Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Merindukan


__ADS_3

...💖💖💖...


"Pak Arsandi gak abis salah minum obat kan?" tuduh Mela, menatap curiga Arsandi dengan sikap luar biasa nya yang beda dari biasa nya.


"Di habiskan susu nya selagi hangat. Ini kebiasaan kamu kan, kalo pagi membuat segelas susu coklat hangat?" Arsandi meletakkan segelas susu yang ia bawa di atas meja, depan Mela.


Mela mengerutkan kening nya, menatap bergantian Arsandi dan juga gelas susu yang ada di hadapan nya.


'Aneh banget si ini cowok! Kepentok tembok di mana kali ya? Bisa berubah kalem gitu, ngomong nya juga gak kasar kaya biasa nya. Apa gue yang lagi berhalusinasi sama ini orang?' batin Mela dengan hati yang di liputi tanda tanya.


Tik tik tik.


Arsandi menjentik kan jemari nya di depan wajah Mela, menyadarkan Mela yang jauh dari lamunan nya.


"Ah i- iya, ada apa?" tanya Mela tergagap, lalu memundurkan kepala nya karena wajah nya terlalu dekat dengan wajah Arsandi yang wajah nya tepat di depan nya.


"Apa yang kamu lamunkan, Mela?" tanya Arsandi, menangkup wajah Mela, mengamati wajah Mela yang tampak semakin menggemaskan di mata nya saat gugup dan marah.


Deg deg deg.

__ADS_1


Arsandi yakin, jika rasa yang ia miliki pada Mela adalah perasaan cinta.


'Apa gue udah mulai cinta sama ini bocah gila? Ah sial, bukan Mela yang gila, tapi sekarang gue yang gila! Ngejerrr cinta bocah ini?' batin Arsandi menatap mata hitam Mela dengan lekat.


Tangan Mela terulur menyentuhhh punggung tangan Arsandi, menyingkirkan tangan besar Arsandi dari wajah nya.


'Gue gak boleh sampe terpesona ama ini pak Arsandi, karena perasaan gue dulu yang terlalu baik ama ini orang, gue ampe kena tipu!' tekad Mela, meski hati nya bertalu talu mendapat perlakuan manis Arsandi.


"Ehem maaf, harus nya anda gak perlu melakukan ini untuk saya, pak! Karena saya sudah terbiasa melakukan nya sendiri. Tapi makasih udah di buatin!" Mela mendorong dada bidang Arsandi hingga ke dua nya kembali berjarak.


Arsandi dengan santai nya memilih duduk di bibir meja, samping Mela, menatap gadis itu dengan lekat.


"Aku ingin melihat mu menghabiskan nya! Apa itu sudah cukup menjadi alasan untuk aku tetap di sini?" tanya Arsandi dengan tegas.


"Minum ya minum." gerutu Mela.


Mela meraih gelas susu nya, dan mulai menyeruput nya secara perlahannn. Mela menatap Arsandi dengan tatapan waspada.


"Aku sudah menghabiskan susu nya, kanapa masih ada di sini?" tanya Mela dengan kening mengkerut.

__ADS_1


"Iya baik lah, aku akan pergi. Tapi setiap saat, aku pasti akan datang di setiap aku ingin." Arsandi beranjak dari duduk nya lalu melangkah menuju pintu.


'Apa itu tugas asisten CEO? Cihsss santai sekali kamu Tuan Arsandi?' cibir Mela dalam hati.


"Terserah bapak lah, yang penting aku datang ke kantor ini dengan tujuan bekerja." jelas Mela.


Mela menyimpan kembali gelas susu nya di atas meja, jemari nya mulai sibuk kembali dengan menari nari di atas papan keyboard, sedangkan tatapan nya kini fokus pada laporan yang tengah ia kerjakan.


Arsandi memegang hendle pintu ruang kerja Mela. "Bisa kah sikap mu sama seperti sebelum nya pada ku? Seperti nya aku merindukan gadis gila yang terkenaaa tipu karena menghawatirkan ku!" ucap Arsandi menatap Mela penuh harap.


"Dalam mimpi pak!" jawab Mela dengan ketus.


Bersambung...


...💖💖💖...


Like dan komen nya napa 🥺


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya

__ADS_1


__ADS_2