
...🥀🥀🥀...
[ "Apa kau sudah membuka map coklat itu, Arsandi?" ] tanya Daniel lewat sambungan telepon nya.
^^^"Map coklat yang mana ya Tuan?" tanya Arsandi bingung.^^^
[ "Bodohhh, map coklat yang aku berikan pada mu saat kita di lift. Apa kau ingat sekarang?" ] tanya Daniel lagi mengingatkan.
^^^"Aaaaah i- iya Tuan, aku ingat. A- aku belum melihat nya. Ada apa Tuan? Apa Tuan ingin menyimpan nya kembali?" tanya Arsandi dengan suara yang terdengar panik.^^^
[ "Ada apa dengan mu Arsandi? Jangan bilang jika map coklat itu saat ini tidak ada pada mu?" ] tebak Daniel dengan kening mengkerut.
^^^"Maaf Tuan, ta- tapi saya tau map itu ada di mana. Biar saya ambil dulu Tuan." tanpa permisi lagi, Arsandi langsung memutuskan sambungan telepon nya.^^^
[ "Halo Arsandi? Aaaah sialll!" ] Daniel mengumpat kesal, saat Arsandi memutuskan sambungan telepon nya.
Daniel mengepalkan tangan nya. "Kemana bocah itu memberikan map coklat nya! Bagaimana jika isi nya penting? Data data perusahaan? Cari mati aku nih!" Daniel menggaruk kepala nya dengan frustasi.
Dring dring dring.
Hape Daniel berdering.
Senyum seketika tertarik di bibir nya, saat tau siapa yang menghubungi nya.
[ "Halo sayang, ada apa? Kau sudah merindukan ku ya?" ] tebak Daniel dengan percaya diri.
^^^"Cihsss kau ini hubby, aku hanya ingin memberi tahu mu. Hari ini aku akan menemani papa untuk menemui klian... yaaaa kira kira sore aku baru kembali ke rumah. kau makan siang aja sendiri dulu ya hubby!" seru Elis lewat sambungan telpon nya.^^^
[ "Klian yang mana lagi, sayang? Wanita atau pria? Tapi papa ikut dengan mu juga kan? Kalian pergi bersama kan?" ] cecar Daniel ingin tahu.
^^^"Iya lah, papa ikut... udah pasti itu. Klian papa ingin aku dan papa menghadiri pertemuan kali ini. Karena sebelum nya aku kan gak ikut menghadiri nya." jelas Elis.^^^
[ "Di mana? Mungkin aja aku bisa mampir ke tempat mu meeting sayang, jika jarak nya dekat dengan lokasi peninjauan ku." ]
^^^"Nanti aku kirim kan alamat nya, aku tutup ya hubby. Kau jangan nakal, awas masih lirik kanan dan kiri?" ujar Elis dengan terkekeh.^^^
[ "Aku tidak pernah nakal sayang, aku hanya melirik satu wanita, yaitu kamu, permaisuri ku! Istri ku! Ibu dari anak anak ku!" ] seru Daniel.
^^^"Iya iya iya, hanya kau yang tau sayang, seberapa besar setia mu untuk ku!" ujar Elis.^^^
"Love you sayang."
^^^"Love you too hubby."^^^
Ceklek.
"Mela!" seru Arsandi, setelah membuka pintu ruang kerja Mela.
"Kenapa lagi? Masih kurang dengan tugas yang bapak berikan pada saya? Jangan menggangu saya pak, kalo pengen pekerjaan saya ini selesai sesuai keinginan bapak!" ucap Mela dengan acuh, tatapan nya fokus pada berkas yang ada di hadapan nya.
Arsandi melangkah menghampiri meja kerja Mela. Tatapan nya tertuju pada map coklat yang sebelum nya di berikan Daniel pada nya.
__ADS_1
Sreek sreek sreek sreek sreek.
Arsandi mengacak acak, tumpukan berkas yang ada di atas meja kerja Mela, tanpa bertanya pada pemilik ruangan.
'Di mana map coklat itu? Seingat ku tadi terselip dan aku letakkan di atas meja Mela. Tapi sekarang ke mana? Bisa kacau kalo Tuan Daniel sampai tahu. Jangan sampai map coklat itu hilang.' batin Arsandi.
Brak.
Mela menggebrak meja kerja nya sendiri, dengan ke dua tangan nya.
"Pak Arsandi! Kebangetan banget sih jadi orang! Apa yang bapak lakukan hah!" bentak Mela, dengan kesal yang udah nyampe ubun ubun.
Grap.
Arsandi mengguncanggg tubuh Mela, dengan ke dua tangan Arsandi yang mencengrammm lengan Mela.
