Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Zee dan Ella


__ADS_3

...💖💖...


'Dasar kalian berdua manusia gak punya hati, berani nya mau melenyapkan nyawa yang bahkan gak berdosa sama kalian.'


"Ella!" seru Wiliam dengan suara tegas.


"Saya Tuan!" jawab Ella dengan gelagepan.


"Apa yang sedang kau fikirkan? Kau melamun! Aku sedang bicara pada mu!" omel Wiliam menelisik tajam.


"Sa- saya gak ngelamun Tuan. Gak ada yang saya pikirin juga. Saya cuma lagi ngatur strategi buat mengelabui Nona Elis dan Tuan Daniel, biar saya gak di curigain Tuan!" kilah Ella dengan cepat memutar otak nya.


Wiliam menyeringai, menatap genit Zee yang tampak menggoda iman nya, apa lagi saat wanita muda dengan gelar doktor itu menggigit bibir bawah nya.


'Sialll, aku menginginkan mu Zee. Membayangkan jika aku berada di atas tubuh mu saja sudah membuat ku seakan bergairahhh, ingin menjamahhh mu! Ingin aku menerkammm mu!' batin Wiliam.


"Kau boleh pergi Ella! Aku tunggu laporan mu!" ucap Wiliam, yang menyuruh Ella untuk meninggalkan ruang kerja nya.


Zee meremasss jemari nya sendiri, saat tatapan nya beradu pandang dengan Wiliam.


'Kenapa hanya Ella yang di perbolehkan pergi meninggalkan ruangan ini? Kenapa Wiliam tidak menyuruh ku serta?' batin Zee.


Zee yang merasa ada yang aneh dengan keputusan Wiliam, apa lagi saat mendapati tatapan nya yang bak singa kelaparan saat menatap nya.


Ella beranjak dari duduk nya, menoleh ke arah Zee. "Hanya saya Tuan yang di suruh pergi? Bagaimana dengan Nona satu ini?" tanya Ella, mengarah pada dokter Zee.


'Gadis ini, jangan bilang kalo gadis ini mengkhawatirkan ku? Berada dalam satu ruang dengan Wiliam, hanya kami berdua?' dokter Zee menatap Wiliam dengan kening mengkerut, setelah ia melirik sekilas Ella.


"Itu bukan urusan mu! Kau pergi lah, sebelum aku berubah pikiran dan memecat mu!" ucap Wiliam tegas, beranjak dari duduk nya melangkah menghampiri Zee.


"Apa kau yakin Tuan, masih ada urusan yang belum terselesaikan dengan Nona Zee?" tanya Ella pura pura polos, dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatalll.


Wiliam melotot tajam ke arah Ella, merasa anak itu gak nurut sama apa yang ia katakan.


'Anak ini gak ngerti bahasa manusia, atau emang minta di pecat sih! Benar benar anak ini menyusahkan saja! Kenapa juga aku menjadi kan ia sebagai orang ku!' umpat Wiliam kesal.


"Nona Zee, aku menunggu mu di luar ya hehehe!" ucap Ella dengan canggung dengan terkekeh.


Wiliam mengerutkan kening nya. "Untuk apa kau menunggu nya? Sudah sana cepat! Tinggal kan ruang kerja ku, Ella!" usir Wiliam sekali lagi.


"Ihs Tuan, aku ingin menumpang di mobil Nona Zee. Kau ke sini pasti membawa mobil mu sendiri kan Nona? Aku menumpang mobil mu ya! Kalo bisa antar aku sampai kantor hehehe." ucap Ella, menampilkan sederet gigi putih nya.


"Apa?" Zee membola, terkejut mendengar alasan Ella, namun dengan cepat pula ia menyanggupi nya. Saat Wiliam hendak angkat suara menjawab perkataan Ella.

__ADS_1


"Kau bis---"


"Aku akan mengantar mu sampai kantor, tunggu lah di depan!" ucap Zee yang di balas anggukan kepala oleh Ella.


Bruk.


Ella menutup pintu ruang kerja Wiliam dengan membantinggg nya dengan cukup keras.


"Sialannn anak itu! Mau mengerjai ku! Kurang ajarrr! Jika aku tidak membutuhkan nya, sudah ku lenyapkan kau!" umpat Wiliam, melihat pintu yang tertutup rapat.


"Apa yang ingin Tuan Wiliam Smith katakan pada ku? Aku tidak punya waktu banyak! Kau tau kan, gadis itu menunggu ku di luar!" cicit Zee, dengan angkuh nya langsung to the poin pada Wiliam.


