
...💖💖💖...
Acara ke pasar malam yang ada kemidinya pun gagal. Cici sudah di antar pulang oleh warga sekitar yang mengenalnya.
...----...
"Sayang, bangun!" seru Daniel dengan mengelusss lembut pipi chabi Elis.
Elis menggeliet, menyingkirkan tangan Daniel dari wajahnya.
"Menggemaskan! Ayo bangun! Kita berjamaah!" bujuk Daniel dengan berbisik di telinga Elis.
"Nanti aja, aku masih ngantuk!" Elis bergerak memunggungi Daniel.
"Sayang! Ayo subuh dulu, nanti lanjut lagi tidurnya ya!" bujuk Daniel yang tidak pantang menyerah.
"Aku tidak bawa mukenanya! Aku lupa, Daniel! Sudah kau saja sana yang subuh! Aku masih ngantuk." ucap Elis dengan mata yang masih terpejam.
"Sayang!" seruan manja nan lembut terlontar dari bibir Daniel yang sensualll.
Elis membalikkan kembali tubuhnya ke arah Daniel, memperlihatkan wajahnya ke arah Daniel, dengan ke dua mata yang masih terpejam rapat.
__ADS_1
"Kau lihat kan, ke dua mata ku masih terpejam. Itu artinya aku masih ngantuk! Ingin tidur!" rengek Elis dengan suara yang di buat buat ingin menangis.
"Kau ini! Ayo subuh dulu, nanti aku tunjukkan sesuatu yang sangat indah, menyejukkan mata. Kau pasti akan sangat menyukainya, dan menyesal jika sampai kau melewatinya." iming iming Daniel.
Dengan malas, Elis membuka ke dua matanya. Ke dua tangannya terulur ke depan. Berkata dengan manja di sertai rengekan.
"Gendong! Aku kan masih ngantuk! Kaki ku juga pegel!"
Daniel menyunggikan senyumnya. Meraih ke dua tangan Elis dan menariknya ke dalam gendongnya.
"It's oke, no problem." ucap Daniel.
Usai sholat dua roka'at, Daniel mengangkat ke dua tangannya, memanjatkan do'a pada sang khalik.
"Ya Allah, jadikan lah keluarga kecil ku ini keluarga yang kau ridoi, berikan lah kebahagiaan untuk keluarga kecil ku ini... jadikan lah keluarga kecil ku ini keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Jadi kan lah pernikahan ku ini pernikahan yang sesungguhnya, amiiin."
Ke dua mata Elis membelalak lebar, mendengar do'a yang di panjatkan Daniel.
Elis melepas mukena yang ia kenakan dengan kasar, melemparnya ke sembarang arah. Tanpa mencium punggung tangan kanan Daniel.
Bugh.
__ADS_1
Elis menjatuhkan kembali tubuhnya ke atas kasur dengan kasar. Dengan ke dua mata yang terpejam ia bersungut sungut, memaki dalam hati.
Gue kenapa jadi bego banget sih! Kenapa mau maunya gitu gue nurut buat sholat, dia jadi imam gue! Selama ini kan gue jauh dari kata sholat.
Apa lagi denger do'a yang ke luar dari bibir Daniel, dia ngarep banget buat nikah beneran sama gue! Sedangkan gue kan udah sepakat buat nikah kontrak sama dia. Gak bener nih, jangan sampe hati gue ikut terpengaruh, terus gue gak bisa lepas dari Daniel. Secara gue cuma manfaatin Daniel, gue masih cinta sama Wiliam huaaaa. Dasar Elis bego, udah tau Wiliam pria brengsek, pria yang mudah menebar benihhh! Apa coba kalo bukan brengsekkk!
Daniel mencondongkan tubuhnya, mengelusss kepala Elis, mengecup pucuk kepala, kening, dan pipi Elis yang tampak berkedut ke dua matanya.
Daniel menyunggingkan senyumnya, rupanya dia belum terlelap, hanya pura pura tidur!
"Kamu kenapa lagi, sayang?" tanya Daniel.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1