
...💖💖💖...
"Maaf, sayang nya aku sudah lama berhenti dari kebiasaan ku ini, Leo!" ucap papa Brian, terpaksa berbohong.
'Sialll!' umpat paman Leo dalam hati, tatapan nya penuh kesal.
Dering dring dring dring.
Dering telpon terdengar nyaring dari hape papa Brian.
'Sialll, aku belum sempat mengatakan nya pada Brian! Ada saja yang mengganggu!' umpat paman Leo dengan wajah menahannn kesal.
Papa Brian menyunggingkan senyum melihat siapa yang menelpon nya. 'Alhamdulillah ada aja penolong ku!' batin papa Brian menatap layar benda pipih nya.
"Jadi begini Brian! Aku bermak__" ucapan paman Leo terpaksaaa terputus, saat papa Brian menyuruh Leo untuk tidak bicara.
^^^"Maaf Tuan, sudah waktu nya kita berangkat!" ucap sang supir lewat sambungan telepon nya.^^^
["Sebentar lagi aku ke luar. Tunggu di depan lobby aja!"] titah papa Brian.
^^^"Baik Tuan"^^^
Papa Brian menyimpan kembali hape nya ke dalam saku celana nya.
__ADS_1
"Cepat sekali, aku bahkan belum menyampaikan apa yang ingin aku katakan pada mu, Brian!" protes paman Leo dengan kecewa.
"Maaf, tapi aku masih ada urusan. Lain kali kau bisa mengatakan nya pada ku kan!" papa Brian beranjak dari duduk nya, dengan pasti melangkah meninggalkan paman Leo.
Paman Leo ikut beranjak dari duduk nya, menyusul langkah kaki Brian.
"Gak perlu lain kali, aku ingin Elis menjadi menantu ku, Brian!" ucap paman Leo.
"Elis sudah punya suami!" ucap papa Brian tanpa menoleh atau pun berhenti melangkah.
"Bocah yang kau temukan pun tidak masalah...jika harus menikah dengan Mike!" ucap paman Leo gak kehabisan kata.
'Dasar Leo, pasti diri nya sudah menyelidiki latar belakang gadis itu.' batin papa Brian.
"Aku tungggu kabar baik dari mu Brian! Kita akan berbesan." ucap paman Leo, dengan wajah senang meski pun ia tau kemungkinan nya sangat kecil untuk menjadi menantu di keluarga Brian.
"Aku gak sabar untuk membantu mu mengurus perusahaan mu, Brian!" ucap paman Leo dengan senyum merekah.
'Akan aku ambil semua harta mu, Brian! Kau tidak pantas bahagia di masa tua mu!' batin paman Leo.
"Aku masih sanggup mengurus perusahaan ku sendiri!" ucap paman Brian sinis, lalu masuk ke dalam mobil.
Paman Leo mengepalkan tangan nya, menatap kesal mobil yang membawa Brian pergi menjauh.
__ADS_1
"Lihat saja Brian! Kau pasti akan menyesal... menolak Mike menjadi menantu mu!" sungut paman Leo.
Di dalam mobil.
"Terima kasih ya, atas bantuan mu... aku bisa kembali tepat waktu." ucap papa Brian, melirik sang supir lewat kaca spion.
"Sudah tugas saya Tuan, mengingatkan Tuan." ucap supir.
Daniel membawa Elis ke sebuah taman yang ada di tengah kota.
"Daniel, ini beneran taman?" tanya Elis dengan tatapan berbinar senang, memasuki sebuah taman yang tampak bak di negri dongeng. Gak nyadar jika sejak tadi tangan nya di genggammm Daniel.
"Bukan sayang, tapi tempat tidur." goda Daniel.
"Daniel! sunguh kamu tuh ya!" sungut Elis hendak menggeprak lengan Daniel, namun sayang nya Daniel lebih lincah. Daniel langsung berlari.
Cukup lama Elis dan Daniel menghabiskan waktu di taman itu. Hingga tanpa terasa langit pun kini memunculkan langit perang.
"Kita pulang?" tanya Daniel, menatap Elis dengan kepuasannn. Sudah mengajak Elis bermain di taman.
Bersambung...
...💖💖💖...
__ADS_1
Like dan komen nya napa 🥺
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