
...💖💖💖...
"Kenapa bisa... aku gak jawab telpon dari kamu sayang?" tanya Elis dengan membola.
"Mana hape mu?" Daniel mengarahkan tangan kanan nya.
"Tunggu sebentar." Elis mencari cari benda pipih nya di dalam tas nya, lalu menyerahkan nya pada Daniel.
"Daya baterai mu habis sayang! Gimana aku bisa menghubungi mu hem?" ujar Daniel.
'Pantes aja tadi hubby malah telpon papa! Ternyata hape aku yang habis daya!' pikir Elis dengan menggigit bibir bawah nya.
"Kalian mau langsung jalan, atau mau ikut masuk dulu. Daniel, Elis?" tanya papa Brian, yang kini berdiri di antara ke dua nya.
"Aku ingin makan bakso gerobak, sekarang!" Elis berkata dengan manja, sambil mengelusss perut nya yang masih rata.
"Kami langsung jalan aja ya pah!" Daniel menyalami tangan kanan papa mertua nya.
"Boleh, yang sabar ya ngadepin anak papa!" seru papa Brian dengan menepuk bahu menantu nya, Daniel.
"Selalu berusaha sabar menghadapi nya, pah!" ucap Daniel, menggenggammm tangan Elis.
"Papah mah gitu, emang aku kenapa sih! Sampe buat hubby harus sabar ngadepin aku?" Elis mengerucutkan bibir nya.
"Ahahaha, kamu masih belum sadar juga sayang? Udah sana kalian cari bakso. Nanti matahari keburu terik." titah papa Brian, setelah berhasil menghentikan tawa nya.
"Daniel duluan ya pah!" pamit Daniel, dengan membawa Elis ke arah sepedah motor yang ia parkir.
Brian menatap ke dua nya, menunggu ke dua nya meninggalkan tempat itu.
"Aku ada filling gak enak nih, Elis pasti berulah kembali." gumam papa Brian, saat mata nya gak melihat mobil Daniel.
"Kita mau cari bakso gerobak pake apa hubby? Aku gak lihat mobil kamu!" tanya Elis dengan celingukan mencari mobil yang biasa di tumpangi Daniel.
"Kita cari pake itu!" Daniel menunjuk sebuah motor sport berwarna biru, dengan 2 helm di atas jok motor.
Elis membola, terperangah. Lalu merengek dengan manja pada Daniel, melingkarkan ke dua tangan nya di pinggang sang suami.
__ADS_1
"Hah? Kamu serius hubby? Nanti aku hitam, gimana? Tersengat sinar matahari, yang benar aja kamu hubby. Belum lagi debu di jalan, polusi, kita pinjam mobil papa aja hubby!"
Elis menoleh ke belakang, memastikan sang ayah masih berada di sana, lalu menatap sang ayah. "Boleh kan pah? Demi cucu!" rengek Elis dengan bibir mengerucut.
Papa Brian menggelengkan kepala nya. 'Apa aku bilang, filling gak enak ku langsung terjawab sudah.' batin papa Brian.
"Kamu belum tau aja kelebihan dari naik sepedah motor, sayang! Pasti kamu ketagihannn!" goda papa Brian, sambil melangkah menghampiri ke dua nya.
"Jadi selama ini kamu belum pernah naik sepedah motor, sayang?" tanya Daniel gak nyangka.
Elis mengadahkan wajah nya, menatap kecewa Daniel.
"Kita itu besar dan tumbuh bersama, sekolah hingga kuliah pun di tempat yang sama. Kamu gak tau aku gak pernah naik motor? Kebangetan kamu hubby!" sungut Elis dengan wajah masam.
"Maaf sayang, aku gak menyadari nya. Kalo gitu, kita coba naik sepedah motor ya! Sama aku!" pinta Daniel dengan mengelusss puncak kepala Elis lalu mendaratkan kecupan di bibir nya.
