Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Untung saja


__ADS_3

...💖💖💖...


Wiliam menoleh ke arah Zee, menatap nya dengan marah.


"Sialll, dia teman baik Elis! Aku harus menghentikan nya sebelom dia mengatakan pada Elis!"


Baru mau melarikan diri, Zee langsung tertahan dengan tangan besar yang mencengkrammm nya.


Grap.


'Ah sialll, jangan bilang kalo Wiliam benar melihat ku, dan tangan besar ini adalah tangan Wiliam!' umpat batin Zee dengan kesal.


"Kau pikir, aku akan membiarkan mu lari begitu saja, setelah apa yang kau lihat barusan, Zee!" suara bariton Wiliam seakan menggema di indra pendengaran Zee.


Seketika itu juga, Zee langsung menoleh ke arah Wiliam, dengan berusaha melepaskan cengramannn tangan Wiliam di pergelangan tangan nya.


"Iya, aku memang melihat nya. Pengakuan Sera yang akan membuat Elis sadar, seperti apa kelakuan pria yang selama ini di cintai nya. Pria yang bahkan tidak pantas untuk mendapatkan cinta nya! Aku pasti kan, Elis akan meninggalkan mu, Wiliam!" umpat Zee.


Dengan berani dan percaya diri, tanpa ada keraguan di hati nya. Zee mengeluarkan isi di kepala nya dengan sangat lantang di depan wajah Wiliam.


"Dasar wanita bodoh! Sebelum kau melakukan itu, aku yang akan melukai orang tua mu! Adik mu! Dan pasti nya akan membuat mu hidup sebatang kara di dunia yang kejam ini! Heh!" seringai terbit di bibir Wiliam.


Zee membola, ternganga dengan bibir bawah nya yang seakan hendak mendarat di lantai.


"Jangan coba coba menyakiti keluarga ku, Wiliam bedebahhh!" umpat Zee dengan mata melotot, semakin berusaha keras menyingkirkan tangan Wiliam.


"Kau akan tau seberapa bedebahhh nya aku setelah kau lihat ini, Zee!"


Wiliam melepaskan cengramannn tangan nya dari pergelangan tangan Zee, ia mengeluarkan hape nya dari dalam saku celana nya.


'Apa yang mau di perlihatkan Wiliam pada ku? Gak mungkin kan dia mengetahui orang tua ku, identitas ku!' batin Zee.

__ADS_1


Wiliam memperlihatkan beberapa foto dari layar hape nya. Membuat Zee seketika mengepakkan tangan nya, menatap marah pada Wiliam.


"Kenapa? Apa kau pikir aku tidak tau apa apa tentang mu? Ayo lah, jangan mengusik kehidupan ku dan Elis. Jika tidak maka orang tua mu yang akan menanggung semua nya! Akibat kecerobohan mu Zee!" ucap Wiliam dengan penuh penekanan.


"Hei kau, lacurrr! Menyingkir dari hadapan ku! Jika tidak ingin ku jadi kan hari ini hari terakhir mu melihat dunia!" ancam Wiliam pada Sera yang menatap nya dengan bergidik ngeri.


"Aku akan pergi, dan lupakan akan kandungan ku! Ini bukan milik mu!" ucap Sera dengan menelan saliva nya dengan sulit, lalu berlari dan hilang dari pandangan Zee dan Wiliam.


"Kau dengar itu Zee, Sera saja mengambil keputusan yang benar. Atau kau ingin mengambil keputusan yang bodohhh? Mengatakan nya pada teman baik mu dan orang ku akan menghabisiii orang tua mu! Atau pilihan ke dua, kau dan orang tua mu pergi dan ikuti aturan ku! Akan ku jamin pendidikan mu hingga kau lulus dengan gelar doktor mu!" ucap Wiliam yang terdengar menjanjikan di telinga Zee.


"Oke, gue terima tawaran lo! Tapi gue harap... lo gak akan mempermainkan Elis kembali! Dan jangan pernah usik kehidupan gue lagi! Ngerti lo!" ucap Zee dengan tatapan penuh dendam.


'Setelah gue dapetin gelar doktor, gue pasti kan akan membuat perhitungan sama lo Wiliam!' batin Zee.


Grap.


"Lo pikir gue bakal percaya semudah itu sama lo, Zee? Gue bakal suruh orang kepercayaan gue hari ini juga, buat anter lo ke tempat yang seharus nya lo bersama dengan orang tua lo berada!" seru Wiliam, menempelkan benda pipih nya pada daun telinga kanan nya.


"Kenapa lo manggil gue?" tanya Halim, pria berperawakan tinggi tegap dengan tubuh atletis berkulit sawo matang.


"Kau urus wanita ini! Kirim dia dan orang tua nya ke desa terpencil, ke tempat yang tidak mungkin bisa di jangkau oleh Elis!" ucap Wiliam tegas.


"Brengsekkk kau Wiliam! Kau sungguh sungguh dengan perkataan mu?" umpat Zee yang tampak marah dengan keputusan Wiliam.


Flashback and


Elis menatap dokter Zee dengan tatapan yang sulit di artikan. Dengan mata berkaca kaca.


'Aku tidak menyangka, kehidupan yang di jalani Zee sebegitu sulit nya. Andai aku tau lebih awal, tidak akan aku biarkan Zee menanggung nya sendiri.' batin Elis.


Daniel berusaha mencerna cerita yang ia dengar dari Zee, dengan kenyataan yang sudah ia ketahui tentang sepak terjang seorang Wiliam.

__ADS_1


'Apa benar yang di katakan dokter Zee ini, mengenai menghilang nya diri nya selama ini dari Elis!' batin Daniel.


"Kau tau Elis, aku benar benar merasa di asingkan oleh Wiliam! Pria itu benar benar berengsekkk Elis! Untung saja kau tidak jadi menikah dengan nya!" ujar dokter Zee, menatap Elis dengan senyum yang tersungging di bibir nya.


Grap.


Elis langsung memeluk dokter Zee.


Elia tidak bisa lagi membendung perasa bersalah nya pada dokter Zee.


"Kau pasti sudah melewati banyak kesulitan, maafkan aku, Zee! Karena aku, kau jadi kehilangan kebebasan mu!" ucap Elis dengan suara tangis yang mulai terdengar.


"Sudah tidak apa apa! Toh sekarang aku sudah baik baik aja, aku sudah bisa melihat dan bercengrama dengan mu adalah suatu kebahagiaan untuk ku!" ucap dokter Zee.


Tok tok tok.


Suara pintu kamar di ketuk dari luar.


"Masuk!" seru Daniel menatap ke arah pintu.


"Maaf Tuan, ada yang ingin bertemu dengan Tuan. Mau di persilahkan masuk, atau di suruh tunggu di bawah?" tanya pak Didi, yang kini sudah berdiri di depan Daniel.


"Ada yang mencari ku? Siapa?" tanya Daniel dengan kening mengerut.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2