Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Demi menyenangkan mu


__ADS_3

...💖💖💖...


"Aku mencintai mu, istri ku, belahan jiwa ku, kau lah nafas ku!" ucap Daniel di telinga Elis.


Daniel dan Elis saling menautkan ke dua bibir mereka. Membuat para pelayan dengan sadar nya membalikkan tubuh mereka.


Daniel membawa Elis berkeliling rumah, sekalian meminta pendapat Elis akan bangunan yang ia disein sendiri. Mengenalkan setiap sudut ruang dengan fungsi nya, dan berbagai fasilitas yang terdapat di rumah itu.


"Apa kau suka dengan disein interior nya, sayang? Jika kau tidak suka, kita bisa merubah nya kapan pun kau mau, asal kau merasa nyaman tinggal di rumah." ucap Daniel dengan tangan kiri yang enggan merenggang dari pinggang Elis.


"Tidak perlu di rubah, ini juga udah bagus kok. Pandai ya suami ku memilih gaya interior." puji Elis.


"Aku hanya mengikuti apa yang harus aku lakukan sesuai hati ku, hati ku hanya ingin membuat mu bahagia bersama dengan ku! Hingga pada akhir nya, tidak akan pernah terbesit dalam benak mu untuk meninggalkan ku!" ucap Daniel, dengan tatapan penuh harap.


Elis menelan saliva nya dengan sulit, sialll... kenapa Daniel pake membahas itu sih!


"Aku haus, lebih baik kita akhirin sampe sini dulu aja keliling rumah nya, langsung ke dapur! Bisa kan?" pinta Elis dengan suara yang di buat manja, tidak ingin merusak suasana hati ke dua nya.


"Ayo, biar sekalian aku perlihatkan dapur idaman ku, aku selalu membayangkan kau memasak masakan enak untuk ku dan anak anak kita nanti nya!" ucap Daniel dengan wajah berbinar, menuntun Elis melangkah semakin dekat ke arah dapur.


"Heem!" Elis memutar bola mata nya dengan malas.


Mulai lagi, kenapa setiap sudut rumah ini... aku merasa banyak sekali harapan nya, harapan besar Daniel akan mempertahankan rumah tangga nya dengan ku.


Daniel menatap Elis dengan penuh harapan, aku harap tidak akan pernah terbesit lagi dalam benak mu untuk mengakhiri pernikahan kita ini, meski awal nya hanya pernikahan kontrak.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Adi, shef di rumah megah yang di tempati Elis dan Daniel.


Daniel menarik sebuah kursi untuk Elis, "Terima kasih!" ucap Elis, setelah mendaratkan bobot tubuh nya pada kursi yang di tarik Daniel sebelum nya.


"Tidak perlu sungkan, sayang!" jawab Daniel dengan mengelusss puncak kepala Elis.


Adi menyunggingkan senyum tipis nya pada ke dua Tuan nya, Tuan Daniel terlihat begitu menyayangi dan mencintai Nona, tapi kenapa aku merasa ada yang aneh dengan hubungan ke dua nya ya!


"Kau tinggalkan kami, kerjakan pekerjaan mu yang lain!" titah Daniel, mengusir Adi dari dapur kotor.

__ADS_1


"Panggil saya jika ada yang Tuan butuhkan!" ucap Adi sebelum meninggalkan Tuan nya.


"Bawel!" gerutu Daniel.


Tanpa banyak berkata lagi, Adi meninggalkan ke dua nya di dapur bersih, dengan Elis yang anteng duduk di kursi depan meja pembatas seperti bar.


Sementara Daniel berada di dalam dapur, membuatkan sesuatu minuman yang dapat menyegarkan saat di minum Elis.


"Silahkan di cicipi, aku harap kau menyukai nya!" Daniel meletakkan segelas minuman yang tampak menyegarkan di atas meja, depan Elis duduk.



"Apa kau bisa jamin, rasa minuman ini akan enak? Minuman ini tidak akan membuat ku sakit perut kan?" tanya Elis dengan meragukan keahlian Daniel.


"Percaya saja pada ku! Mana mungkin aku akan mencelakai istri ku sendiri, dengan minuman yang aku buat dengan tangan ku sendiri!" tangan Daniel meraih segelas minuman yang ia buat untuk nya juga, sama dengan minuman yang dia buat untuk Elis.


