
...💖💖💖...
Daniel menyunggingkan senyumnya, rupanya dia belum terlelap, hanya pura pura tidur!
"Kamu kenapa lagi, sayang?" tanya Daniel.
Elis tetap diam seribu bahasa, malas untuk menjawab pertanyaan Daniel.
"Aku mau ke luar, lari pagi. Apa kau mau ikut?" tanya Daniel dengan melangkah mengambil sepatu olahraga nya.
Elis yang memang tidak bisa bangun pagi, akhir nya malah tertidur pulas.
Daniel merenggang kan ke dua tangan nya, melakukan pemanasan dengan berlari kecil di tempat, tatapan nya kini mengarah pada sosok wanita yang berada di atas tempat tidur, sosok yang tidak lain adalah Elis, wanita yang sangat di cintai nya.
"Cepat sekali tidur nya!" Daniel mengelusss pucuk kepala Elis dengan kasih sayang lalu mendaratkan kecupan yang cukup lama.
"Aku lari pagi dulu ya sayang! Mimpi kan aku!" gumam Daniel sebelum meninggalkan Elis di kamar seorang diri.
Daniel melangkah menuruni anak tangga dengan bersenandung kecil, suara nya memang gak bagus bagus amat. Berbanding terbalik dengan wajah nya yang tampan rupawan.
"Mbok, tolong buatkan segelas susu putih panas untuk istri saya ya! Letakkan di kamar!" titah Daniel sambil membuka lemari pendingin.
"Aihsss si aden pasti mau lari pagi ya? Keliling kampung?" tebak si mbok dengan menatap kagum majikan nya, udah lama gak liet si aden, makin kasep bae ey, udah cantik pisan lah itu mah si eneng. Emang pantes teh kalian berdua, pasangan yang serasi.
Tangan Daniel terulur mengambil botol mineral dari dalam lemari pendingin, lalu meminum nya dari bibir botol.
__ADS_1
"Mana Non gelis, Den?" tanya si mbok yang belum juga melihat Elis.
"Masih tidur, mbok! Saya jalan dulu ya mbok! Inget pesen saya! Susu putih panas!" Daniel mengingatkan kembali si mbok.
"Beres Den!" si mbok mengacungkan jempol kanan nya ke depan, dengan senyum merekah.
Bugh.
Cici yang tidak memperhatikan jalan saat akan masuk ke dalam rumah, malah menubruk dada bidang Daniel yang hendak melangkah ke luar rumah.
"Awwhhh, aisss sakit pisan ini teh!" pekik dan rintihan Cici nyaring dengan mengelusss kening nya.
"Maka nya kalo jalan pake mata!" cicit Daniel dengan melangkah ke luar, sambil berlari kecil.
"Akang sendiri aja?" teriak Cici.
Dengan wajah senang cici melompat girang. Ini mah aku bisa berduan atuh sama akang Daniel, tanpa di usik ama demit kota, ahahahha.
Cici mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam rumah. Ia langsung mengambil langkah seribu, menyusul Daniel yang sudah lari lebih dulu.
"Akaaaaang! Tunggu eneng atuh! Eneng Cici kan juga mau nemenin akang." ujar Cici dengan berlari, berusaha mengejar Daniel.
Jadi lah Cici yang menemani Daniel sepanjang lari pagi, dengan tatapan penuh tanya, iri, dan kagum.
'Saha itu, kasep pisan muka nya.' tanya si ibu yang tengah menyapu halaman rumah nya.
__ADS_1
'Pagi pagi gini udah di kasih liet yang bening bening, mimpi apa tah!' ujar si ibu yang baru kembali dari warung, dengan tangan kanan nya menenteng belanjaan.
'Eleh Cici, siapa itu teh? Kasep pisan!' tanya si ibu yang sedang mencuci baju di kali.
"Pacar Cici atuh, bu! Kan jalan sama Cici!" ucap Cici dengan bangga, terus berlari mengikuti langkah Daniel.
'Jalan dari mana, Ci? Kamu itu tuh lagi lari pagi!' ralat si ibu yang kini tersenyum pada pria yang tidak ia kenal.
"Eh iya ya, aku teh lagi lari ahaha, jadi lupa saya tuh." ucap Cici dengan menepuk kening nya.
Bugh.
"Awwwhhh."
"Ahahaha! Maka nya atuh kalo lari ya lihat jalan!"
Tawa pecah dari beberapa warga yang melihat Cici jatuh terjerembab di atas parid, dengan genangan air yang tampak keruh.
"Aggghhh akaaang! Bantuin Cici atuh!"
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...