
...💖💖💖...
'Gak semudah itu pak! Emang saya cewek apaan. Udah di bilang gila, sintinggg, dengan mudah nya saya menerima laki laki itu? Huh, jangan harap!' batin Mela dengan tekaddd.
Mela berlalu kembali menuju ruang kerja nya, namu sejurus kemudian tatapan nya teralihkan saat gak sengaja melihat Ella yang tengah melamun, dengan wajah bertumpu pada ke dua tangan nya yang ada di atas meja.
"Kenapa tuh si Ella? Lagi jatuh cinta nih bau bau nya mah. Ledekin aaah!" seru Mela, berbelok ke arah meja kerja Ella.
'Kalo di lihat dari dekat, apa lagi jarak yang benar benar intens gitu. Pak Arsandi gagah juga, mana keren, gak jauh beda sama pak Daniel. Yaaah cuma beda tipis, pak Daniel yang punya ini perusahaan. Sedangkan pak Arsandi orang kepercayaan bos. Sama hebat lah kalo di pikir pikir mah.' batin Ella dengan tatapan lurus ke depan, namun pikiran melayang pada sosok Arsandi.
"Kamu mikirin siapa El?" tanya Mela yang sudah berdiri di depan meja Ella.
Ella diam aja, gak menyadari keberadaan Mela, bahkan telinga nya seakan tertutup untuk mendengar apa yang di tanyakan Mela.
"El, lagi mikirin siapa?" tanya Mela lagi dengan tatapan menyelidik Ella.
'Apa mungkin pak Arsandi cinta sama gue ya? Kalo dia gak cinta, pasti tadi gak nolongin gue. Sebodo amat gitu, liet gue jatoh. Tapi... tadi pak Arsandi malah nolongin gue! Beneran cinta ini mah. Kalo pak Arsandi tiba tiba nanya ke gue. Gue bakal bilang cinta aja lah. Kan mayan tuh kesempatan hidup enak, apa lagi jadi calon pendamping pak Arsandi, aiihhs gila gue bisa terbang tinggi gak pengen jatoh lagi saat gue terbangun!' pikir Ella dengan berbagai pertanyaan dan kemungkinan.
"Ella, lu ngelamunin apa!" tanya Mela dengan tangan mengguncanggg bahu Ella.
"Iya, saya mau jadi pacar bapak!" seru Ella dengan beranjak dari duduk nya.
"Ella! Lo ngelamun?" tanya Mela dengan berseru naik satu oktaf, menyadarkan Ella kembali dari lamunan panjang nya.
Ella menoleh ke arah Mela, lalu terperangah menyadari kebodohan nya setelah mengedarkan pandangan nya.
"Gue ngelamun jauh amat ya!" Ella menggaruk kepala nya yang gak gatal, cukup membuat nya malu di hadapan karyawan lain nya.
"Ahahahah Ella, tidur yang nyenyak ya di rumah, bukan di kantor!" ledek teman Ella.
"Ahahhaha bisa aja lo! Ella gak bakal bisa tidur dengan nyenyak, selama belum punya pacar!" goda karyawan lain nya.
"Hihihi, jadi... apa yang di lamunin teman ku ya satu ini? Mau cerita gak? Aku siap loooh buat dengerin curhatan mu!" goda Mela, dengan tubuh condong ke depan, ke dua tangan nya menjadi tumpuan di atas meja.
"Apa sih! Gak ada, udah sana balik tempat kamu!" Ella mengusir Mela, dengan mengibaskan ke dua tangan nya di depan Mela
"Ahahahhaha masa sih! Tadi aku dengar kamu mau. Mau jadi pacar bapak. Naaah nama siapa itu? Bapak mana yang mau jadiin kamu pacar nya?" tanya Mela dengan menyelidik.
__ADS_1
'Mampusss dah nih gue. Bisa kacau kalo Mela curiga. Jangan sampe Mela tau yamg gue lamunin itu pak Arsandi. Mau di taro di mana ini muka gue!' batin Ella.
"Eh malah ngelamun lagi! Kasih tau dong, bapak mana tuh? Anak bagian keuangan? Resepsionis? Satpam? Perencanaan?" cecar Mela ingin tau.
Ella membuang nafas lega, saat dering hape Mela terdengar.
Dring dring dring dring.
"Hape gue bunyi! Gue jawab dulu ya! Tapi nanti cerita sama gue ya! By!" Mela merogoh saku blezer nya, mengeluarkan benda pipih itu dari sana.
[ "Iya pak, ada apa?" ] tanya Mela, ia melangkah menjauh dari ruang kerja Ella.
