Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Weny, pengacara


__ADS_3

...💖💖💖...


"Tidak usah mengumpat lagi! Tidur lah! Nanti akan aku bangun kan jika kita akan pulang!" ucap Daniel dengan lembut.


Daniel membiarkan tubuh polos Elis berbaring di atas tempat tidur, dengan berselimutkan selimut tebal dan nyaman.


Elis baru membuka ke dua mata nya, setelah mendengar pintu ruang pribadi Daniel di tutup.


"Lelah sih lelah, tapi masa aku membiarkan diri ku hamil. Gak lah, aku harus meminum apa yang sudah seharus nya aku minum." tekad Elis, berjalan dengan perlahan karena merasakan nyeri, dan perih pada bagian inti nya.


"Dasar kau Daniel, pria buas saat di atas ranjang, bisa bisa nya dia membuat ku seperti ini!" Elis mendudukan diri nya di tepian ranjang, setelah mengeluarkan 2 butir obat dari dalam tas nya. Tempat ia terbuai dengan sentuhan tangan Daniel. Hingga berakhir dengan permainan panas yang Daniel lakukan pada nya.


"Kenapa aku gak bisa menolak keinginan nya ya? Apa mungkin karena aku juga menikmati permainan nya? Ah dasar kau bodohhh Elis! Masa cuma dengan sentuhan tanagn Daniel, mendengar suara nakal Daniel, aku bisa langsung terbuai begitu saja! Ah sudah lah, lebih baik aku mandi!" umpat Elis dengan kebodohan nya.


Elis berdiri di bawah guyuran air shower, membiarkan tubuh nya di guyur air hangat. Elis menatap diri nya sendiri pada pantulan dinding putih marmer yang ada di hadapan nya.


"Kenapa aku jadi begini ya? Perasaan lagi sama Wiliam, aku gak gini gini amat. Cuma cium singkat, dan Wiliam juga gak berani menyentuh ku, apa karena aku yang galak saat dia mencoba menyentuh ku? Tapi kenapa dengan Daniel seakan aku pasrah, mudah terbuai, apa karena dia suami ku? Tapi kan aku dan dia hanya sebatas nikah kontrak. Setelah itu aku bisa bebas, aku akan pergi jauh dari kota ini. Tapi ke mana ya? Kota lain apa desa terpencil? Mana bisa aku hidup di desa." monolog Elis dengan keputusan yang masih bercabang.


Daniel kembali menyibukkan diri nya, memeriksa setiap laporan yang sudah ada di atas meja kerja nya.


Tok tok.


"Bro, udah beres kan lo?" tanya Kevin dari luar pintu ruang kerja Daniel.


"Masuk aja!" jawab Daniel.


Ceklek.


"Silahkan bu Weny duluan! Ladies first hehehe!" Kevin mempersilah kan seseorang yang bersama nya, untuk masuk ke ruang kerja Daniel lebih dulu.


"Bu Weny, bagaimana kabar anda?" Daniel menyambut kedatangan wanita berpenampilan modis yang ada di depan nya.


"Saya baik, pak!" ucap Weny dengan ramah.


"Ayo silahkan duduk!" Daniel mempersilakan tamu nya untuk duduk, setelah mereka berdua berjabat tangan.


"Terima kasih!" Weny mendudukkan diri nya, di kursi yang ada di depan meja kerja Daniel.

__ADS_1


Tanpa di perintah, Kevin mendaratkan bobot tubuh nya di kursi yang ada di sebelah Weny, dengan pandangan yang tidak berkedip, pandangan memuja pada seorang wanita dewasa namun single. Weny, wanita dewasa dengan status seorang pengacara di perusahaan Devano, papa nya Daniel.


Daniel mengerutkan kening nya, menatap jengkel Kevin. "Siapa yang menyuruh mu duduk? Cepet bawakan minum dan cemilan yang enak untuk bu Weny!" titah Daniel.


"Ihs baru juga duduk, gak bisa liet orang seneng lo!" Kevin menggerutu, namun mendengarkan apa yang di katakan Daniel.


Kevin menowel nowel bahu Weny. "Saya tinggal dulu ya, bu! Tapi saya pasti bakal dateng lagi kok ke sini! Tunggu ya!" ucap Kevin dengan tatapan berbinar.


"Ehem, cepat atau aku potong gaji mu bulan depan!" ancam Daniel.