"Aku mencari map coklat yang aku berikan pada mu tadi pagi. Apa kau melihat nya? Apa kau sudah membukan nya? Apa itu isi nya? Jawab aku Mela, itu sangat penting untuk ku!" cecar Arsandi dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sreek.
Mela menepis ke dua tangan Arsandi dari bahu nya dengan tatapan kesal.
Mela membungkukkan tubuh nya, mengambil sesuatu dari dalam laci meja kerja nya.
'Apa yang di lakukan bocah ini sih! Gak tau apa aku lagi dalam keadaan yang genting!' batin Arsandi dengan mengikuti pergerakan Mela.
"Apa yang kamu lakukan Mela?" tanya Arsandi dengan bingung.
Brak.
"Itu kan yang bapak cari!" sungut Mela dengan mengacungkan jari telunjuk nya ke arah map coklat yang belum di sentuh Arsandi.
'Jadi bocah ini menyimpan nya, untuk ku? Penyelamat ku!' batin Arsandi dengan tatapan yang sulit di artikan.
Arsandi mengambil nya, memastikan jika Mela belum membuka map nya.
"Aku belum membuka nya! Mana ada, berkas laporan yang bagian mulut map nya di kasih lem. Yang benar aja!" gerutu Mela, menatap malas Arsandi, ia memilih duduk kembali dengan punggung menyandar pada sandaran kursi.
"Syukur lah jika kamu belum melihat nya. Siang ini kamu gak ada janjikan?" tanya Arsandi, sebelum meninggalkan ruang kerja Mela.
"Bapak salah, aku sudah ada janji, makan siang. Udah sana, ke luar dari ruangan saya! Kehadiran bapak di sini cuma menghambat pekerjaan saya!" ucap Mela dengan ketus.
"Baik lah, saya pergi. Terima kasih, karena kamu sudah menyelamat kan nyawa saya." ucap Arsandi mengayunkan langkah kaki nya hendak meninggalkan ruang kerja Mela.
"Ganggu aja sih kerjaan nya!" umpat Mela, menggaruk kepala nya dengan frustasi.
"Saya mendengar mu Mela! saya tidak mau ada penolakan Mela, jam makan siang, kau dengan ku!" ucap Arsandi gak mau di bantah, lalu menghilang di balik pintu.
"Eeehhhhh nyeselin banget sih, dasar tua!" umpat Mela.
Ceklek.
__ADS_1
"Tuan, aku sudah menemukan nya." seru Arsandi, melangkah masuk ke dalam ruang kebesaran Daniel.
"Apa kau sudah membuka nya? Apa isi nya?" tanya Daniel ingin tau.
"Belum Tuan, masih ada lem yang menutupi bibir mulut map coklat nya.
Daniel membuka map coklat itu, mengeluarkan apa yang ada di dalam nya.
"Apa ini?" tanya Daniel dengan tatapan tajam, menelisik apa yang ia lihat dengan dada yang bergemuruhhh.
"Apa isi nya Tuan?" tanya Arsandi ingin tau.
"Kau lihat lah ini!" Daniel mengoper apa yang ia dapatkan dari map coklat, dengan pengirim yang misterius.
"Coba kau cek, lewat CCTV. Siapa yang mengirim nya ke sini!" titah Daniel dengan nafas gak karuan.
"Baik Tuan, akan saya cek sekarang juga." ucap Arsandi, menyanggupi.
"Kau tanyakan Nami, Nami lah orang pertama yang menerima map ini!" seru Daniel lagi.
"Baik Tuan, kalo begitu biar saya selidiki dulu." Arsandi meninggalkan ruang kebesaran Daniel.
Daniel mengepalkan tangan nya. "Siapa yang berani main main dengan ku?" ucap Daniel dengan penuh kemarahan.
Dring dring dring.
Daniel mengerutkan kening nya. Melihat nomor yang tidak ia kenal tengah menghubungi nya.
[ "Halo!" ] seru Daniel datar.
^^^"Halo Tuan Daniel, bagaimana. Apa anda suka dengan hadiah perkenalkan dari saya?"^^^
[ "Jadi kau orang nya? Mau apa kau hah! Siapa kau? Aku tidak mengenal mu! Aku tidak punya masalah dengan mu!" ] cecar Daniel dengan emosi.
^^^"Sabar Tuan, jangan tersulut emosi. Permainan baru akan di mulai Tuan Daniel!" ucap si penelepon dengan suara yang tampak senang.^^^
[ "Dasar gila!" ] umpat Daniel dengan kesal.
...---...
Nami, Arsandi dan seorang yang berjaga di bagian CCTV kantor, kini mengamati layar monitor. Dengan tatapan yang jeli, mengenali siapa orang yang menyerahkan map coklat pada Nami.
"Itu, itu dia orang nya! Ia benar, aku gak salah lihat!
Bersambung...
...💖💖💖...
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1