Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Jomblo ngenes


__ADS_3

...💖💖...


"Seperti tebakan mu, Wiliam berusaha masuk ke dalam. Namun di cegah Daniel dengan bantuan ke dua penjaga." terang Devano.


"Apa wanita yang di ajak bekerja sama dengan Daniel, tidak melakukan tugasnya dengan baik?" tanya Brian dengan penuh selidik.


"Kita lihat saja besok, Wiliam masih berani mengusik Elis dan Daniel atau tidak!" ucap Devano.


...----...


"Gila banget, pesta lo semalam itu keren men! Kenapa gak di adain secara besar besaran aja sih?" tanya Malik yang kini duduk di sofa single yang terdapat di ruang kerja Daniel.


"Bener itu bro! Btw ko bisa si lo tunangan secepat itu sama Elis? Elis udah move on dari pacarnya yang duluan? Siapa deh itu namanya?" tanya Kevin yang duduk di sofa single lainnya.


"Wiliam Smith, urusan move on kalo gue rasa mah belom. Tapi pasti gue bakal buat Elis menerima gwe di dalam hatinya, dan cuma ada gue satu satunya pria yang ada di hatinya kelak." ucap Daniel dengan yakin.


"Kalo lo udah di sini, bearti Elis udah tau dong status lo yang anak om Devano?" tanya Malik


"Ya tau lah." ucap Daniel dengan santai.


"Terus urusan lo sama Stefani, udah beres? Itu anak jangan di anggap remeh, itu bocah setahu gue gak bisa di pegang ucapannya." terang Kevin.


Dari kursi kebesarannya, Daniel membungkukkan tubuhnya, tangannya terulur mengambil sebuah berkas yang terdapat di laci meja kerjanya.


"Kalo urusan Stefani udah bisa gue urus kalo soal itu. Dari pada lo di sini kurang kerjaan, mending lo pergi gih, cek lokasi yang ada di sekitar daerah Bintaro. Ada beberapa lokasi yang di rekomendasikan buat di diriin toko retail." Daniel beranjak dari kursi kebesarannya, membawa serta berkas di tangannya, ia menyerahkan pada Malik.


Malik dan Kevin melihat isi berkas yang di berikan pada mereka.


"Serius lo? Ini kan wilayah bagus banget buat di jadiin tempat bisnis!" terang Malik dengan mata berbinar mendapati sebuah wilayah yang terkenal sibuk di kawasan Bintaro.


"Dua rius, udah sana jalan lu! Lu urus tuh buat pembebasan lahannya." ucap Daniel dengan mendudukkan dirinya di sofa berukuran besar, menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


"Kalo berhasil, beliin gue mobil ya!" ujar Kevin.


"Gila lo, gue gak gitu?" protes Malik.


"Kebo juga gue beliin buat lo!" ledek Daniel.


"Kampret lo! Mobil jauh lebih mahal dari pada kebo!" sungut Kevin.


Elis membuka pintu ruang kerja Daniel dengan kasar.

__ADS_1


Brak.


"Lo masih mau lanjut gak sih sama kerja sama kita ini! Seenaknya aja lo buat daftar rencana!" sungut Elis dengan kesal menatap tajam Daniel, mengabaikan keberadaan Malik dan Kevin.


"Wah wah wah, bu menteri bawa angin puyuh nih." ledek Malik dengan tatapan meledek, yang langsung mendapat sorotan tajam dari Elis.


"Sebelum badai datang, kita cabut dulu deh ya!" seru Kevin dengan melangkah meninggalkan ruang kerja sohibnya itu, di ikuti Malik.


"Kalian mainannya jangan kasar kasar ya! Inget tempat woy!" ledek Malik dengan menyembulkan kembali kepalanya di pintu.


"Kamprettt, pergi lo!" usir Daniel dengan tangan ia kibas kibas.


"Ciye ciye, yang anget, yang anget! Ahahaha!" ledek Malik yang kemudian hilang di balik pintu ruang kerja Daniel.


"Dasar gila!" cibir Elis.


"Ehem rencana apa maksud kamu, Elis?" tanya Daniel dengan menegakan duduknya.


Prak.


Elis melemparkan berkas di atas meja, ia mendaratkan bobot tubuhnya di atas sofa di sebelah Daniel dengan kasar, bibir mengerucut.


