Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Ceker mercon


__ADS_3

...💖💖💖...


"Apa? Jangan membuat ku penasaran. Mau makan apa sayang?" tanya Daniel lagi.


"Aku mauuuuu makan ceker mercon, hubby!" seru Elis dengan manja.


Daniel membuang nafas lega. 'Kirain mau minta apa, hanya ceker mercon sih gampang, tinggal minta koki Adi untuk buatkan, langsung jadi. Elis langsung bisa makan banyak.' batin Daniel senang.


"Hanya itu? Gampang mau berapa porsi? Satu porsi, 2 porsi, atau 5 porsi? Pasti koki Adi akan membuatkan nya untuk mu, sayang!" ucap Daniel dengan bersemangat, lalu beranjak dari duduk nya.


Grap.


Elis menggenggammm pergelangan tangan Daniel, membuat langkah Daniel jadi tertahannn.


"Ada apa lagi sayang? Apa masih ada yang ingin kamu makan? Katakan sekarang, biar sekalian aku minta di buatkan koki Adi." Daniel mengelusss pipi Elis yang tampak chabi.


"Aku gak mau ceker mercon buatan koki Adi, aku mau nya kamu yang membelikan nya untuk ku!" rengek Elis dengan tatapan memohon.


"Beli? Gampang, kamu mau tunggu di rumah, atau kamu mau ikut aku membeli nya, sayang?" tawar Daniel masih bisa memaklumi keinginan sang istri.


"Beli tapi penjual nya harus ada di sisi kanan jalan saat kamu berangkat, aku gak mau penjual nya ada di sisi kiri jalan." ujar Elis menambahkan syarat apa yang ia inginkan.


"Apa? harus ada di sisi kanan jalan? Di mana aku bisa menemukan nya sayang!" Daniel menggaruk kepala nya dengan frustasi.


Bugh bugh bugh.


Elis menendang nendang angin, bak anak kecil. "Aku gak mau tau, pokok nya penjual nya itu harus ada di ruas jalan yang ada di sisi kanan." kekeh Elis gak mau tau.


"Iya iya iya aku akan mencari nya, sayang! Sekarang jangan ngambek lagi ya! Harus senyum, jangan manyunnn!" bujuk Daniel yang akhir nya mengalah dengan permintaan sang istri.


Prok prok prok prok.


Elis bertepuk tangan senang, bak anak kecil yang akan mendapatkan mainan.


"Horeee, akhir nya aku bisa memakan nya... ceker mercon yang penjual nya ada di sisi kanan jalan. Sana cepat pergi! Aku mau makan ceker mercon nya!" usir Elis dengan mengibaskan tangan nya.


"Iya iya, ini aku bakal jalan kok buat beli." Daniel berjalan ke arah walk in closed terlebih dulu.

__ADS_1


Elis tampak gak perduli, melihat Daniel yang menghilang di balik pintu walk in closed. Gak lama Daniel ke luar dari walk in closed dengan pakaian yang berbeda.


Kaos berwarna hitam dengan luaran jaket berbahan levis, dengan bawahan jins hitam, serta sepatu santai, jam yang selalu melingkar di pergelangan tangan kiri Daniel.


Elis memicing kan tatapan nya, menatap curiga sang suami yang terlihat berbeda di mata nya.


'Rapih banget, pada hal kan cuma mau beliin aku ceker mercon doang. Hemmmm jangan jangan Daniel mau curiii kesempatan nih, dia mau ketemuan sama cem ceman! Enak aja, gak bisa lah ya!' batin Elis dengan bibir mengerucut.


"Aku berangkat ya sayang!" seru Daniel, memasukkan dompet nya ke dalam saku celana belakang nya.


"Tunggu dulu!" Elis beranjak dari atas tempat tidur, ia menghampiri Daniel.


"Ada apa lagi, sayang ku? Apa kamu berubah pikiran? Mau ikut dengan ku untuk membeli nya?" tanya Daniel dengan percaya diri.


Sreeek.