"Kau lihat, aku baik baik saja bukan!" ucap Daniel, setelah menengguk minuman nya.


"Iya iya, kau menang. Baik lah, akan aku cicipi minuman mu. Tapi jika aku ketagihan dengan rasa nya, tanggung sendiri akibat nya, jika aku terus menginginkan nya!" ancam Elis dengan mata tajam nya.


"Aku tidak akan keberatan membuatkan mu kembali, kapan pun, akan aku buat kan, hanya untuk mu!" Daniel tersenyum lebar, itu yang aku harapkan.


Kenapa rasa nya enak, aku pikir rasa nya tidak akan seenak ini. Aku tidak bisa menganggap remeh Daniel. Di bawah tangan dingin nya, kalo buka usaha minuman, pasti bakal maju pesat. pikir Elis sementara indra pengecap nya, menikmati sensasiii minuman yang di buat Daniel.


"Kau menyukai nya bukan? Mau lagi? Punya ku masih ada!" Daniel menawarkan minuman nya untuk Elis.


"Apa kau tidak keberatan, jika aku menghabiskan milik mu?" tanya Elis dengan wajah merona, malu tapi masih kurang. Habis nya bikinan Daniel beneran enak.


"Ini! Habiskan saja! Apa kau mau ngemil? Aku buatkan makanan ringan untuk mu!" tawar Daniel, setelah menggeser minuman nya untuk Elis.


"Boleh juga, jika kau tidak keberatan." senyum mengembang tampak di bibir Elis.


"Tunggu sebentar ya Nona Elis, cemilan anda akan segera hamba hidangkan." ucap Daniel berbicara ala ala pelayan pada majikan nya.


"Udah deh gak usah banyak tingkah, sayang! Cepat, buatkan aku! Yang enak ya!" pinta Elis.

__ADS_1


"Oke!" Daniel mengeluarkan bahan bahan yang ia perlukan dari dalam kulkas, hingga beberapa menit kemudian, jadi lah ia menghidangkan jajanan kekinian di atas meja.



"Kau sungguh membuatkan ini untuk ku? Daniel?" tatapan tidak percaya, Elis perlihatkan dengan menatap Daniel dan cordog secara bergantian.


"Iya dong, aku sudah beberapa hari ini belajar cara membuat nya, hanya demi menyenangkan mu!" ucap Daniel.


Hati Elis seakan di tumbuhi bunga bunga yang bermekaran, dengan berbagai warna yang indah dan bentuk nya yang cantik. Apa yang di lakukan Daniel, hanya untuk menyenangkan Elis, membuat nya terharu dengan pria yang ia nikahi secara kontrak. Daniel melakukan nya tampak tulus, tidak ada paksaan.


Sementara pria yang telah lama ia pacari, tidak pernah melakukan nya untuk diri nya, jangan kan untuk membuatkan minuman atau pun makanan, untuk mengambilkan Elis minum saja terkadang Wiliam dengan terpaksa melakukan nya, tidak ada ketulusan di ke dua mata Wiliam.


Wiliam memang mencintai Elis, namun cinta nya hanya sebatas untuk di puji, karena berhasil memiliki Elis yang notabene nya adalah seorang anak pengusaha yang sangat tersohor. Namun sayang nya di malam pertunangan, ia melakukan kesalahan. Hingga membuat nya harus kehilangan Elis yang seharus nya menjadi tunangan nya.


Tik tik tik.


Daniel menjentikkan jemari nya di depan wajah Elis.


"Apa yang kau lamun kan, sayang? Ayo di makan cordog nya! Tidak akan enak rasa nya jika di makan saat dingin." ucap Daniel.


"Iya, kau benar. Ini akan jauh lebih enak jika di santap saat masih hangat seperti ini! Terima kasih sayang!" Elis meraih cordog yang ada di atas piring.


Elis memakan nya dengan lahap, memasukkan cordog yang ada di tangan nya ke dalam mulut dan menggit nya, mengunyah nya perlahan, menikmati enak nya cordog buatan Daniel.


"Kau jangan hanya melihat ku, ayo ikut makan!" Elis mengarahkan cordog ke depan mulut Daniel dengan saus mayones.


"Enak juga." ucap Daniel setelah mencicipi cordog buatan nya.


Daniel dan Elis, bersama sama menikmati cordog itu berdua, dengan obrolan renyah ke dua nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2