"Bisa bisanya kau mau mengatur semuanya, pernikahan ini hanya sebatas kontrak. Tidak perlu lah di adakan besar besaran!" ucap Elis dengan malas menatap Daniel.


Deg deg deg.


Tatapan ke duanya beradu pandang, membuat debaran jantung Elis dan Daniel tidak karuan.


"Bagi mu pernikahan ini kontrak, tapi tidak bagi ku, sayang!" Daniel mengangkat dagu Elis dengan jari telunjuknya.


Daniel menelan salivanya dengan sulit, tatapannya mengarah pada benda kenyal pink muda milik Elis yang terus bergerak gerak bak menggoda Daniel untuk segera melumatttnya.


Dasar Daniel! Penipu! Bisa bisanya dia nipu gue! Gue pikir selama ini, kedekatannya dengan paman Devano hanya sebatas kerja. Gak taunya malah mereka ayah dan anak?


"Daniel! Jaga batasan mu! Ingat, hanya kontrak!" kekeh Elis.


"Bagaimana jika aku berhasil membuat mu mencintai sebelom kontrak nikah kita berakhir!" tawar Daniel.


Elis tersenyum sinis, percaya diri banget lo!


Elis melingkarkan tangan kirinya di leher Daniel, tangan kanannya mengarah pada dada bidang Daniel, hingga beberapa saat tangannya bergerak liar di dada bidang Daniel.

__ADS_1


Elis menarik tangan kirinya yang ada di leher Daniel, membuat leher Daniel bergerak lebih dekat dengan wajahnya. Lalu berkata dengan manja, di telinga Daniel.


"Kau tau sayang, jangan terlalu percaya diri... karena kalo jatuh dan tidak sesuai dengan ekpentasi, pasti jatuhnya bakal sakit, Daniel!"


Elis mendorong dada bidang Daniel, namun sayangnya tidak membuat Daniel menjarak darinya, ia justru semakin mendekatkan tubuhnya pada Elis, dengan seringai di bibirnya.


"Daniel brengsekkk! Menyingkir dari ku sekarang juga! Aku tidak ingin om Devano melihat tingkah konyol mu, membuatnya salah paham dengan ku!" ucap Elis dengan wajah panik.


"Benarkah? Sayangnya aku tidak ingin beranjak dari tubuh mu yang menggoda ini, Elis!" ucap Daniel dengan menatap sepasang gunung kembar Elis yang naik turun seirama dengan deru nafasnya yang tidak beraturan.


Pintu ruang kerja Daniel di buka dari luar, dengan ocehan yang ke luar dari bibir Devano.


Ceklek.


"Daniel, kata Feli ada ---."


Devano terbelalak, ucapannya terhenti saat mendapati Devano yang tengah mengukung Elis yang berada di bawah tubuh putranya.


Otak Devano pun bergeser, berfikir jika putranya sudah tidak tahan, dan melakukannya saat itu juga dengan Elis di sofa yang ada di ruang kerja Daniel.


Brak.


Devano menutup kembali pintu ruang kerja Daniel dengan kasar.


"Sialll kenapa aku bisa bersikap bodoh." gerutu Devano dengan melangkah ke meja asisten Daniel.


"Buatkan pengumuman, sedang rapat! Lalu kau tempel di depan pintu ruang kerja putra ku! kau mengerti kan apa yang aku katakan?" titah Devano dengan tegas pada Feli yang duduk di kursi kebesarannya.


Feli mengerutkan keningnya. "Sedang rapat, Tuan? Perasaan ada Nona Elis di ruang kerja pak Daniel, Tuan besar!" ucap Feli dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lakukan saja apa yang aku perintahkan pada mu, Feli! Jika kau tidak ingin menjadi jomblo ngenes karena ngotot melihat apa yang terjadi di dalam sana." gerutu Devano dengan meninggalkan Feli di luar.


"Apa sih yang sebenarnya terjadi? Bikin penasaran aja kan tuh!" gerutu Feli dengan menempel kertas pengumuman di depan pintu ruang kerja Daniel, kertas pengumuman yang di minta Devano padanya.


"Kau sungguh pria brengkkk Daniel! Jangan sampai aku menyukai mu! Jika ia, kau harus tau sendiri resikonya!" ucap Elis dengan manja setelah Daniel melepasakan ciuman panasnya, Daniel merapihkan kembali blezer yang membalut tubuh semokkk Elis.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan....


__ADS_2