"Aku gak mau, polusi, gak aman naik motor tuh! Udah kita naik mobil papa aja." kekeh Elis dengan melepaskan pelukan nya dari pinggang Daniel.
"Sayang! Jangan bicara begitu! Naik motor itu aman, bukti nya Daniel saat ini ada di hadapan mu dengan masih utuh kan!" ucap papa Brian, menepis apa yang di katakan Elis.
Daniel mengucapkan terima kasih pada papa Brian dengan cara nya. Mengedipkan mata kanan nya ke arah papa Brian, yang di balas anggukan kepala dari papa Brian.
Elis diam aja, dengan bibir yang bergerak komat kamit, tanpa mengeluarkan suara.
'Udah aku bilang gak mau juga, debu... nanti kulit ku kusam. Daniel menyebalkan, panas kan kalo naek motor tuh! Uuhhh sebel!' gerutu batin Elis.
"Apa aku harus mengenakan ini? Ini bisa merusak rambut ku hubby! Kepala ku rasa nya berat dengan ini di kepala ku!" protes Elis dengan sebal, tangan nya bermain menepukkk nepukkk helm yang terpasang di kepala nya.
"Harus sayang, kita kan mau naik motor, jadi harus mengenakan helm sebagai keamanan untuk pelindung kepala!" jelas Daniel, mengenakan helm untuk diri nya sendiri.
"Kamu tunggu apa lagi, sayang? Ayo naik!" tegur Daniel, melihat Elis yang belum juga naik dan duduk di atas motor.
"Naik nya gimana?" tanya Elis dengan polos nya.
"Ahahahhahha sayang nya papah, sudah sebesar ini masih belum tau cara nya naik motor?" papa Brian kembali tergelak.
"Gak usah ketawa kalo cuma bikin panas telinga!" gerutu Elis, menatap tajam sang papa.
__ADS_1
Motor melesat, berbaur dengan kendaraan lain yang berpacu di jalan raya.
Daniel tersenyum simpul, melihat tangan Elis yang memeluk nya erat.
"Kamu beneran bisa kan hubby bawa motor nya?" tanya Elis, masih gak percaya.
"Astagaaa sayang, sudah jauh perjalanan kita ini. Kamu baru menanyakan nya? Dan lagi... jadi kamu sejak tadi teganggg dan gak nyaman karena masih ragu aku mengendarai sepedah motor?" tanya Daniel, menatap Elis dari kaca spion kiri.
"Hehehe, aku takut hubby! Ini kali pertama aku naik motor." gerutu Elis dengan wajah malu.
Dengan heboh nya, Elis berseru, tangan kanan nya menepukkk nepukkk bahu Daniel, saat tatapan nya tertuju pada pedagang bakso dengan gerobak dorong nya.
Plik pluk pluk pluk.
"Hubby, lihat itu! Itu tukang bakso nya! Ayo cepat ke sana!" titah Elis.
"Iya, ini kita mau ke sana sayang!"
Daniel menghentikan laju motor nya melewati kang bakso. Elis langsung turun dengan gak sabaran.
"Abang bakso... ayo ke sini, cepetan!" titah Elis dengan tangan melambai lambai, pada hal jarak kang bakso dengan nya hanya beberapa meter aja.
"Aku mau semangkuk bakso pak, tapi gak pake bakso urat, pake telur aja! Gak pake mie kuning, cuma mi putih aja! Tape cuka ya jangan lupa!" ucap Elis dengan bersemangat, berdiri di samping kang bakso yang langsung meracik untuk Elis.
'Aihhhhss aku ketemu pelanggan aneh! Pasti lagi ngidam.' batin kang bakso, melirikkan ekor mata nya pada Elis.
"Ini maksud nya gimana ya neng? Bakso semangkuk tapi gak pake bakso urat, pake telor aja?" tanya kang bakso dengan wajah bingung.
"Bakso tanpa bakso pak!" seru Daniel, yang berdiri di belakang sang istri.
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭
Bersambung...
__ADS_1
...💖💖💖...