Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Bukan cuma pura pura


__ADS_3

...💖💖💖...


"Selamat pagi Tuan Muda. Udah kangen ya sama Nona Elis? Di tungguin tuh di kamar sama Nona Elis." sapa Ella dengan senyum merekah.


"Aku gak telat, gak ada alasan untuk Elis menghukum ku!" seru Daniel, yang kini menaiki anak tangga.


Ceklek.


Bugh.


"Awhhh!"


Baru juga Daniel membuka pintu, wajah nya langsung di hadiahi bantal kepala yang mendarat tepat di wajah nya.


Pluk.


Bantal kepala jatuh tergeletak di atas lantai, setelah dengan santuy nya mencium wajah tampan Daniel tanpa permisi dari si empunya wajah.


"Ada apa sayang?" tanya Daniel, menatap Elis dengan senyum tersungging di bibir nya.


Elis berdiri di depan tempat tidur dengan ke dua tangan yang menyilang di depan dada, dengan wajah angkuh, tapi bibir nya mengerucut.


'Dasarrr suami gak peka, bukan nya langsung minta maaf, cium bibir, cium pipi, cium kening, elusss perut aku, malah tanya ada apa!' gerutu Elis menatap jengkel Daniel.


"Masih berani tanya ada apa! Lihat, pukul berapa ini!" sungut Elis dengan wajah marah, jari telunjuk nya menunjuk ke arah jam yang terpasang di dinding kamar mereka.


'Waduh, aku kan gak telat, kenapa Elis terlihat marah sekali sama aku?' batin Daniel, menelan saliva nya dengan sulit.


"Jam 10 kurang 15 menit sayang, aku masih punya waktu 15 menit." terang Daniel.


Tangan Daniel hendak membawa Elis ke dalam dekapan nya, saat wanita hamil muda itu sudah berada di depan nya.


'Gak ada peluk, cium juga belum! Masa mau minta peluk! Dasar suami nyebelin! Lihat itu nak! Papa kamu gak sayang kita berdua!' batin Elis, menatap perut nya yang masih rata.


Sreek.


Elis menepis tangan Daniel dengan kasar.


"Ada apa? Aku kan ingin memeluk mu!" protes Daniel, dengan kening mengkerut, mengikuti pergerakan Elis yang meraih tas nya di atas kasur.


Bugh.


Dengan seenak nya, Elis melemparkan tas nya ke arah Daniel. Untung Daniel sigap, langsung menangkap tas Elis, hingga tas itu aman mendarat di ke dua tangan Daniel.


"Gak usah banyak protes, aku masih ada urusan. Mau ikutin aku atau tetap ada di dalam rumah!" gerutu Elis, mengayunkan langkah kaki nya dengan santai, tanpa menoleh ke arah Daniel.


"Siapa yang mau protes, sayang! Tentu aku akan mengikuti mu, mengantar mu ke tempat meeting kan!" Daniel mengekori Elis, dengan menyampirkan tas selempang berwarna pink milik Elis di bahu Daniel sebelah kanan.


"Gak jadi meeting di kantor. Aku merubah lokasi meeting nya!" ucap Elis dengan ketus.

__ADS_1


"Tidak masalah bagi ku. Emang kamu mau meeting di mana sayang?" tanya Daniel, ke dua nya menuruni anak tangga.


"Restoran Jangan Pulang."


Daniel membola, "Apa? Gak salah itu? Restoran Jarang Pulang? Itu kan sangat jauh sayang! Dari ujung ke ujung lo dari kantor ku!" ucap Daniel, dengan menggaruk kepala yang gak gatal.


Elis menghentikan langkah kaki nya, membalikkan tubuh nya, menatap Daniel yang kini ada di hadapan nya.


Elis menatap Daniel dengan tatapan berembun, yang siap kapan saja meluncur bebas dari pelupuk mata nya.


'Kamu tuh sayang gak sih sama aku? Gak tau apa kalo aku lagi kepingin makan yang ada di Restoran Jangan Pulang!' gerutu Elis dalam hati.


"Kalo gak mau antar, gak masalah buat aku! Aku bisa pergi dengan Ella!" ucap Elis dengan tegas.


Sreek.


Tangan Elis menarikkk tali tas milik nya yang menyampir di bahu kanan Daniel.


Grap.


"Aku antar, aku antar... siapa bilang aku gak mau antar si sayang! Aku akan antar kamu yank!" ujar Daniel, dengan menggenggammm pergelangan tangan Elis dengan sayang.


"Jadi pergi sekarang, Nona?" tanya Ella yang kini berdiri di belakang Elis.


"Jadi lah! Kamu gak liat, aku dah rapih! Kamu bisa kan bawa mobil, Ella?" tanya Elis dengan nada biasa, gak ketus saat diri nya tengah bicara dengan Daniel.


"Bisa Nona, kenapa Nona?" tanya Ella, dengan tatapan penuh tanya.


Bukan nya melepaskan tangan Elis, Daniel langsung menggendong tubuh ramping Elis dengan sekali tarikan.


"Kyaaaa! Apa yang kau lakukan Daniel! Turunkan aku! Aku gak mau di antar sama kamu!" protes Elis, meronta minta di turunkan dari gendongan Daniel.


"Daniel! Turunkan aku! Aku gak mau di antar sama kamu!" seru Elis, dengan bulir bening yang gak terbendung lagi.


