Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Pengganggu


__ADS_3

...💖💖💖...


"Maka nya kalo mengerjakan sesuatu itu harus fokus! Pasti kau itu lagi memikirkan wanita wanita mu yang lain! Menjengkelkan!" ucap Elis dengan sebal, namun bibir nya meniupkan hembusan angin dari bibir mungil nya.


"Kau perhatian sekali!" cicit Daniel dengan pandangan yang kini menatap lekat Elis.


Prang.


Cici menelan saliva nya, melihat kecerobohan yang baru saja ia lakukan.


Mampusss tah, pake jatuh segala atuh, ini toples kaca isi peyek kacang tanah.


Daniel dan Elis, sama sama menoleh ke arah asal suara benda jatuh. Tatapan mereka berhenti di depan pintu.


Elis menatap heran Cici, mau apa lagi gadis desa itu ke sini? Tanpa mengetuk pintu lagi! Gak sopan! Ini kan wilayah privasi ku dan Daniel!


Daniel mengerutkan kening nya, menatap Cici dengan penuh tanya. "Apa yang sedang kamu lakukan di sana, Ci?" tanya Daniel dengan nada datar.


"Eh emmm ma- maaf, a- aku tidak sengaja menjatuhkan nya." cicit Cici dengan wajah canggung, menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Tanpa pikir lagi, Cici langsung buru buru berjongkok dan memunguti toples kaca yang pecah, berserta isi nya yang kini berserakan di lantai depan pintu kamar yang di tempati Daniel dan Elis.


"Ta- tadi nya Cici teh mau memberikan ini untuk demit kota, tapi kaki Cici malah gak sengaja kesandung, alhasil toples ini teh jadi nya jatuh ke lantai atuh akang... dan pecah, maaf ya, nanti biar Cici minta si mbok gorengkan lagi untuk teteh demit kota!" cicit Cici, kelepasan memanggil Elis dengan sebutan demit kota.


"Ihs gak jelas banget sih! Kesandung apa coba!" cibir Elis, gak ada gundukan anak tangga, gak ada karpet, gak jelas banget kan!


Tangan kanan Elis langsung membuka salah satu laci yang ada di meja hias. Mengeluar kan tas selempang nya, tas selempang yang selalu ia bawa ke mana pun ia pergi, membuka nya dan mencari cari sesuatu di sana.


"Jangan kau sentuh dengan tangan, Ci! Pecahan nya bisa melukai tangan mu!" ucap Daniel, mencoba menghentikan apa yang sedang di lakukan Cici, namun tetap terpaku di tempat nya.


Kini Daniel menoleh ke arah Elis. "Kau sedang apa, sayang?" tanya Daniel dengan suara lembu nya.


Elis yang mendengar perkataan penuh perhatian dari Daniel untuk Cici langsung menggerutu. "Perhatian mu bukan hanya untuk ku, Daniel! Mau aku lagi apa kek, bukan urusan mu!"

__ADS_1


"Awwwhhh!" pekik Cici, mengibas kan tangan kanan nya yang tanpa sengaja terkena pecahan toples kaca.


Cici menatap Daniel dengan penuh harap, ke dua mata nya seakan membuat bendungan yang siap menumpahkan air nya.


Ke sini ayo atuh akang, liet luka di jari Cici, sakit ini teh, kalo di sinetron sinetron yang cici pernah tonton kan, akang nyamperin Cici, terus jari Cici di iseppp, di muttt muttt, hiks, akang tega ihs gak gitu sama Cici.


Daniel yang melihat tatapan Cici, jadi tidak tega. "Tuh kan! Apa aku bilang! Ngeyel jadi orang tuh kalo di kasih tau!" omel Daniel hendak melangkah ke arah Cici. Berbarengan dengan Elis yang berhasil mendapatkan apa yang ia cari.


Grap.


Genggamannn tangan Elis pada pergelangan tangan Daniel, mau tidak mau menghentikan langkah kaki Daniel.


"Mau ke mana? Tunggu sampai aku olesi luka bakar mu itu!" ucap Elis dengan ketus, bibir nya terus bergerak lantaran kesal.


Bugh.


Elis berjinjit, menekan bahu besar Daniel hingga pria itu menduduk kan tubuh nya di kursi yang ada di depan meja hias.


"Lalu Cici gimana? Jari nya juga pasti terluka kan?" protes Daniel dengan menggenggammm jemari Elis, aku suka cara mu seperti ini, pasti kau sedang menunjukkan rasa cemburu mu!


Teriakan si mbok terdengar oleh Elis dan Daniel dari dalam kamar.


"Ciciiii kamu ngapain lagi? Apa lagi sekarang yang pecah Ciiii?"


"Kamu dengar itu kan? Sudah ada si mbok yang akan mengurus bocah itu!" ucap Elis dengan melirik malas ke arah Cici.


Elis mengolesi salep pada luka bakar yang ada di punggung tangan kiri Daniel.


"Pelan pelan!" Daniel menarik tangan kiri nya.


"Udah pelan ini! Sabar sedikit!" ucap Elis dengan hati hati mengolesi salep nya.


"Astagfirullah, aya naon ini teh Cici? Kesambettt apa kamu jadi kaya begini?" pekik si mbok dengan suara yang nyaring.

__ADS_1


Ke dua mata si mbok membola, pecahan toples dan peyek kacang buatan nya kini luluh lantah di atas lantai.


Si mbok geleng geleng kepala melihat nya, tidak habis pikir dengan anak gadis nya.


Kening si mbok mengkerut mendapati jari tangan kanan Cici yang terluka. "Jari kamu kenapa lagi itu, neng?" tanya si mbok dengan menunjuk jari tangan Cici dengan bibir nya.


Cici menghembuskan nafas kasar, berlalu pergi setelah membuat kekacauan.


"Woy! Dasarrr anak bandelll, kenapa di tinggal ini teh! Cici! Kamu harus bereskan itu kekacauan yang kamu buat!" omel si mbok dengan tangan kanan nya yang mengudara. Melambai lambai, berharap Cici menoleh ke belakang dan kembali.


Daniel berseru, memanggil wanita paruh baya, yang sudah pasti lupa tempat karena sedang marah.


"Mbooook!"


Seruan Daniel membuat si mbok menoleh ke arah pintu yang terbuka lebar. Ke dua mata nya melihat Daniel yang duduk di kursi, dan nampak Elis berdiri dengan sedikit membungkuk.


"Maaf aden, kalian sedang apa atuh? Emmm mbok gak ganggu kalian kan?" tanya si mbok dengan menggaruk kepala nya frustasi, pasti adan dan neng Elis dengar ocehan mbok ini yang tadi ngomel ngomel, ini semua karena anak bandel itu! Awas kamu ya Ci!


"Ini, Elis sedang mengobati punggung tangan saya, oh iya mbok... tadi saya lihat cici terluka karena pecahan beling toples, tolong di obati ya! Dan jangan lupa, itu di bersihkan" Daniel menunjuk sekitaran si mbok berpijak, yang mana berserakan peyek kacang dan beling kaca dari toples.


"Saya tidak mau jika sampai sisa pecahan beling mengenai kaki Elis." ucap Daniel dengan menatap wajah Elis penuh arti.


"Soswit sekali!" ucap Elis dengan mengadahkan wajah nya menatap Daniel, bibir nya mengerucut.


"Kau lucu sekali! Istri ku!" Daniel menarik hidup Elis dengan jari nya.


"Daniel!"


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2