^^^"Kamu bisa pulang gak ndok!" suara seorang pria paruh baya nampak terdengar di telinga Mela.^^^
[ "Tapi kerjaan Mela masih banyak pak. Emang ada apa pak?" ] tanya Mela dengan kening mengkerut. Menerawang dengan permintaan si bapak.
^^^"Ba- bapak sa- sakit Mela!" ucap nya dengan suara tergagap.^^^
Mela nampak terkejut dengan penuturan sang ayah, hingga gak menyadari perubahan dari suara sang ayah.
[ "Apa? Bapak sakit? I- iya udah. Mela langsung izin dulu sama bos. Bapak sakit apa? Kenapa bapak bisa sakit? Bapak pasti lupa makan! Jangan gitu dong pak!" ] cecar Mela yang gak bisa lagi menghentikan kata kata nya.
Perkataan sang ayah gak lagi Mela dengar, berganti dengan suara panggil yang terputus.
[ "Halo pak! Bapak dengar suara Mela! Pak, bapak!" ] teriak Mela dengan pikiran buruk yang menghantui nya akan kondisi sang ayah di sana.
Mela menyimpan berkas yang baru aja di terima nya, lalu hendak berlalu meninggalkan ruang kerja nya dengan niat ruang kerja Daniel.
"Ada yang ketinggalan lagi gak sih?" tanya Mela pada diri nya sendiri.
Mela berlari kembali ke meja kerja nya. "Dasar begooo, udah tau mau minta cuti. Ini kenapa gak di bawa!" umpat Mela pada diri nya sendiri, memeluk laporan yang kini ada bersama nya.
Bugh.
Saking buru buru gak lihat jalan, Mela menubruk dada bidang Arsandi yang hendak masuk ke dalam ruang kerja nya.
"Akkkhhhhh!" pekik Mela dengan posis kayang dan hampir menyentuh lantai.
__ADS_1
Sreek.
Arsandi menyipitkan pandangan, mengulurkan tangan kanan nya ke pinggang Mela, lalu menarikkk wanita itu hingga membuat Mela menubruk dada bidang nya.
Dugh.
Mela membola, saat bibir nya gak sengaja malah menyentuhhh dada bidang Arsandi yang berbaluttt kemeja putih.
'Seperti nya gue terlalu tinggi, sampe ini anak bukan cium bibir gue. Tapi malah cium dada gue.' Arsandi menarikkk sudut bibir nya dengan tatapan menyeringai.
"Apa yang kamu lakukan? Bibir saya ada di sini!" Arsandi mengerucut kan bibir nya, seolah memberi tahu Mela 'ini bibir saya!'
"Maaf maaf saya gak sengaja!" Mela mendorong dada bidang Arsandi dengan sekuat tenaga.
Grap.
Arsandi menggenggammm ke dua pergelangan tangan Mela, lalu menyamakan tinggi nya dengan tinggi Mela, hingga ke dua nya saling tatap.
"Mau apa lagi? Aku kan udah bilang maaf gak sengaja! Lepasinnn! Aku buru buru!" cecar Mela dengan suara memohon, berusaha memberi tahu Arsandi agar mau melepaskannn tangan nya.
"Ada apa? Kamu bisa katakan pada ku! Aku bisa membantu mu!" ucap Arsandi meyakinkan.
"A- aku harus izin kerja untuk beberapa hari, bapak ku sakit, dan tadi saat kami bicara di telpon, tiba tiba hape bapak mati. Aku cemas, aku takut terjadi hal buruk pada bapak!" cicit Mela dengan suara bergetar dengan di susul isakan tangis nya.
'Anak ini! Baru mendengar bapak nya sakit. Pikiran nya sudah di buat kacau. Apa ini yang ia rasakan dulu saat mendapat kabar aku kecelakaan?' pikir Arsandi.
"Tolong aku pak! Tolong bantu aku minta izin pak Daniel untuk merawat ayah! Aku janji... akan melakukan apa pun yang bapak minta! Aku mohon!" pinta Mela dengan memohon.
"Kamu yakin, akan melakukan apa pun yang aku minta? Jika aku membantu mu mendapatkan izin cuti?" tanya Arsandi meyakin kan apa yang baru ia dengar.
Mela mengagguk tanpa pikir panjang.
"A- aku bersedia! Asal masih di batas wajar!" ucap Mela dengan menelan saliva nya dengan sulit.
Bersambung...
...💖💖💖...
__ADS_1
Like dan komen nya napa 🥺
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ biar bisa update banyak 🤫