Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Gak penting


__ADS_3

...💖💖💖...


"Nanti aku dan istri ku akan turun. Hangatkan saja lagi masakan nya!" ucap Daniel lalu menutup kembali pintu kamar nya.


Jebret.


"Mengganggu saja!" gerutu Daniel, menyapu wajah nya dengan frustasi.


Daniel melihat selimut yang menggunung, mengira jika di dalam nya ada Elis yang masih bersembunyi di bawah selimut tebal.


Bugh.


Daniel menjatuhkan tubuh nya di bawah selimut yang menggunung, dengan posesif nya ia mengungkung benda itu.


"Kenapa rasa nya berbeda!" gumam Daniel dengan kening mengkerut, dengan sesuatu yang ia pikir Elis.


Daniel beranjak dan menarik selimut itu, nampak bantal guling yang terbentang.


"Eliiiis!" seru Daniel dengan gelengan kepala.


Indra pendengaran nya kembali menajam, dan menoleh ke arah kamar mandi.


"Pintar sekali kau ya! Pasti kau melupakan baju ganti mu, baik lah, akan aku siapkan segala kebutuhan mu, sayang!" Daniel melangkah menuju walk in closet, membuka pintu lemari, dan mengambil kan satu setel pakaian kerja wanita, tidak lupa ia menyiapkan dalaman nya serta.


"Lama sekali! Ini anak beneran mandi apa bersemedi sih di dalam kamar mandi!" gumam Daniel, menunggu Elis dengan tidak sabaran.


Entah sudah berapa kali, Daniel menoleh ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, menunggu sang istri ke luar dari kamar mandi dengan duduk di sofa, kaki menyilang satu pada kaki lain yang jadi tumpuan nya.


Ceklek.


Baru saja Elis melangkah dari kamar mandi, tatapan nya langsung membola, nelihat Daniel yang masih berada di dalam kamar.


"Da- Daniel! Kau?" dengan spontan, Elis menutupi dada nya dengan satu tangan nya, dan satu tangan nya menutupi bagian bawah nya.


Elis ke luar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian dada hingga pangkal paha nya.


"Hai sayang! Kau melihat ku, seakan melihat hantu aja. Aku sudah siapkan pakaian untuk mu! Atau kau mau aku yang pakai kan?" tanya Daniel dengan senyum nakal nya.


Daniel menelan saliva nya dengan sulit, astagaaa, begini rasa nya punya istri, mau berangkat ngantor malah di suguhin tubuh yang seakan menjerittt minta di sentuh.


"A- apa yang kau lihat? Berbalik badan lah! Cepat berbalik badan!" titah Elis dengan suara bergetar.


Elis menyambar pakaian yang sudah Daniel siapkan untuk nya, lalu dengan kaki seribu melangkah ke walk in closet.

__ADS_1


Ke dua nya turun dari kamar, menikmati sarapan mereka berdua dengan romantis. Tak ayal Daniel menyuapkan Elis makanan nya, menyeka sisa makanan dari sudut bibir Elis dengan kecupan mesra.


Membuat para pelayan yang ada di sana, hanya bisa menelan saliva nya dengan rasa iri yang menggelayut.


"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Elis.


"Sudah Nona, kami sudah sarapan." jawab Didi, mewakili pelayan lain nya.


"Kau mau tambah, sayang?" tawar Daniel.


"Gak usah, ini udah cukup... aku bisa gemuk kalo makan banyak." tolak Elis.


"Kamu mau gemuk, langsing, di mata ku tetap ideal!" ujar Daniel.


"Ihsss ngaur, mana ada gemuk itu ideal!" protes Elis.


Daniel beranjak dari kursi nya, dengan tubuh yang condong, semakin lama semakin mendekat kan wajah nya dengan Elis.


Sleeep.


Daniel menyapu saus barbeque, yang ada di sudut bibir Elis dengan lidah nya, membuat Elis membola.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Elis dengan kening mengkerut.


