Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Hair dryer


__ADS_3

...💖💖💖...


"Kau sungguh keterlaluan Daniel!" ucap Elis dengan manja, menggigit bibir bawah nya, merasakan sesuatu yang sakit di bawah sana, tapi nikmat di saat yang bersamaan.


...----...


"Nah gitu kan enak di lihat nya! Sekarang kamu bantuin si mbok, itu sana siram taman taman Nyonya." titah si mbok pada anak gadis nya.


Cici menghentakkan ke dua kaki nya di lantai dengan kesal. "Kenapa harus Cici sih mbok? Kenapa gak demit kota aja yang siram! Itu kan punya mama mertua nya."


Plak.


Telapak tangan kanan si mbok melayang di bokonggg Cici dengan pelan.


"Jaga bicara mu ndok! Kalo den Danu sampai dengar, itu gak bagus lo buat kita! Mau kamu sampai di usir dari rumah ini? Mau tinggal di mana kita ndok?" sungut si mbok, mengomel panjang lebar pada anak gadis nya, dengan tatapan si mbok yang waspada pada sekitar. Takut jika pembicaraan nya itu di dengar oleh Daniel dan juga Elis.


"Ihs mbok, kita tuh gak bakal di usir dari sini mbok. Tenang aja deh mbok! Kang Daniel pasti bakal nyesel nikahin demit kota itu, terus bakal jadiin aku istri nya deh!" Cici menautkan ke dua tangan nya dengan wajah berbinar.


"Mimpi di siang bolong kamu Ciii, Ci! Wis sana pergi siram tanaman mawar itu, awas saja kalo ada yang sampai layu. Kamu bakal mbok hukum." cicit si mbok dengan ke dua tangan nya mengibas ngibas, mengusir Cici ke luar segera.


"Ihs aku ini anak kandung ko yo berasa kaya anak tiri mu mbok!" cicit Cici, berjalan dengan malas meninggalkan dapur.


Si mbok melanjutkan pekerjaan nya, ia sudah memasak banyak makanan, meski ia sendiri tidak tahu, apa wanita yang bersama dengan Tuan nya Daniel akan menyukai masakan nya atau tidak.


Elis masih belum berhenti mengomel, meski kini sudah duduk di depan cermin. Tangan kanan nya masih berusaha mengeringkan rambut panjang nya yang tergerai indah dengan pengering rambut alias hair dryer.


Daniel ke luar dari walk in closed dengan wajah yang segar, mengenakan celana pendek dan kaos lengan pendek.

__ADS_1


Senyum terus mengembang dari sudut bibir Daniel, apa lagi pagi ini ia sudah mendapatkan jatah sarapan nya untuk adik kecil nya.


"Sudah lari pagi, olah raga kamar, mandi juga udah, seger kan aku di lihat nya!" ucap Daniel dengan melangkah menghampiri Elis.


"Kau yang enak, aku yang remuk! Sudah aku bilang, aku tidak mau, kau masih saja memaksa!" sungut Elis.


Daniel menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Waktu ku jadi terbuang banyak di kamar mandi, ini semua salah mu, Daniel! Sekarang acara nya pasti sudah terlewat jauh, menyebalkan!" sungut Elis dengan bibir yang terus bergerak gerak nyinyir.


"Biar aku bantu mengeringkan rambut mu!" Daniel mengambil alih hair dryer dari genggamannn Elis.


"Memang kau bisa?" Elis mengerucutkan bibir nya, dengan tatapan meremehkan kemampuan Daniel yang akan mengeringkan rambut panjang nya.


Tatapan Elis kini mengarah pada pantulan mereka berdua di depan cermin.


"Awhhhhh Daniel, kau harus menjauhkan nya sedikit! Itu panas tau gak! Terlalu dekat dengan kepala ku!" protes Elis dengan mendorong tangan Daniel dan menjauh dari kepala nya.


"Upssss maaf, aku pikir ini jarak yang cukup aman... aku salah ya?" Daniel menunjukkan wajah polos nya di depan cermin, alis nya naik turun mendapati tatap Elis.


Pipi Elis merona. "Gak usah sok imut gitu Daniel! Wajah mu menyebalkan!"


"Ahahhahaha aku tidak sok imut sayang, tapi aku tampan. Bukan begitu?" Daniel tergelak.


"Dasar laki laki sok narsis, pe'de tingkat dewa! Apa di depan setiap wanita kau bersikap narsis seperti ini, Daniel?" tanya Elis dengan tatapan menyelidik.


Daniel tidak langsung menjawab pertanyaan Elis, ia menatap langit langit kamar, seolah berfikir.

__ADS_1


Jika aku katakan, aku hanya bersikap narsis, di depan nya, apa yang akan Elis pikirkan? Dia pasti akan besar kepala, mengetahui betapa aku mencintai nya! batin Daniel.


Kerutan di kening Elis semakin berlipat, otak nya mengajak pikiran nya untuk menerawang apa yang ada dalam benak pikiran Daniel.


Dasar pria, semua pria sama aja, kalo di depan wanita suka mencari perhatian, kau dan Wiliam sama aja! Menyebalkan! Kenapa aku bisa terjebak di situasi yang seperti ini sih!


"Awwhhh!" pekik Daniel, saat punggung tangan kiri nya, tidak sengaja terkena hembusan angin dari bibir hair dryer.


Grap.


Elis menarik tangan kiri Daniel, melihat luka yang di hasilkan dari bibir hair dryer itu.


"Maka nya kalo mengerjakan sesuatu itu harus fokus! Pasti kau itu lagi memikirkan wanita wanita mu yang lain! Menjengkelkan!" ucap Elis dengan sebal, namun bibir nya meniupkan hembusan angin dari bibir mungil nya.


"Kau perhatian sekali!" cicit Daniel dengan pandangan yang kini menatap lekat Elis.


Prang.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2