Wiliam berdiri di depan Zee, menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Sreeek.


Wiliam mencengrammm dan menarikkk ke dua lengan Zee, hingga ia berdiri.


"Wiliam, lepas!" gertak Zee, mencoba melepaskan tangan Wiliam dari lengan nya.


"Kenapa Zee? Memang apa yang aku lakukan hem!" tanya Wiliam dengan tatapan nakal nya.


"Kau menyakiti ku, Wiliam! Lepas atau aku akan berteriak!" ucap Zee dengan tatapan marah, wajah nya merah padam, melihat pria yang ada di hadapan nya semakin kencanggg mencengrammm lengan nya.


"Kau takut pada ku? Aku hanya manusia biasa Zee, yang akan tergoda jika terus di goda!"


"Siapa yang menggoda mu? Apa kau pikir aku menggoda mu? Kau salah besar, Wiliam Smith!" ucap Zee, menjauhkan wajah nya dari wajah Wiliam.


"Kau tau Zee, aku sudah lama menantikan hari ini, dan akhir nya datang juga kan! Kau dan aku, hanya ada kita berdua di sini!" Wiliam menyeringai.


Membawa Zee ke dalam dekapan nya. Tangan nya bergeriliaaa di daging tak bertulang Zee yang menyembuulll.


'Kurang ajarrr Wiliam! Kau pikir aku wanita yang bisa kau permainkan!' Zee memejamkan mata nya, marah terhadap perilakuan Wiliam pada nya.


Bruuukkk.


Zee mendorong Wiliam dengan sekuat tenaga, hingga pinggullll Wiliam membentur meja kerja nya sendiri.


"Kau berani menolak ku Zee?" tanya Wiliam dengan tatapan putus asa, mencoba mendekati Zee kembali


Plakkk plakkk.


Tamparan keras mendarat di pipi Wiliam dua kali, kanan dan kiri.

__ADS_1


"Kau!" Wiliam melayangkan tangan nya ke udara, hendak membalas tamparan Zee.


Namun tangan nya menggantung di udara, saat suara ketukan yang di susul dengan suara nyaring Ella, kini terdengar di depan pintu ruang kerja Wiliam.


Tok tok tok tok.


"Woy Tuan! Lama amat! Udah belom urusan nya! Keburu malam nih! Emang udah malam sih!" teriak Ella dengan suara nyaring nya.


"Aku tidak pernah sudi di sentuh oleh mu, Wiliam! Jangan kau sama kan aku dengan wanita di luaran sana, Tuan Wiliam Smith yang terhormat. Karena aku bukan salah satu dari mereka, yang akan dengan suka rela menyerah kan mahkota nya untuk pria brengsekkk seperti mu!" ucap Zee dengan penuh penekanan, di sertai tatapan kecewa,


Deg.


Hati Wiliam seakan tertusuk dengan sesuatu yang tajam, namun tidak berdarah tapi berhasil menyayat hati dan perasaan nya. Saat ia mendengar apa yang di katakan Zee pada nya.


'Dasar pria brengsek!' umpat Zee dalam hati nya.


Zee melangkah dengan pasti, meninggalkan ruang kerja Wiliam dengan senyum kemenangan, berhasil membuat Wiliam seakan malu dengan perbuatan nya sendiri.


Brugh.


"Kurang ajarrr Zee! Berani nya dia melukaiii harga diri ku sebagai seorang pria!" umpat Wiliam, dengan menjatuhkan tubuh nya di kursi kebesaran nya.


"Ada apa Nona Zee?" tanya Ella, yang mengekori Zee meninggalkan ruang kerja Tuan nya.


"Tidak ada! Mau ku antar ke kantor, atau langsung rumah mu?" tanya dokter Zee, setelah membuang nafas nya dengan kasar.


"Apa boleh aku berubah pikiran? Aku ingin pulang aja deh, tapi besok kau jempat aku ya Nona Zee hehehe!" Ella memperlihatkan nya senyum manis nya, dan terkekeh.


"Di kasih hati, minta jantung! Oke! Gaji mu 20% untuk ku!" ucap Zee dengan tatapan mengejek.


"Kau tidak pantas mengancam ku Nona!" ejek Ella gak mau kalah.


Ke dua nya memasuki mobil, meninggalkan rumah besar yang baru saja berada di bawah kuasa Wiliam.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2