Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Dapat di andalkan


__ADS_3

...💖💖💖...


"Kau sungguh pria brengkkk Daniel! Jangan sampai aku menyukai mu! Jika ia, kau harus tau sendiri resikonya!" ucap Elis dengan manja setelah Daniel melepasakan ciuman panasnya. Daniel membantu merapihkan blezer yang membalut tubuh atas Elis.


"Itu yang aku harapkan!" Daniel beralih ke meja kerjanya, meraih gagang telpon yang ada di atas meja kerjanya.


"Pesankan aku makan siang, antar ke ruangan ku!" titah Daniel yang langsung menutup panggilan.


Elis mengerutkan keningnya dengan bibir mengerucut tajam. "Kau memesan makan siang untuk siapa, Daniel?" tanya Elis dengan sinis.


"Tentu saja untuk kita, apa kau tidak merasa lapar setelah pergulatannn lidah mu dan lidah ku? Hem!" tanya Daniel dengan tatapan genit.


"Cih, aku tidak mau makan di ruang kerja mu! Aku ingin makan di luar!" Elis berdiri dari duduknya, ke dua tangan menyilang di depan dadanya.


"Bagaimana dengan makanan yang sudah aku pesan?" Daniel meraih jasnya yang menengger di sandaran kursi kebesarannya.


"Berikan saja pada asisten mu! Gitu aja ribet!" ucap Elis yang tidak ingin di bantah.


"Baik lah, ayo kita cari tempat yang bagus untuk makan siang!" Daniel mengenakan jasnya tanpa memasangkan kancingnya lebih dulu.


Sreek.


Elis mengulurkan tangan kanannya pada Daniel, dengan tasnya yang ia genggam.


"Ayooo! Cepat bawakan tas ku! Ini berat tau, membuat tangan ku pegel aja!" Elis memalingkan wajahnya, lalu berkata dengan manja, mengayunkan tangannya kiri ke kanan.


Daniel menyunggikan senyum dan meraih tas Elis dari tangannya, menyampirkannya di bahu berototnya.


"Dasar manja, tas ringan begini di bilang berat!" cibir Daniel dengan tangan mengacak rambut panjang Elis yang tergerai indah.


Elis melototkan matanya, hendak mengambil kembali tasnya dari bahu Daniel. "Ya sudah sini kalo tidak mau bawakan! Aku bisa bawa sendiri!"


"Ayo jalan! Gitu aja merajuk!" tangan kiri Daniel melingkar di pinggang ramping Elis.


"Ihs aku bisa jalan sendiri, Daniel!" Elis mencoba melepaskan tangan Daniel dari pinggangnya yang ramping. Hatinya masih kesal selalu di bilang manja.


"Aku sudah bilang, aku tidak akan melepaskannya! Atau kau malu jalan dengan seorang supir seperti ku?" tanya Daniel dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


Bugh.


Elis melayangkan kepalan tangannya pada dada Daniel. "Supir kepala mu! Kau ini putra dari paman Devano! Pewaris tunggal dari Devano crop, dasarrr pria bodoh! Perlu aku pukul dengan heels ku, baru sadar otak di dalam kepala mu itu!"


"Tuan, makan siangnya!" ucap Feli dengan ke dua tangannya menunjukkan makan siang yang sudah ia pesan dari kantin yang ada di perusahaan tersebut.


"Kau saja yang habiskan! Elis dan aku akan makan di luar... jika ada yang mencari ku, bilang aku sibuk tidak bisa di ganggu!" ucap Daniel sambil terus melangkah menjauh dari meja asistennya.


Feli menggeleng kepalanya, dasar bos muda, dan bos tua, sama sama sulit di tebak jika sudah berurusan dengan Nona Elis!


Ke duanya memasukiii lift khusus VVIP, kotak besi itu menuju nomor satu, di mana Daniel memarkirkan mobilnya di basman.


Tangan Elis terulur menyentuh luka sobekkk yang terdapat di sudut bibir Daniel. "Apa ini sakit, Daniel?" tanyanya dengan lembut.


