Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Karangan belaka Daniel


__ADS_3

...💖💖💖...


Bugh bugh bugh.


"Kau benar benar iblis, Daniel! Kenapa tidak kau bunuhhh aku saja sekalian!" Wiliam memukulll mukulll kan kepalannn tangan nya ke lantai dengan penuh emosi.


Ceklek.


"Wah wah wah, rupa nya kau sudah sadar Tuan Wiliam Smith yang terhormat!" ujar Kevin, berdiri di ambang pintu menatap sinis Wiliam.


William mengadahkan kepala nya, melihat siapa yang membuka pintu kamar. Dengan suara yang gak asing di telinga nya.


"Kau? Kevin! Ke luarkan aku dari sini! Apa pun yang kau inginkan, akan aku berikan untuk mu! Saham, harta, wanita, mobil, aku bisa memberikan mu lebih banyak dari yang di berikan Daniel pada mu!" ujar Wiliam, mencoba memberikan penawaran pada Kevin.


"Harus nya kau malu Wiliam, kau pikir Daniel akan membiarkan mu ke luar dari sini hidup hidup? Setelah sekian lama kau di berikan kebebasan, sayang nya kau terlalu menyia nyiakan kesempatan mu itu Tuan!" ujar Kevin dengan sinis.


"Kau pikir kau siapa hah! Tuhan? Bisa memastikan hidup ku? Kau hanya kacunggg yang di perbudak Daniel! Kau tidak lebih dari sampah yang di pungut menjadi orang yang tidak berperasaan! Bajingannn kalian!" umpat Wiliam dengan tatapan marah.


"Aku sampah? Aku bajingan? Apa kau tidak pernah bercermin di rumah megah mu itu Wiliam? Ah aku lupa, itu bukan rumah mu, tapi rumah mantan bos mu ya kau rebut mentah mentah rumah dan perusahaan nya! Bukan begitu Tuan Wiliam?" ejek Kevin dengan tergelak.


Deg.


'Dari mana Kevin tau itu semua? Hanya aku yang tau rahasia ku, tapi bagaimana bisa?' batin Wiliam, dengan kening mengkerut menatap gak percaya Kevin.


"Gak usah banyak mikir Tuan Wiliam! Nikmati lah sisa hidup mu yang hanya sesaat lagi!" ejek Kevin, kembali menutup pintu kamar itu dengan keras.


Bruk.


"Kevin! Ke luarkan aku dari sini! Kurang ajarrr kalian, berani nya bermain main dengan ku! Kevin!" teriak Wiliam dengan kencanggg, meluapkan kekesalan nya pada Kevin yang tidak mau melepaskan nya.


Pagi hari nya di kediaman Daniel dan Elis.


Daniel menatap Elis dengan hangat, kepala bertumpu pada satu tangan, yang menyanggah kepala nya dengan posisi nya yang tidur dalam keadaan miring menatap Elis.

__ADS_1


"Pagi sayang!" seru Daniel dengan senyum merekah di bibir nya, saat melihat Elis yang baru saja membuka ke dua mata nya dengan merenggangkan ke dua tangan nya ke atas.


"Emmmm pagi juga, apa aku kesiangan? Kenapa gak bangunin aku?" Elis bertanya dengan nada manja, beringsut ke belakang dan membuat nya menyandar pada kepala ranjang.


"Aku tidak tega membangunkan mu, apa semalam kau mimpi indah? Atau mimpi buruk?" tanya Daniel dengan tatapan menyelidik.


Daniel ikut menyandar kan punggung nya pada kepala ranjang, dengan kaki kanan yang menyilang di atas kaki kiri.


"Entah lah, aku seperti mimpi tapi terlihat nyata. Aku melihat diri mu yang marah pada ku, apa lagi pada saat ____" Elis menggantung kata kata nya, dengan tatapan menyelidik pada Daniel.


'Kalo aku mimpi, tidak ada luka di punggung tangan dan ruas jari Daniel. Tapi jika ada luka di punggung tangan Daniel, itu arti nya kejadian semalam nyata dan bukan sekedar mimpi.' pikir Elis dengan kening mengkerut, menunjukkan otak nya yang sedang berfikir keras.


"Apa lagi sayang? Kamu mimpi apa? Saat apa? Cerita kan pada ku!" tuntut Daniel, saat mendengar Elis menggantung kata kata nya.


