Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Beri aku kesempatan Elis!


__ADS_3

...💖💖💖...


Pranggg.


Figura kecil yang ada di genggamannn Wiliam jatuh ke lantai, dengan serpihan yang berserakan di sekitar kaki Wiliam.


"Kamu pasti membohongi ku, Elis! Aku tau... kamu itu cinta mati sama aku!" kilah Wiliam, gak sanggup untuk menerima perkataan Elis.


"Itu kenyataan nya, bukti nya aku tengah mengandung benihhh cinta kita berdua!" Elis menatap lekat Daniel.


Daniel menganggukkan kepala nya, membenarkan apa yang di katakan Elis. Namun sayang nya hal itu tidak membuat Wiliam tercengang, mendengar kabar kehamilan Elis. Karena Wiliam sudah mengetahui nya lebih dulu dari dokter Zee dan Ella. Ke dua wanita yang ia pikir berpihak pada Wiliam, namun sayang nya ke dua wanita itu justru berpihak pada Daniel dan Elis.


"Jadi, jangan usik rumah tangga ku lagi!" ucap Elis lagi dengan tegas, tanpa gurat keraguan di wajah nya.


'Entah hati ku yang masih terluka akan penghianatan mu, entah masih ada kah sisa cinta di hati ku untuk mu. Tapi aku puas mengatakan itu di depan mu!' batin Elis dengan degup jantung yang gak karuan, berusaha menatap nyalang Wiliam.


Wiliam melangkah dengan pasti, ingin menyentuh Elis yang kini ada di dekat nya. Melupakan sosok Daniel yang sudah menjadi suami sah Elis.


"Elis! A-"


"Mau pergi, atau mau ku hajarrrr?" tanya Daniel, menghadang langkah Wiliam yang akan mendekati Elis.


"Beri aku kesempatan Elis! Aku bisa berubah! Aku akan menerima kandungan mu! Tolong percaya pada ku, Elis!" pinta Wiliam dengan tatapan memohon.


'Percuma aku berhasil merebut perusahaan Ali, jika aku tidak bisa mendapatkan mu sebagai milik ku!' batin Wiliam dengan tangan mengepalll.


"Elis, aku ughhh!" pekik Wiliam.


Wiliam menerima pukulannn demi pukulannn dari Daniel, dengan sisa tenaga yang ia miliki, berusaha melawan balik serangan Daniel.


Bugh.


Bugh.


Bugh.

__ADS_1


Elis langsung berteriak mana kala ia melihat Wiliam yang jatuh terkapar di atas lantai. Bukan karena masih ada cinta, tapi karena tidak ingin Daniel mengotori tangan nya dengan lenyap nya nyawa Wiliam.


"Daniel! Cukup! Dia bisa mati!" teriak Elis, dengan beranjak dari duduk nya, menggit bibir dalam nya. Saat merasakan perihhh dan sakit, pada bagian inti nya yang seakan membengkakkk.


Daniel masih bisa berdiri dengan tegak, dengan ke dua kaki nya. Tapi Wiliam, begitu sulit untuk bangkit dari posisi nya.


"Aku sudah memperingati mu, ke luar dari tempat ini sekarang juga!" ucap Daniel dengan tegas, menyapu sudut bibir nya yang mengeluarkan darah dengan jempol nya.


"Aku akan tetap di sini, aku atau kau yang akan lenyappp. Dia yang bertahan, maka dia yang berhak memiliki Elis!" ucap Wiliam, menatap Elis dan Daniel secara bergantian dengan kilatan penuh kebencian.


"Jangan bicara sembarangan kau Wiliam! Kau pikir aku ini barang yang bisa kau jadi kan bahan taruhan? Jika sampai kau sungguh melakukan nya! Aku orang pertama yang paling membenci mu, Wiliam!


"Suka tidak suka, kau harus terima Elis! Anggap saja ini pilihan untuk mu! Untuk yang terakhir kali bertemu dengan Daniel!" ucap Wiliam dengan penuh percaya diri.


'Ini kesempatan ku, aku pasti bisa melakukan nya, dengan cara ku sendiri! Sudah cukup waktu ku berikan untuk mu bersenang senang dengan Elis, Daniel!' batin Wiliam dengan senyum licik nya, menumpukan ke dua tangan nya di lantai.


Daniel membalikkan tubuh nya, gak perduli lagi dengan apa yang di katakan Wiliam tentang nya, Daniel menatap Elis yang kini berdiri di hadapan nya. Tangan nya terulur mengelusss pipi Elis.


