
...💖💖💖...
"Jangan marah Tuan, aku hanya menemani Nona Elis. Tadi dia ku lihat sendirian, jadi ya aku temani." kilah Arif tanpa dosa dengan senyum di bibir nya.
"Persetannn dengan alasan mu!" sungut Daniel dengan penuh penekanan, tatapan nya nyalang pada Arif.
"Hubby jangan marah, ini bukan salah nya. Justru Tuan Arif yang sejak tadi menemani ku di sini." jelas Elis dengan suara manja nya.
Daniel mengerutkan kening nya, melihat Elis yang tampak menikmati cemilan nya.
Hap.
"Eekkhhhh! Kenapa aku di gendong hubby?" pekik Elis dengan tubuh yang kini berada dalam gendongan Daniel.
"Aku gak mau ganggu waktu ngemil kamu. Jadi aku gendong aja!" seru Daniel dengan senyum terpatri di bibir nya.
'Sabar sabar, ngadepin ini istri manja, astagaaa.' batin Daniel.
"Tuan, kami duluan ya! Terima kasih waktu nya! Daaah!" seru Elis, dengan tangan melambai ke arah Arif, saat Daniel membawa nya dalam gendongan nya.
"Lain waktu jika kau butuh teman, hubungi aku saja, Nona Elis!" seru Arif, dengan tangan membalas lambaian tangan Elis dengan senyum licik nya.
'Sialll, kenapa mereka berdua tidak bertengkar? Kenapa Daniel tidak memarahi Elis? Elis juga kenapa gak marah sama Daniel?' umpat Arif dengan kekesalan nya, menatap jengkel punggung Daniel yang membawa Elis menjauh dari nya.
"Lain kali, kalo mau pergi ke mana pun. Bisa kan kamu ini menunggu ku, sayang? Aku cemas mencari mu, aku sudah seperti orang gila... mencari mu ke sana dan ke mari." gerutu Daniel, saat melangkah menuju mobil yang terparkir.
"Bisa gak sih gak usah memarahi ku terus! Aku kan sudah minta maaf sama kamu hubby!" gerutu Elis gak mau kalah, dengan bibir mengerucut, ia bahkan membuang wajah nya dari Daniel.
__ADS_1
Daniel mengerutkan kening nya. 'Seingat ku Elis tidak meminta maaf pada ku, ia bahkan memarahi ku karena meninggalkan nya. Yang benar aja!' batin Daniel di buat bingung.
"Cepat jalan nya hubby! Ini panas sekali! Aku gerahhh, pengen di dalam ruang ber ac!" rengek Elis dengan manja.
"Sejak tadi aku sudah berjalan sayang!" bela Daniel.
Sementara sepanjang jalan menuju parkiran, tatapan pengunjung mall mengarah pada Daniel yang dengan setia menggendong Elis.
^^^"Pasangan yang romantis!"^^^
^^^Sweet banget sih cowok nya!"^^^
^^^"Pengen dong di gendong!" seru pengunjung mall lain nya.^^^
^^^"Apaan itu! Gak malu apa main gendong gendongan di tempat umum? Kaya gak ada tempat lain aja! Pasangan gak punya malu!" cibiran wanita yang iri.^^^
^^^"Ciyuuuut banget, itu tas bisa ada di leher si ganteng!"^^^
^^^"Sayang, aku mau kaya gitu kalo udah nikah nanti!" rengekan pengunjung wanita pada kekasih nya.^^^
Dan masih banyak lagi.
Elis membuka pintu mobil, membiarkan Daniel mendudukan tubuh nya di kursi samping kemudi.
Sementara harumanis yang Elis makan, sudah habis tepat sebelom mereka memasuki mobil.
Daniel melirik Elis yang memainkan benda pipih nya.
__ADS_1
"Sejak kapan hape mu ada bersama dengan mu, sayang? Seingat ku tadi kan ada di dalam tas mu!" tanya Daniel dengan tangan nya yang sibuk mengenakan Elis sabuk pengamannn.
"Ehem, benda ini tadi emang ada di leher mu, tapi sekarang ada di tangan ku hehehe!" Elis terkikik geli, melihat wajah Daniel yang tampak bingung.
"Sudah jalan kan mobil nya! Banyak mikir nih ya orang!" sungut Elis dengan bibir mengerucut, ekor mata melirik Daniel.
"Tapi bisa kan sayang, kamu jangan ulangi hal bodohhh seperti tadi!" tanya Daniel, menatap Elis dengan serius, sementara ke dua tangan nya sudah berada di setir kemudi.
Deg.
'Apa Daniel bilang? Hal bodohhh? Jadi Daniel mengatai ku wanita bodohhh? Benar begitu?' untuk sesaat Elis tampak berfikir, dengan bibir komat kamit tanpa mengeluarkan suara.
"Kau bilang aku apa? Katakan sekali lagi?" tanya Elis dengan tatapan tajam, seolah menuntut Daniel untuk menjawab nya.
"Aku bilang jangan ulangi hal bodohhh seperti tadi. Apa kamu gak merasa kamu bertindak bodohhh! Meninggalkan restoran di saat aku tengah membayar, aku mencari mu! Aku melihat mu dekat pria lain, siapa yang akan suka! Aku sangat tidak menyukai nya!" sungut Daniel, mengeluarkan perasaan jengkel nya pada Elis.
Prang.
"Kamu jahat!" seru Elis dengan marah.
Elis melemparkan benda pipih yang ada di tangan nya, hingga mengenai dasboard mobil.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Daniel dengan wajah panik, saat melihat Elis melepasss sabuk pengamannn nya. Sementara mobil belum juga Daniel lajukan.
Bersambung...
...💖💖💖...
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...