"Dasar bos gila! Bisa nya mengancam!" Kevin mengerucut dengan menatap tajam Daniel, lalu berlalu pergi meninggalkan ruang kerja bos sekaligus sahabat nya.


"Bagaimana bu Weny, apa kelanjutan dari kasus Wiliam? Kasus yang aku minta kau untuk menangani nya!" tanya Daniel dengan serius.


"Untuk kasus yang bapak minta saya untuk menangani nya, jika terbukti Tuan Wiliam melakukan percobaan pembunuhan pada Nona Stefani, ia pasti akan mendekam di jeruji besi dalam waktu yang cukup lama." ucap Weny dengan pasti.


"Sudah sejauh mana, kalian mengusut kasus Wiliam?" tanya Daniel lagi.


"Dari hasil penyelidikan, dan sudah di lakukan penggeledahan, pencarian barang bukti. Sejauh ini status Tuan Wiliam sudah di tetapkan sebagai tersangka. Untuk lama nya waktu penahanan, 20 tahun." terang Weny panjang lebar.


Daniel mengaggukkan kepala nya.


"Untuk Nona Stefani sendiri, Alhamdulillah dalam kondisi yang baik, dan untuk janin nya sendiri masih bisa di selamat kan... meski sempat mengalami pendarahan." ucap Weny.


"Bagus juga cara kerja mu, buat Wiliam mendekam lebih lama di penjara, kalo perlu... jangan sampai dia bebas." ucap Daniel, dengan tangan mengepalll di atas meja.


"Seperti nya kau punya masalah pribadi ya dengan Tuan Wiliam?" tebak Weny dengan tatapan menyelidik.


"Aku hanya ingin melindungi istri ku, tidak akan aku biarkan orang itu mengusik kehidupan dan ketenangan istri ku!" ujar Daniel.


"Iya iya iya, apa pun itu alasan nya. Sudah menjadi kewajiban dari seorang suami untuk menjaga istri nya bukan!" ujar Weny.


Ceklek.


"Permisi, seperti apa yang sudah aku katakan, aku datang kembali kan!" ucap Kevin dengan senyum merekah, memindahkan 3 gelas cangkir kopi susu di atas meja. Masing masing untuk Daniel, Weny dan untuk nya sendiri. Ia juga membawa serta cemilan 2 piring kecil.


"Silahkan di nikmati!" ucap Daniel pada tamu nya.

__ADS_1


Ke tiga nya kembali terlibat dalam obrolan serius, membahas Wiliam dan pasti nya hal yang berhubungan dengan pekerjaan mereka yang saling bersangkutan.


Ceklek.


Pandangan ke tiga nya terfokus pada salah satu pintu yang ada di dalam ruang kerja Daniel.


"Seperti nya aku melewatkan berita penting. Apa ada yang mau menjelaskan nya pada ku? Tapi jika kalian keberatan, aku tidak masalah." terang Elis, dengan tatapan yang sulit di artikan, menghampiri ke arah ke tiga nya.


Dengan suara tegas, Daniel beranjak dari duduk nya, dan menghampiri Elis, tangan nya terulur menyelipkan anak rambut Elis ke belakang daun telinga nya.


"Hai sayang, bukan kah tadi kau sedang tidur hem?"


Elis tergagap mendengar pertanyaan Daniel. "Emm ta- tadi aku memang tidur, ta,- tapi kebangun. A- aku langsung mandi, dan setelah itu baru menemui mu!"


Hap.


"Kyaaa! Daniel!" lagi dan lagi, tubuh Elis di buat melayang, dan berakhir di ke dua lengan Daniel yang menggendong nya.


"Turunkan aky, aku bisa jalan sendiri!" rengek Elis dengan manja.


"Biar aku gendong aja, apa masih sakit? Kau kan bisa meminta ku untuk memandikan mu, kenapa harus mandi sendiri sih?" protes Daniel.


Tatapan Daniel mengarah pada mahkota Elis, mahkota yang ada di balik dress yang Elis kenakan.


"Itu pasti sakit kan!" ucap Daniel dengan berbisik di telinga Elis.


"Jangan menggoda ku!" pipi Elis merona.


"Selamat pagi Nona!" sapa wanita yang Elis sendiri gak kenal.


Daniel mendudukan diri nya di kursi kebesaran nya, dengan Elis yang berada di atas pangkuan nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2