
...💖💖💖...
"Aku sedang berpamitan pada sahabat ku, apa perlu aku berpamitan juga dengan mu?" tanya dokter Zee, dengan berlenggang berjalan ke arah Daniel berada.
'Untung saja, aku menyadari ada yang tidak beres dengan kamar ini!' batin dokter Zee, berjalan dengan tenang.
Daniel melewati Zee begitu saja, berjalan dengan langkah lebar ke arah dokter Zee tadi duduk.
"Cihhhss sombong sekali! Kalo begitu, aku pamit Tuan Daniel! Jangan sungkan untuk menghubungi ku, jika kau membutuhkan bantuan ku!" ucap dokter Zee, tanpa menoleh ke belakang. Meraih tas yang ada di sofa dekat pintu utama kamar tamu.
Daniel menyeringai, setelah menemukan apa yang ia temukan. Telapak tangan Daniel meraba kolong kasur bagian Elis berbaring.
"Tunggu dokter Zee, kau meninggalkan sesuatu!" Daniel menatap punggung dokter Zee, yang terpaksa menghentikan langkah kaki dokter muda itu.
"Aku tidak me---"
Dokter Zee tidak melanjutkan perkataan nya, lidah nya seakan kelu dengan ke dua mata yang membola, mendapati apa yang di temukan Daniel.
Dokter Zee menelan saliva nya dengan sulit. 'Sialll, bagaimana mungkin Daniel bisa tau aku menyembunyikan itu, aku harus alasan apa saat ini?'
Daniel tersenyum puas, melihat wajah panik dokter Zee. 'Jangan kau pikir aku tidak tau, apa yang kau rencanakan pada hubungan ku dan Elis, dokter Zee!'
__ADS_1
Daniel melangkah maju ke arah dokter Zee berpijak, dengan memperlihatkan benda kecil yang ada di telapak tangan kanan nya.
"I- itu apa Tu- Tuan Daniel?" tanya dokter Zee, dengan berusaha berkilah, menyangkal benda yang di perlihatkan Daniel, itu yg ada di pikiran nya.
Daniel mengerutkan kening nya. "Yakin kau tidak mengenali benda ini dokter Zee? Bukan kah benda ini berasal dari mu, dokter Zee!" tanya penuh selidik Daniel, dengan suara penuh penekanan.
Dokter Zee melangkah mundur, saat Daniel semakin dekat jarak nya dengan diri nya.
Dokter Zee menggelengkan kepalanya. "A- aku sungguh ti- tidak mengerti dengan apa yang kau katakan Tuan Daniel! A- aku tidak tau itu benda apa, aku baru melihat nya!" bohong dokter Zee, meremasss ke dua tangan nya sendiri tanpa sadar.
Bugh.
Punggung dokter Zee membentur dinding, 'Sialll, kenapa harus terpojok! Aku tidak mungkin mengakui nya, yang ada aku mati di tangan Wiliam. Belum lagi... nyawa keluarga ku yang berada dalam bahaya, jika sampai Wiliam mengetahui hal ini.'
"Aku bisa memberikan lebih dari yang Wiliam janjikan pada mu! Hanya satu pinta ku, berpura pura lah di depan Wiliam, seolah kau tidak menghianati nya!" ucap Daniel dengan seringai di bibir nya.
Dokter Zee membola. "Kau?"
"Selama kau berpura pura, aku akan mengurus keluarga mu, mengirim keluarga mu ke tempat aman. Apa kau pikir, Wiliam akan mempercayai mu, membebaskan mu setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan dari mu?" cecar Daniel, memberikan penawaran untuk dokter Zee.
"A- aku..." entah kenapa keraguan kini menggelayuti hati dan perasaan dokter Zee.
__ADS_1
"Ketahui lah dokter Zee, wanita yang menjadi suruhan Wiliam, tidak akan bisa lolos dari nya dengan mudah... mereka akan berakhir di rumah sakit waras, setelah mengalami kekerasan seksualll." ucap Daniel datar, melihat gurat keraguan di mata dokter Zee.
"Ma- maksud mu? Ru- rumah sakit waras?" tanya dokter Zee, setelah bergidik ngeri mendengar perkataan Daniel.
"Rumah sakit yang menampung dan merawat orang orang yang terganggu mental nya. Kau jauh lebih mengerti maksud ku, dokter Zee!" jelas Daniel.
"Elis!" seru dokter Zee, saat tatapan mata nya, menangkap pergerakan jemari Elis yang bergerak.
Daniel membiarkan dokter Zee kembali mendekati Elis, menatap ke dua nya dengan tajam.
'Aku tidak bisa membiarkan Elis hanya bersama dengan dokter Zee, entah apa yang akan di katakan dokter ini! Bisa saja... dia kembali menghasut Elis untuk meninggal kan ku!' batin Daniel, dengan tangan mengepal.
"Elis! Kita ketemu lagi! Kau wanita bodohhh! Membahayakan ke dua nyawa! Kau gak sayang dengan nyawa calon bayi mu? Tidak sayang dengan papa Brian?" omel dokter Zee, dengan bibir mengerucut, duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur Elis.
"Sejak kapan kau di sini?" tanya Elis dengan suara lemah.
...💖💖💖...
Bersambung...
Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...