Daniel terus melangkah menuju mobil nya, dengan di ikuti Ella. Tanpa memperdulikan suara Elis yang minta di turunkan.


"Jangan nangis sayang! Ini aku bela belain pulang, cuma mau antar kamu ke tempat meeting" bujuk Daniel, dengan tatapan mengiba, memohon agar sang istri menyudahi tangis nya.


'Gimana aku gak mau nangis, kalo kamu aja gak sayang sama aku dan calon bayi kita. Saat pulang tadi, kamu gak cium bibir aku, gak cium pipi aku, gak sapa calon debay kita, Daniel!' gerutu Elis dalam hati.


'Ada apa lagi sih sama Nona Elis dan Tuan Daniel. Ini mah bukan cuma pura pura, tapi beneran ribut. Tapi perkara apaan ya? Kaya nya Nona Elis kesel banget sama Tuan Daniel.' pikir Ella, dengan banyak pertanyaan di kepala nya yang terus aja berseliweran.


Ella membukakan pintu mobil untuk Nona Muda nya di kursi belakang. Lalu Daniel dengan hati hati menurunkan Elis dari gendongan nya, dan mendudukkan nya di kursi mobil, tidak lupa juga memasangkan sabuk pengamannn pada tubuh Elis.


Daniel menghapus sisa air mata Elis di pipi nya dengan jempol nya.


"Istri ku makin menggemaskan kalo lagi menangis! Tapi makin imut kalo lagi tersenyum." cicit Daniel.


Cup.

__ADS_1


Daniel mendaratakan kecupan singkat di bibir Elis yang ranum.


Cup cup.


Daniel mendarat kecupan di pipi kanan dan kiri Elis secara bergantian.


Tangan Daniel terulur mengelusss perut Elis yang masih rata sanbil berujar, "Sayang, jangan nakal di dalam perut mama ya! Kasian tuh mama, pasti merasa kurang nyaman, tapi pasti mama bakal terbiasa kok. Hanya sembilan. bulan kamu di dalam perut mama, terus kamu lahir deh ke dunia ini. Melengkapi kebahagiaan mama Elis dan papa Daniel!" ucap Daniel panjang lebar, seakan tengah mengajak bicara kandungan Elis.


"Dasar Daniel bodoh, aku menunggu mu dari tadi. Kenapa baru sekarang melakukan nya?" gumam Elis dengan terisak.


Yang tadi nya terisak, kini semakin lama meraung bak anak kecil, itu lah Elis yang sedang sensitif hati dan perasaan nya.


"Hiks hiks hiks huaaaaaa huaaaaa." Elis menangis sejadi jadi nya.


Daniel mengerutkan kening nya, berdiri semakin dekat dari Elis duduk, hingga tanpa jarak.


"Kamu menunggu aku melakukan apa sayang?" tanya Daniel, mengelusss kepala Elis dengan penuh kasih sayang, saat Elis menyembunyikan wajah nya di dada bidang nya.


Elis menarik tubuh nya, menjarak dari Daniel. Dengan mengadahkan wajah nya, dengan terisak ia mengatakan unek unek nya.


"Masa aku harus mengatakan nya pada mu? Harus nya kamu itu kan peka! Aku ingin kamu mencium ku, mengelusss perut ku! Tapi kamu gak melakukan! Kamu gak sayang sama aku! Kamu gak sayang sama kita berdua!" Elis menatap perut nya yang rata.


"Astagaaa sayang! Hanya itu, jadi kamu marah sama aku, hanya karena itu?" tanya Daniel yang gak percaya, tatapan nya menyelidik dengan menangkup wajah Elis dengan ke dua tangan nya.


"Bukan hanya itu aja! Harus nya kamu itu pulang lebih awal dari yang aku katakan! Kalo aku bilang jam 10, bearti kamu harus sudah ada di rumah satu jam dari sebelum nya." gerutu Elis dengan sesenggukan, bibir mengerucut.


"Maaf ya sayang ku, aku gak ngerti akan keinginan hati mu dan keinginan calon baby kita... yang aneh itu! Jika ada yang kamu inginkan, harus nya kamu katakan aja sama aku! Mengerti cantik ku!" ucap Daniel dengan lembut. Tangan nya bahkan menjawil hidung Elis yang kini merah bak tomat matang.


"Kau meledek ku!" Elis mendorong Daniel.


"Engga... tunggu bentar ya!" ucap Daniel yang langsung menutup pintu mobil.


"Kau yang bawa mobil ku!" Daniel menyerahkan kunci mobil nya ke Ella.


"Aku Tuan, yang bawa mobil? Yakin?" tanya Ella meyakinkan keinginan Tuan Muda nya.


"Yakin lah, jangan banyak tanya. Mau kau Elis merajuk lagi?" Daniel masuk ke dalam mobil, mendudukan diri nya di samping Elis yang ada di kursi belakang.


"Ella yang bawa mobil mu?" tanya Elis menatap lekat sang suami, yang makin hari makin enak di pandang.


"Iya, gak apa kan? Sebagai rasa penebusan salah ku, aku akan duduk di sini, menemani mu sampai tempat tujuan. Tapi setelah urusan mu selesai, gantian ... kamu yang temani aku di kantor! Oke sayang!" ucap Daniel dengan tegas, mengutarakan ke putusan nya yang gak bisa di ganggu gugat.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2