Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Di depan umum


__ADS_3

...💖💖💖...


Dengan gemas Daniel mencubit punggung tangan Elis.


"Awwhhhh, sakit Daniel!" rintih Elis, mengelusss punggung tangan nya yang di cubit, dengan bibir mengerucut.


"Itu bukti, jika kau tidak sedang dalam keadaan bermimpi, sayang!" ujar Daniel di telinga Elis, membawa wanita itu dalam pelukan nya.


Daniel melepasss jas yang tengah ia kenakan, menyampirkan pada punggung Elis.


"Kita pulang ya! Gak baik lama lama di sini, apa lagi angin nya juga udah mulai kencang." bujuk Daniel dengan merangkul bahu Elis.


Ke dua nya berjalan ke arah mobil yang di parkir Daniel. Dengan pikiran Elis yang masih di penuhi tanda tanya.


'Jika aku ini benar hamil, kenapa aku gak mual ya? Yang aku tahu kan kalo wanita hamil itu pasti mual di kehamilan awal. Sedangkan aku biasa aja, mual gak, pusing juga gak, hal aneh pun juga gak, apa mungkin Zee salah ya? Atau aku perlu tes lagi deh.' pikir Elis, yang ingin melakukan tes urineee ulang di rumah.


Daniel membukakan pintu mobil untuk Elis, memasang kan sabuk pengaman pada tubuh sang istri.


"Sayang, boleh kita mampir sebentar ke apotik!" pinta Elis, dengan pandangan dan jemari yang fokus pada layar benda pipih nya.


"Apa ada yang ingin kau beli, sayang?" tanya Daniel dengan melirik Elis.


'Apa yang sedang Elis lakukan pada aplikasi itu? Sebenar nya apa yang sedang Elis cari?' batin Daniel dengan melirik pada layar benda pipih Elis.


"Aku ingin melakukan tes ulang, aku belum yakin jika tes yang aku lakukan di rumah sakit itu hasil nya benar, atau bisa aja kan hasil nya tadi itu ngaur!" ujar Elis terus terang.


"Oke!" Daniel mengiyakan tanpa membantah.


Daniel tersenyum di belakang setir kemudi nya. 'Wajar jika kamu masih meragukan hasil nya, sayang... tapi aku cukup puas dengan hasil nya. Ternyata usaha ku selama ini tidak sia sia. Menukar pil pencegah kehamilan dengan vitamin, dan obat penyuburrr. Susu yang acap kali kamu minum pun, cukup terbilang manjur untuk merangsanggg. Jalan yang akan membawa ku pada rumah tangga kita yang utuh tanpa ada perpisahan.'


"Lo ko kita malah ke sini?" tanya Elis dengan tatapan penuh tanya.


"Sekalian kita belanja bahan makanan, cemilan, dan susu hamil." terang Daniel yang memarkirkan mobilnya di basman mall.

__ADS_1


"Ihs, aku kan perlu memastikan... apa aku ini beneran hamil, atau hasil yang Zee berikan itu yang ngaur." gerutu Elis dengan bibir yang mengerucut.


"Dokter tidak salah sayang dengan hasil nya, eh kamu dan dokter Zee kenal di mana? Kalian tampak akrab?" tanya Daniel, dengan jemari menggenggammm erat jemari Elis.


"Ihs kamu ini, masa gak ingat sama anak perempuan yang selalu kamu bela saat di bully teman lain nya. Anak itu sekarang menjelma jadi dokter, inget gak?" ujar Elis dengan sedikit melotot.


"Aku gak inget, yang aku inget ya cuma kamu! Wanita paling berharga dalam hidup ku!" terang Daniel, dengan menatap lekat mata indah Elis yang mengadahkan wajah nya.


"Uluuuh uluuuh, suami siapa ini... udah pandai sekali menggombal!" ledek Elis dengan suara manja, mengedip ngedipkan ke dua mata nya, dengan senyum merekah.


"Aku berkata jujur, sayang. Kau satu satu nya wanita paling berharga dalam hidup ku! Love you honey!" tanpa sungkan, Daniel merekatttkan tangan nya di pinggang Elis, mengecup bibir Elis saat ke dua nya menaiki eskalator.


Cup.


"Gak malu hem? Kau berani mencium ku di depan umum?" tanya Elis, dengan nada suara menggoda di telinga Daniel, jemari Elis bergerak nakal menyusuri dada Daniel.


"Untuk apa aku malu? Aku mengecup bibir manis istri ku, tidak ada yang bisa mencegah ku. Sekali pun itu papa!" terang Daniel.


Kini ke dua nya berjalan ke arah supermarket, dengan Daniel yang enggan melepaskan tangan nya dari pinggang Elis.


Sementara Elis, tidak mendengar kan tawaran dari pria yang berada di sisi nya. Fokus nya Elis kini teralihkan, dengan sulit Elis menelan saliva nya. Saat tatapan nya mengarah pada anak kecil berkuncir dua, tengah menjilattt es krim di tangan kanan nya.


"Sayang!" seru Daniel dengan menatap Elis.


Seketika kening Daniel mengerut, mengikuti arah tatapan Elis.


"Kau ingin makan es krim?" tanya Daniel, dengan hembusan nafas mint di telinga Elis.


"Enak banget es krim nya! Mau!" rengek Elis dengan tatapan berbinar, menggit bibir bawah nya, karena sudah membayangkan betapa manis dan dingin nya es krim yang melumer di dalam mulut nya.


Elis mengaduh kesakitan, saat Daniel mencapit hidung nya di antara jari telunjuk dan jari tengah nya.


"Awwwwwww sakit Daniel! Apa salah ku?" rengek Elis, dengan menatap Daniel yang tengah tersenyum ke arah nya.

__ADS_1


"Salah mu yang tidak memperhatikan ku saat bicara, aku dari tadi berbicara panjang kali lebar. Tapi kau mengacuhkan ku, sayang!" ujar Daniel dengan dada yang naik turun, menahan kesal yang menguras kesabaran nya.


"Kau bicara apa? Tapi aku mau itu! Bisa kan kita membeli nya dulu! Aku menginginkan nya!" rengek Elis, dengan jari telunjuk menunjuk ke arah anak kecil yang sejak tadi menjadi perhatian nya.


"Mau itu?" tanya Daniel dengan tatapan yang mengikuti arah yang di tunjuk Elis.


"Tadi aku juga menawarkan mu itu! Menawarkan mu makan malam. Tapi kau mengacuhkan ku, sayang!" jelas Daniel, dengan mencubit gemas dagu Elis.


"Benarkah?" tanya Elis dengan mata berbinar.


Daniel mengaggukkan kepala nya dengan cepat.


Grap.


Elis memeluk Daniel dengan erat saking senang nya. "Terima kasih sayang ku! Ayo kita beli es krim!"


Elis berjalan dengan semangat, menuntut jemari Daniel, ke arah restoran yang menjual es krim dan ayam tepung kranci.


Ke dua nya menikmati makanan yang sudah mereka pesan, dengan lahap Elis menyantap makan malam nya. Sesekali Daniel menyuapi nya.


"Pelan pelan sayang, ayam mu tidak akan lari. Aku juga tidak akan merebut ayam goreng tepung mu!" jelas Daniel.


"Tapi ini enak sayang!" ujar Elis.


Daniel mengarahkan sedotan ke depan bibir Elis. "Jagan lupa minum!" cicit Daniel.


"Daniel! Kamu benar Daniel kan? Astagaaa, gak nyangka lo aku, kita bisa ketemu di sini!" ucap seorang wanita berparas ayu, berdiri di samping Daniel dengan tatapan berbinar.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2