Tangan Elis terulur mencengrammm jaket yang di kenakan Daniel, membuat Daniel tertarik ke depan, lebih dekat dengan sang istri.


Daniel mengerjapkan ke dua mata nya, bercampurrr kaget dengan sikap Elis. Ke dua tangan menggenggammm tangan Elis yang masih menarik jaket nya.


"A- ada a- apa?" tanya Daniel dengan tatapan bingung dengan perubahan sang istri.


Daniel terperengah. "A- apa? Cem ceman? A- apa itu cem ceman, sayang? Bahasa mana lagi itu, sayang?" cecar Daniel bingung, ia menggaruk kepala nya dengan frustasi.


"I- iya itu, cem ceman, wanita lain gitu." Elis melepaskan cengramann tangan nya dari jaket Daniel, lalu menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada, dengan memunggungi Daniel.


Daniel mencengrammm lengan Elis dengan lembut. "Kamu salah sayang, tujuan ku ya hanya untuk membelikan mu ceker mercon, bukan untuk mencari wanita lain. Kamu percaya kan sama aku? Cuma kamu, wanita yang ada di hati ku!" seru Daniel, meyakinkan Elis dengan sungguh sungguh.


Daniel memutar tubuh Elis, hingga ke dua nya saling bersitatap kembali.


"Ganti baju mu! Baru kamu boleh pergi mencari kan aku ceker mercon!" seru Elis tegas, gak mau di bantah.


"Baik lah, akan aku lakukan! Kamu tunggu ya!"


Daniel membuang nafas nya dengan kasar, masuk kembali ke dalam ruang wolk in closed. Dan kembali dengan pakaian yang berbeda.


"Gak ada masalah lagi kan, sayang?" tanya Daniel dengan yakin.

__ADS_1


Elis mengindai penampilan Daniel.


'Cuma celana panjang sebatas lutut berbahan levis berwarna biru, dengan kaos pas body dengan warna hitam. Kenapa aura maskulin Daniel tampak nyata ya! Aku kok jadi gak ikhlas gitu biarinin Daniel ke luar seorang diri.' batin Elis menimbang nimbang.


"Siapa bilang udah gak ada masalah!" Elis menopang wajah nya dengan satu tangan nya, jari telunjuk nya mengetuk ngetuk di depan bibir nya.


Daniel mengerut kan kening nya. "A- apa? Ada masalah lagi? Di mana nya sayang? Ini sudah larut lo, tapi kamu belum juga makan malam." Daniel mengingatkan Elis kembali.


Kruuuk krukkk krukkk.


"Tuh kan, perut mu keroncongan. Di dalam sini, pasti sudah pada kelaparan!" Daniel mengelusss perut Elis yang masih rata.


'Udah malam, perut ku bunyi lagi, lebih baik aku ikut aja lah. Biar bisa ikut jauhin hubby dari cewek gak jelas.' batin Elis dengan kepala yang mengangguk, seakan setuju dengan batin nya.


"Kamu kenapa lagi?" tanya Daniel dengan heran.


Grap.


Elis menggenggammm jemari Daniel tanpa banyak berkata, ia menuntun sang suami ke luar dari kamar mereka berdua.


"Sayang!" seru Daniel dengan tatapan bingung.


Setelah beberapa jam berkeliling, mencari pedagang ceker mercon yang ada di sisi kanan jalan. Akhir nya Daniel menepikan mobil nya ke bahu jalan.


Elis lebih dulu turun dari mobil karena udah gak sabar ingin menikmati ceker mercon seperti yang ada di dalam pikiran nya.


Tampak ramai, warung yang di kunjungi Elis dan Daniel. Penjual menggunakan tenda berwarna biru, sebagai atap para penikmat dagangan nya.


Daniel dan Elis menunggu pesenan mereka berdua, sambil duduk di salah satu kursi, dengan sesekali tatapan pengunjung wanita tertuju pada Daniel dengan mencuri pandang.


"Gak usah di lietin!" seru Elis, dengan hati yang bergejolakkk.


Bersambung...


...💖💖💖...


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2