"Itu tidak sakit, hati ku yang sakit namun tidak berdarah, saat kau memutuskan untuk bersama dengan Tuan Wiliam, si brengsek itu!" cibir Daniel.


"Cihs tidak usah membahasnya! Pria itu buaya! Bukan si brengsekkk lagi!" Elis menyandarkan kepalanya pada lengan kekar Daniel, kenapa aku merasa nyaman saat bersamanya!


"Dulu saja kau puja puja setinggi langit itu orang, sekarang saja setelah kau tau kebusukannya. Menyesalkan sudah memilihnya di banding aku?" Daniel mengelusss pucuk kepala Elis.


Elis mengangguk kecil, ingin memungkiri, tapi kenyataannya seperti itu.


"Mobil lah." jawab Elis sebelum masuk ke dalam mobil.


Daniel duduk di belakang kemudi, melirik sekilas Elis yang tampak nyaman dengan posisi duduknya.


"Cepat jalan, tunggu apa lag!" titah Elis dengan suara manja, sudah tidak sabar ingin segera mengisi perutnya yang di landa rasa lapar.


Daniel menggelengkan kepalanya, tangannya terulur membantu Elis memasang shilt belt.


"Sungguh suami kontrak yang dapat di andalkan." terang Elis dengan senyum di bibirnya.


"Benarkah? Kalo begitu kau harus jadikan aku suami sungguhan mu!" Daniel melajukan mobilnya meninggalkan basman.


"Tidak akan! Aku tidak mencintai mu!" Elis berkata dengan tegas tanpa menoleh ke arah Daniel.


"Aku tidak yakin kau tidak mencintai ku! Apa karena masih ada nama Wiliam di hati mu? Kau harus sadar Nona, Wiliam bukan pria yang pantas untuk mu. Dia itu buaya!" sesekali Daniel menoleh dan menatap Elis.

__ADS_1


"Fokus lah pada kemudi!" cibir Elis dengan ketus.


Tidak lama mobil berhenti tepat di sebuah restoran jepang.


"Ayo turun, kita sudah sampai Nona!" ajak Daniel.


Elis menajamkan penglihatannya pada papan nama restoran yang ada di depannya.


Elis menatap tajam Daniel. "Siapa bilang aku mau makan di sana! Ganti tempat! Aku kan sudah bilang, aku ingin makan bakso dengan kuah pedas."


Daniel mengerutkan keningnya. "Kapan kau bilang ingin makan bakso? Seingat ku, Nona tidak mengatakan apa apa tadi." jelas Daniel, yang masih ingat jika Elis tidak mengatakan apa yang ingin ia makan.


"Benarkah? Tapi aku tadi mengatakannya! Udah jalan, perut ku semakin lapar nih!" rengek Elis, dengan menarik lengan jas Daniel. Membuat Daniel berguncang ke kiri dan kanan.


Pluk.


Daniel menyentuh jemari Elis yang ada di lengannya. Membuat ke duanya saling tatap dalam keheningan.


Deg deg deg.


Elis mengerjapkan ke dua matanya, emang aku tadi tidak mengatakannya ahahaha, emang enak aku kerjain. Siapa suruh pake bilang aku masih cinta sama Wiliam, gak tau apa... aku tuh lagi belajar melupakannya. Tapi kenapa juga jantung ku jadi gini ya? Kaya ada yang mau lompat, tapi apa ya, ada rasa gak enak... gak bosen lietin ini Daniel, aku baru sadar, Daniel keren juga, baik lagi... beda sama Wiliam yang kadang suka marah marah.


Daniel membatin, Elis kalo di liet makin hari makin cantik aja, gimana gue bisa relain ini anak manja sama cowok yang jelas jelas brengsek!


Daniel memainkan alisnya naik turun, membuyarkan Elis dari lamunannya dengan suaranya yang parau.


"Tadi lietin apa? Serius banget! Baru nyadar ya lo, kalo gue ini keren!" ucap Daniel dengan percaya diri tingkat tinggi, melajukan kembali mobilnya menjauh dari restoran Jepang.


"Uuuuwek!"


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2