggammm jemari Elis.


Sreek.


Elis menepis tangan Daniel dengan kasar.


"Aku udah gak mau, aku marah sama hubby! Hubby jahat, gak mau gendong aku!" cerocos Elis dengan bulir bening yang gak bisa terbendung lagi.


"Sayang! Jangan ngambek, aku serius ini mau gendong kamu! Jangan ngambek ya! Malu tuh di lietin pengunjung lain!" bujuk Daniel, saat beberapa pengunjung mulai berbisik dengan sorot mata tajam ke arah Daniel.


^^^"Astagaaa, jahat banget sih itu cowok! Cewek nya sampe nangis!" seru pengunjung wanita.^^^


^^^"Sayang, kamu jangan kaya pria itu ya! Liet tuh... pasangan nya sampe nangis gitu!" ujar pengunjung wanita lain nya.^^^

__ADS_1


^^^"Astagaaa pelit banget sih itu cowok, minta apa kali itu cewek nya!"^^^


^^^"Ya ampun neng, mending sama abang aja yuk pacaran, dari pada sama cowok gak bermodal!"^^^


^^^"Kasian banget itu cewek nya di keja nangis!"^^^


Elis semakin mengerucut tajam. 'Dasar netizen, gak di dunia maya, gak di dunia nyata, mulut nya udah sok tau aja kalo berkomentar!' batin Elis dengan berdiam diri di tempat, menatap kasihan Daniel yang di sudutkan pengunjung lain nya.


Elis mengulur kan ke dua tangan nya ke depan, setelah menghapus air mata nya dengan kasar.


"Anak pintar, jangan menangis lagi!" Daniel menghapus pipi Elis yang basahhh dengan tangan nya, lalu mendaratkan kecupan di bibir nya.


"Aku mencintai mu sayang ku!" ujar Daniel yang menggendong Elis di depan, seperti anak koala.


Elis menatap wajah Daniel, lalu melingkarkan ke dua tangan nya di leher Daniel.


"Aku juga mencintai mu hubby!" ujar Elis dengan manja.


Ke dua nya saling tatap, hingga memasuki salah satu restoran yang ada di mall itu.


^^^"Sweeet banget!"^^^


^^^"Mau dong di gendong kaya mbak nya!"^^^


^^^"Ayangk, aku juga mau di gendong kaya gitu!"^^^


^^^"Udah gede, masih di gendong. Malu sama anak kecil woy!"^^^


^^^"Eet ya itu bocah, gak ada malu nya pisan!"^^^


Bisik bisik kembali terdengar di telinga ke dua nya.


"Hubby, aku di katain." Elis mengerucutkan bibir nya, dengan tatapan berbinar sedih dengan cibiran miring pengunjung.


"Abaikan saja, toh kamu minta di gendong sama aku kan? Kamu gak minta di gendong sama mereka, untuk apa pusing dengan pandangan mereka?" jelas Daniel, menepukkk lembut pipi Elis.


Daniel memesankan makan siang untuk mereka berdua.


"Coba punya ku, kamu pasti suka!" Daniel mengarahkan suapan nya ke depan mulut Elis.


Elis menerima suapan nya, merasakan masakan nya dengan mengunyah nya. Belum lama ia menelan makanan nya, Elis merasakan perut nya yang bergejolak.


"Kenapa? Apa kamu haus sayang?" tanya Daniel dengan tatapan menyelidik.


Bukan nya menjawab pertanyaan Daniel, Elis langsung berlari menuju toilet yang ada di restoran itu.


Daniel menyusul Elis, mengetuk ngetuk pintu toilet itu dengan berseru.


"Sayang, kamu kenapa? Sayang! Buka pintu nya!" seru Daniel dengan wajah panik nya.


Bersambung...


...💖💖💖...

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2