'Bagus jika Elis menganggap semalam hanya sekedar mimpi. Elis pasti akan sangat takut pada ku, jika tau itu adalah kenyataan yang bisa aja mengguncang jiwa nya!' batin Daniel dengan hati bersorak senang.


Grap.


Elis menarikkk pergelangan tangan Daniel, mengamati punggung tangan dan ruas jari Daniel.


'Semalam itu beneran nyata? Jadi Daniel semalam benar memukulll pintu kaca balkon, dan luka ini?' pikir Elis dengan sulit menelan saliva nya, ia menatap Daniel dengan takut.


Daniel mengerutkan kening nya, melihat perubahan Elis setelah melihat luka di punggung tangan dan ruas jari nya, dengan tatapan yang takut saat menatap Daniel.


'Sialll, aku harus bisa menngalihkan perhatian nya!' umpat Daniel.


Daniel menarikkk tangan nya yang di pegang Elis dengan gemetar.


Dengan canggung, Daniel menjelaskan luka yang ia dapat pada Elis.


"Ini tadi gak sengaja kena pecahan mangkuk, aku terlalu ceroboh saat menyiapkan bubur untuk mu. Aku memecahkan mangkuk, dan gak sengaja mengenai nya." jelas Daniel, menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Apa benar begitu? Bukan karena pecahan pintu kaca balkon?" tanya Elis, dengan tatapan gak percaya dengan karangan Daniel.

__ADS_1


Daniel tergelak, semakin keras usaha nya untuk meyakinkan Elis. Pada hal itu semua adalah karangan belaka Daniel. Dan kejadian semalam adalah nyata.


"Ahahhaha jadi kau ragu pada cerita ku itu sayang? Aku hanya menipu mu sekali, dan kau langsung tidak mempercayai ku lagi?" Daniel beranjak dari kasur, berjalam ke arah pintu balkon.


"Tapi itu seperti nyata, kau marah pada ku Nil! Seakan itu aku melihat sisi mu yang lain, kau sungguh berbeda, menjadi Daniel yang gak aku kenal." jelas Elis gak mau kalah dari Daniel.


"Coba lihat lah sayang, tidak ada yang berubah dari kamar ini, apa kau masih berfikir ada yang berbeda dari ku? Ini hanya luka kena pecahan mangkuk, bukan pintu kaca balkon!" seru Daniel, menegaskan perkataan nya pada Elis.


'Pintu kaca itu semalam pecah dengan kaca yang berserakan!' Elis beranjak dari tempat tidur, memastikan pintu kaca itu dan lantai nya.


"Gak ada yang berbeda kan sayang? Ayo lah, kau hanya lelah, seperti nya aku harus mengosongkan jadwal ku hari ini, mengisi waktu lebih banyak dengan mu, sayang ku!" ujar Daniel memeluk Elis dari belakang, menyandarkan dagu nya pada bahu Elis.


"Apa iya aku yang terlalu lelah ya? Kalo kau senggang, meluangkan waktu untuk ku, gak lah, aku bosan di rumah! Kamu kerja aja! Cari uang yang banyak untuk ku dan untuk baby utun!" tolak Elis, yang mulai mempercayai apa yang di katakan Daniel pada nya.


'Mungkin apa yang di katakan Daniel itu benar, aku hanya lelah, belum terbiasa dengan keadaan ku yang tengah mengandung.' batin Elis berpikir simpel.


"Kalo begitu, ayo kita olah raga pagi, biar aku bersemangat menyambut hari ini!" Daniel membawa Elis ke dalam gendongan nya, dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Mana ada olah raga pagi! Aku laper, aku ingin mandi kilat aja!" tolak Elis, yang tau arah pembicaraan Daniel, dengan ke dua tangan yang mengalung di leher Daniel.


"Apa itu mandi kilat?" tanya Daniel dengan kening mengkerut, menurunkan Elis di bawah guyuran air shower.


"Mandi cepat lah, masa gitu aja gak tau." ejek Elis, yang mulai melucutiii pakaian nya.


Ke dua nya mandi bersama di bawah guyuran air shower, dengan suara suara gemericik dari keran shower, mengiringi suara nakalll dari bibir Elis yang meluncurrr bebas tanpa bisa di rem.


Dring driing dring dring.


Berkali kali dering telpon dari benda pipih Daniel dan Elis berbunyi. Namun terabaikan oleh si empunya, karena gak tau dan gak dengar dering telpon nya. Ke dua nya sibuk dengan ritual mandi dan ritual tambahan yang mengenakan.


Bersambung...


...💖💖💖...

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2