"Kau aneh, Daniel! Itu jorokkk, kenapa tidak kau elap aja pake tisu!" protes Elis.


Elis melirik Daniel dengan tatapan penuh tanda tanya besar di kepala nya. Heran aku sama jalan pikiran nya, kenapa sampai mau melakukan hal yang menjiji kan bagi ku. Apa itu tidak menjiji kan untuk nya?


'Tuan kelewat bucin ya sama, Nona!'


^^^'Tuan terlalu mencintai, Nona!''^^^


'Tapi Tuan sosweet, coba pacar mu, suami mu, pasti gak bakal mau ngelakuin apa yang Tuan lakuin ke Nona, hehehe. Iya kan?'


^^^'Kau benar, pacar ku gak bakal mau ngelakuin itu buat ku!''^^^


'Suuuut, jangan mimpi kita di perlakukan sama seperti Nona, cinta yang pasangan kita miliki itu masih jauh besar dengan cinta yang di miliki Tuan untuk Nona.'


"Ehem ehem!" pak Didi menyadarkan anak buah nya yang malah sibuk gibah dengan suara pelan.


"Daniel, bukan kah kau ada meeting hari ini? Kau pergi lah, aku bisa pergi sendiri!" cicit Elis, saat Daniel membukakan pintu mobil untuk nya.


Bruk.

__ADS_1


"Daniel!" seru Elis dengan terkejut, saat Daniel mendorong Elis masuk ke dalam mobil, hingga ia terduduk.


Sreek.


"Meeting ku bisa menunggu, sayang!" jawab Daniel, dengan tangan menarik Elis hingga menyandar pada dada nya yang bidang.


"Daniel! Astagaaa kau ini! Aku bisa duduk sendiri! Aku bisa masuk ke dalam mobil sendiri! Kenapa kau jadi seperti ini sih?" protes Elis dengan perubahan sikap Daniel pada nya, terkadang lembut, terkadang sedikit memaksa.


Mobil yang di kemudikan seorang wanita, yang usia nya bisa di bilang sama dengan Daniel, melaju meninggalkan rumah megah itu dengan kecepatan sedang.


Elis mengerutkan kening nya, menatap seseorang yang ada di belakang setir kemudi dengan tatapan menyelidik.


Wanita? Jadi Daniel memperkerjakan supir seorang wanita? Astagaaa yang benar aja! Kenapa aku baru tau? Tapi untuk apa juga aku tau, gak penting. pikir Elis dalam hati nya.


Cukup lama Daniel diam memperhatikan Elis lewat kaca spion mobil. Seolah tau apa yang sedang di pikirkan Elis.


"Mulai detik ini, ke mana pun kau pergi, akan ada Ella yang akan mengantar ke mana pun kau pergi. Bukan begitu, Ella?" cicit Daniel dengan tegas, menjawab rasa penasaran Elis.


Elis mengadahkan wajah nya. "Tidak mau, selama ini kan yang menjadi supir ku, itu ya kamu. Mulai saat ini yang antar jemput aku, mengantar ke mana pun aku pergi ya itu kau!" cicit Elis dengan tangan menyilang di depan dada.


"Baik lah, aku setuju. Tapi setiap kau ada meeting, pekerjaan di luar, harus dengan persetujuan ku lebih dulu. Kau setuju?" tawar Daniel, berusaha menego pada Elis, dengan mengulurkan tangan kanan nya ke depan sang istri.


"Kita diel!" Elis membalas uluran tangan Daniel.


"Jadi tugas saya apa Tuan, jika Nona tidak mau di antar oleh saya?" tanya Ella, melirik Tuan nya lewat kaca spion mobil.


"Kau bisa mengejar papa ku, buat dia bertekuk lutut pada mu!" ucap Daniel.


Ciiiit.


Bruk.


Ella menginjak pedal rem, membuat mobil seketika berhenti dengan decitan ban pada aspal.


Daniel menubruk tubuh Elis, membuat ke dua nya terjerembab.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2