"Aku pasti bisa mengalahkan nya sayang! Jangan khawatir, karena aku tidak akan membiarkan dia menyentuh mu barang seujung kuku pun!" seru Daniel dengan tatapan meyakinkan.


'Ini pasti sakit banget!' batin Elis menatap gak tega Daniel.


Elis menggeleng kan kepala nya, kata yang gak seharus nya ke luar dari bibir nya justru meluncur dengan bebas.


"Aku mohon jangan! Aku udah laper banget! Jangan dengarkan ocehan Wiliam!" seru Elis dengan suara manja, merengek pada Daniel dengan tangan nya yang menggenggammm jemari Daniel.


'Dasar bodohhh, kenapa lapar yang aku jadi kan alasan. Daniel pasti sangat kesal pada ku karena tidak perduli dengan nyawa nya!' batin Elis menelan saliva nya dengan sulit.


"Kau laper?" tanya Daniel, yang langsung mendapat anggukan kepala dari Elis.


'Astagaaa Elis, kau semakin menggemaskan. Di saat genting seperti ini, kau masih bisa memperduli kan perut mu yang laper, aku pikir kau menghawatir kan keselamatan ku! Dasar istri ku yang manja!' batin Daniel dengan tergelak, jauh dari apa yang ada dalam pikiran Elis.


"Kita akan makan secepat nya ya!" ucap Daniel tegas, lalu menatap nyalang Wiliam.


'Tunggu beberapa menit lagi Daniel, timah panas ini ku pasti kan menembusss jantung mu! Kau lihat, dengan di saksikan darah mu, ku jadi kan Elis menjadi milik ku seutuh nya!' batin Wiliam, menyentuh punggung nya sendiri dan menepuk nya.

__ADS_1


"Aku yang akan menemani Elis untuk makan, aku yang akan selalu ada untuk Elis! Karena setelah ini, kau akan pergi ke neraka, Daniel!" ucap Wiliam dengan seringai dan tatapan licik nya.


"Jangan sembarangan bicara kau Wiliam! Aku tidak akan pernah mau di temani dengan mu!" umpat Elis dengan suara meninggi.


"Itu lah kenyataan nya Elis sayang! Daniel atau siapa pun, tidak akan aku biarkan mereka bisa memiliki mu... sebelum Daniel melewati mayat ku ahahhaha!" ucap Wiliam dengan tawa membahana.


"Tawa mu itu gak enak di dengar Wiliam! Jadi gak usah ketawa! Sangat buruk!" umpat Elis dengan bergidik ngeri mendengar tawa Wiliam.


'Wiliam yakin sekali bisa melumpuhkan ku, apa Wiliam sudah mempersiapkan nya dengan matang untuk hari ini? Aku harus waspada, jangan sampai hal ini membahayakan Elis!' batin Daniel, menatap curiga Wiliam.


"Jangan membual Wiliam! Itu hanya ada dalam mimpi mu! Karena dalam kenyataan nya, aku tidak akan pernah membiarkan nya!" seru Daniel dengan tegas.


Dengan kaki kiri nya di jadikan tumpuan untuk berdiri, William menggerakkan tangan nya ke belakang punggung nya, lalu sepersekian detik ia mengacung kan senjataaa api yang ada di tangan kanan nya, dengan monconggg senjataaa yang mengarah ke arah Daniel.


"Ini kan yang kau inginkan! Baik lah, akan aku kabulkan!" seru Wiliam dengan angkuh nya.


"Jangan gila kau Wiliam! Singkirkan senjata mu! Kau pikir nyawa orang itu hanya lah mainan yang bisa kau jadi kan permainan?" umpat Elis menatap jengkel Wiliam.


'Halah, paling juga itu senjata mainan, Wiliam mana bisa mendapatkan nya!' batin Elis gak percaya.


'Pantas saja jika Wiliam sudah sangat yakin, rupa nya ini memang sudah di rencanakan oleh nya! Kurang ajarrr Wiliam! Aku tidak akan membiarkan nya mendekati Elis.' batin Daniel.


"Aku tidak akan menggunakan ini sayang, aku tidak ingin menjadi pria yang di benci oleh mu, aku masih menghargai mu, Elis. Daniel ayo kita duel tanpa senjata!" ajak Wiliam, dengan menatap Elis dan Daniel secara bergantian.


'Aku pasti kan, ini hari terakhir kalian bermesraan di depan ku! Aku yang akan menjadi malaikat pencabut nyawa untuk mu, Daniel!' batin Wiliam menatap sinis Daniel.


Grap.


Bersambung


...💖💖💖...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2