Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Gak perduli


__ADS_3

...💖💖💖...


"Mau ngapain kamu? Mau marah di depan saya? Gak cukup hanya dengan melempar beberapa map laporan keuangan?" tanya Arsandi dengan melangkah mundur, dan tanpa ia sadari, ia mendiel nomor Daniel.


Grap.


Di luar dugaan Arsandi, yang berfikir buruk terhadap Mela. Bahkan pria itu sudah siap dengan tangan kiri nya yang ancang ancang untuk menghentikan tingkah koyol Mela, jika sampai wanita gila itu berani menampar nya.


Mela langsung memeluk ke dua kaki Arsandi dengan ke dua tangan nya, dengan berdiri menggunakan ke dua lutut nya.


"Jangan pecat saya pak, kalo bapak sampe pecat saya... bapak harus tanggung jawab sama saya, saya bakal tinggal di mana nanti! Babeh saya pasti bakal usir saya dari rumah pak, karena saya gak ada tanggung jawab nya terhadap pekerjaan dan juga sama keputusan yang udah sama ambil, pak. Tolong pak, bapak harus tanggung jawab huaaaa!" ujar Mela dengan terus menangis bak anak kecil, tanpa bergeming.


Arsandi mengerutkan kening nya, mencoba melepaskannn ke dua kaki nya dari pelukan Mela. Tangan kiri nya menarik bahu Mela, agar bisa menjauhkan dari ke dua kaki nya, agar Mela mau melepaskannn pelukan nya. Namun sayang nya Arsandi lupa menjauhkan benda pipih dari daun telinga kanan nya.


"Lepas Mel! Mela, apa yang kamu lakukan! Lepaskannn kaki saya! Saya gak bisa jalan ini! Lepasss dengar tidak, saya ngomong apa!" bentak Arsandi dengan suara meninggi, menatap tajam Mela.


"Huaaa gak mau pak, pokok nya bapak hiks harus tanggung jawab huaaaa kalo sampe saya hiks hiks kehilangan pekerjaan. Ini semua pasti salah bapak hiks hiks. Saya mau bapak tanggung jawab hiks hiks sama perbuatan bapak ke saya!" sungut Mela, dengan sambil terus menangis, menyeka bulir bening yang membasahi pipi nya dengan punggung tangan nya secara kasar.

__ADS_1


Deg.


Namun na'as nya si melon kembar Mela, yang padat berisi malah menempelll pada kaki Arsandi, membaut Arsandi gak nyaman.


"Aaahhhh sialll, kenapa saya harus berada di situasi yang seperti ini! Kenapa juga saya harus berhadapan dengan wanita gila seperti mu, Mela! Saya bilang lepasss! Saya bisa jatuh ini!" sungut Arsandi dengan kesal.


Arsandi mencoba mengangkat satu kaki nya, tapi malah salah satu si melon kembar Mela, ikut bergesekannn dengan kaki nya.


"Bodo amat, saya gak perduli, mau bapak jatoh kek, mau bapak mati kek, saya gak perduli! Bapak juga gitu ke saya, selama bapak di sini, bapak mengacaukan hidup saya, tabungan saya terkuras karena bapak, saya minta tanggung jawab bapak!" ujar Mela masih dengan tangis yang tersedu sedu.


^^^"Arsandi, saya harap penjelasan mu saat ini juga! Saya tunggu kamu di rumah dalam waktu 10 menit!" suara bariton Daniel terdengar di sambungan telepon yang lantas mati.^^^


Tut tut tut tut tut.


Deg.


Jantung Arsandi seakan berhenti memompaaa, nafas nya seakan berhenti menghirup oksigen.

__ADS_1


Arsandi menjauhkan benda pipih nya dari daun telinga nya, menatap nya dengan mata memicing tajam.


"A- apa? Ja- jadi tadi beneran terhubung? A- aku beneran menghubungi Tuan Daniel? Aaahhh gilaaaa!" umpat Arsandi dengan terbelalak, sulit di percaya oleh pandangan nya.


Brak.


Bugh.


"Awwhhhh!"


Bersambung...


...💖💖💖...


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2