
...💖💖💖...
"Kita pulang?" tanya Daniel, menatap Elis dengan kepuasannn. Sudah mengajak Elis bermain di taman.
"Apa? Pulang? Ini baru jam berapa hubby! Aku gak mau pulang." Elis menolak Daniel untuk pulang.
"Tapi sayang, besok kita masih bisa kembali. Mau ya! Kita pulang sekarang." bujuk Daniel dengan tatapan meyakinkan.
"Tapi aku ingin melihat langit berubah warna oranye." ucap Elis dengan suara bergetar, mata berembun.
Daniel mendorong ayunan yang di duduki Elis. "Aku janji sayang, besok kita kembali lagi ke tempat ini. Wanita hamil, gak baik masih berada di luar rumah. Kita pulang ya!" bujuk Daniel dengan lembut, mencoba membuat Elis mengerti.
Elis mengerucutkan bibir nya. "Kata siapa wanita hamil gak boleh berada di luar rumah saat Maghrib?" tanya Elis penasaran.
"Kata almarhumah mama." jawab Daniel.
Elis menepakkan ke dua kaki nya di tanah.
"Kenapa?" tanya Daniel, melihat Elis menahannn pergerakan ayunan dekat ke dua kaki yang menepak di atas lantai.
"Kita pulang!" seru Elis singkat, langsung beranjak dari ayunan, melangkah dengan santai.
Daniel mengerutkan kening nya, ada rasa senang bersama dengan bingung yang datang secara bergantian. Dengan menatap punggung Elis yang berjalan semakin menjauh dari nya.
"Cepat sekali berubah pikiran nya!" gumam Daniel pelan.
"Apa hubby mengatakan sesuatu? Mau bermalam di sini ya?" tanya Elis, yang menoleh sesaat ke arah Daniel yang masih terpaku di tempat nya.
__ADS_1
"Apa? Yang benar saja? Siapa juga yang mau bermalam. Ayo kita pulang." Daniel mempercepat langkah kaki nya.
Grap.
Daniel merangkul bahu Elis, lalu bibir nya mengecup puncak kepala Elis.
'Sore sore gini enak makan es krim.' batin Elis dengan menelan saliva nya dengan sulit.
"Apa kamu suka tempat ini sayang?" tanya Daniel.
Bukan nya menjawab, Elis malah berseru. "Hubby!" seru Elis dengan ragu.
"Iya?" tanya Daniel dengan mantap.
'Apa lagi sekarang yang Elis inginkan? Aku harap bukan hal aneh lagi! Mana ini sudah sore, gimana kalo dia ingin makanan yang aneh, harus cari ke mana aku?' batin Daniel menimbang nimbang.
"Mampir ke mana lagi? Apa yang kamu inginkan, sayang?" tanya Daniel.
"Pasar yuk!" seru Elis.
"Apa? Pasar?" tanya Daniel ragu dengan permintaan Elis.
"Aku mau es krim." ucap Elis dengan menduselll wajah nya pada lengan Daniel.
"Oke." Daniel mengelusss kepala Elis.
Daniel membuang nafas nya kasar. 'Menggemaskan sekali, aku pikir minta apa ke pasar di jam begini.' batin Daniel merasa lega.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mengabulkan keinginan ku, kamu gak nolak untuk kita ke pasar kan?" tanya Elis.
"Untuk istri ku, tidur di atas pohon pun aku rela jika kamu yang meminta." goda Daniel.
"Boleh juga tuh ide mu hubby hehehe, kapan ya kamu tidur di atap rumah?" tanya Elis dengan tatapan menyelidik.
"A- apa?" Daniel membola dan terperangah.
Beberapa bulan kemudian.
Perut Elis semakin membesar, kehamilan nya sudah tidak lagi bermasalah. Hanya saja keinginan Elis semakin membuat Daniel kerap kali menguruttt dada.
Pagi yang cerah, menyambut Daniel dengan di iringi suara nyaring Elis yang membengkakkk kan telinga Daniel.
"Aaaakkkkkkkkkkk hubby! Cepat bangun! Hubbyyyyyyy!" teriak Elis dengan kencang.
Bugh.
"Awwwwwhhhh ada apa sayang?"
Bersambung...
...💖💖💖...
Like dan komen nya napa 🥺
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭
__ADS_1