
...💖💖💖...
"Bagaimana cara nya aku minum, sayang! Bantu aku!" Daniel memainkan alis nya naik turun.
Elis membuang nafas nya dengan kasar, sabar Elis, sabar.
Sreek.
Dengan sengaja Daniel menarik lengan Elis, membuat Elis ikut tertarik ke arah nya.
"Katakan kalo kau cemburu! Tidak serius dengan perkataan mu!" cicit Daniel, menatap Elis dengan nakal.
"Minum dulu, gak usah banyak tanya!" ketus Elis.
Tangan kiri Elis menyanggah punggung Daniel, sementara tangan kanan nya mengarahkan botol minum mineral ke depan Daniel, hingga ujung sedotan menempel di bibir Daniel dan membiarkan Daniel meminum nya.
Elis memutar bola mata nya dengan malas. Daniel ini menyebalkan, bisa bisa nya dia memanfaatkan suster tadi untuk mempermainkan ku! Harus nya tadi aku biarkan aja suster mengambilkan nya minum, dasar bodohhh Elis! Sekarang kau jadi ikut tertular bodohh nya Daniel kan!
Elis membiarkan Daniel istirahat di atas ranjang rawat, dengan ke dua mata yang terpejam, tampak tenang.
"Huh bisa anteng juga dia!" Elis membuang nafas lega, membaca novel online lewat hape nya. Dengan duduk bersandar di sebuah sofa yang tidak jauh dari ranjang rawat.
Namun ketenangan itu hanya sesaat, setelah 10 menit kemudian. Daniel membuka ke dua mata nya, mencari cari keberadaan Elis.
Daniel menarik sudut bibir nya, mendapati keberadaan Elis yang tampak anteng di sofa dengan menatap layar hape nya, apa yang sedang ia lakukan dengan hape itu ya?
"Ehem ehem, serius amat... hingga tidak menyadari aku yang sudah tidak lagi tidur! Bantu aku!" Daniel merentangkan ke dua tangan nya ke depan.
Elis menoleh ke arah Daniel, dengan senyum yang di paksakan. Namun senyum nya langsung hilang saat Daniel menyeringai.
"Mau apa lagi? Cepet banget sih, udah bangun lagi aja! Ngomong aja Daniel, apa yang kau butuhkan... tidak perlu lah meninggalkan tempat tidur!" ucap Elis dengan ketus.
Elis menelan saliva nya, meletakkan hape nya di atas sofa yang tadi ia duduki. Ke dua kaki nya melangkah menghampiri Daniel dengan malas. Gue nyium aroma gak enak nih! Apa lagi yang bakal Daniel lakuin!
"Aku butuh ke kamar kecil! Aku kebelet, sayang! Aku ingin buang air besar! Yakin kau akan membiarkan aku melakukan nya di atas tempat tidur hem?" ledek Daniel dengan tatapan yang penuh arti.
__ADS_1
"Ihsss kenapa harus sekarang sih! Pengen banget emang nya? Gak bisa gitu kalo di tahan sebentar lagi?" kilah Elis.
Elis menatap Daniel dengan horor. Bujuk busrakkk, beneran mau buwng air besar nih Daniel? Anjimmm, pasti bau kan, gue kudu nganter dia ke toilet gitu? Aaaaaa tidak.
Daniel menggelengkan kepala nya dengan cepat. "Ini sudah di ujung tanduk, sayang!"
Elis membantu Daniel turun dari atas ranjang rawat, dengan memapah tubuh besar Daniel.
"Pelan pelan!" ucap Elis dengan memapah tubuh Daniel dengan tubuh nya yang kecil dan pendek, berjalan dengan perlahan, menuju kamar kecil yang ada di dalam kamar ruang rawat VVIP, ruang rawat yang di tempati Daniel saat ini.
"Apa aku berat?" tanya Daniel dengan menatap lekat wajah Elis, sementara tangan kanan nya membawa kantong cairan infus.
"Gak usah di jawab, pasti juga kamu udah tau jawaban nya kan!" ucap Elis dengan ketus.
"Kau masuk lah, aku akan menunggu di luar, jika sudah selesai... panggil aku!" pesan Elis, hendak melangkah ke luar.
Grap.
Lagi lagi langkah Elis tertahan, dengan Daniel yang menggenggam pergelangan tangan Elis.
"Bantu aku membuka nya! Aku tidak punya tenaga untuk membuka nya!" Daniel menunjuk celana nya dengan pandangan nya.
Elis menggaruk kepala nya dengan frustasi. "Astaga Daniel! Segitu aja gak bisa nerunin sendiri?" dengan tatapan Elis yang sulit di percaya.
"Ayo lah sayang, aku ini suami mu! Kau lupa, aku seperti ini juga karena mu! Karena mie ramen pedas mu!" pinta Daniel dengan sedikit memaksa.
Dengan seenak nya Daniel melempar kesalahan nya pada Elis. Yang sudah jelas itu kesalahan nya sendiri, nekat menghabisi mie ramen pedas milik Elis.
Elis menganga, tidak habis pikir dengan apa yang baru ia dengar. Mencerna setiap kata yang di ucapkan Daniel barusan.
Elis melangkah masuk dengan mata dan ucapan yang berapi api. Membuat Daniel melangkah mundur.
"Apa kau bilang? Itu salah ku? Kau lupa, aku sudah mengatakan pada mu, itu pedas! Kau aja ya nekat menghabisi nya! Dasar Daniel, seenak nya kau lempar batu sembunyi tangan!"
"Sayang, dengarkan aku dulu... a- apa yang aku katakan itu benar kan!" seperti nya aku salah bicara, aku sudah membangunkan kucing anggora yang senantiasa tenang, Elis beneran marah ini.
__ADS_1
"Benar kepala mu?" ucap Elis dengan penuh penekanan, ke dua mata nya melotot tajam, seakan siap menguliti siapa saja yang ada di hadapan nya.
Bugh.
Kaki Daniel membentur wc duduk, tidak lagi memungkinkan diri nya untuk melangkah mundur lagi. Sementara Elis, semakin dekat dengan Daniel.
"Maaf sayang, a- aku a- aku hanya bercanda!" Daniel mengalah untuk cari aman dari amukan kucing anggora.
Sialll, apa yang akan Elis lakukan! Dia tidak akan mungkin menendang, menyakiti aset berharga ku kan?
"Bercanda kau bilang? Kau merusak hari ku Daniel! Kau sudah mengusik tidur ku! Kau bahkan tidak membiarkan aku menonton drakor kesukaan ku! Sekarang kau menyalahkan aku atas apa yang terjadi pada kyaaaaa!"
Sreek.
Elis tidak lagi melanjutkan kata kata nya yang penuh emosi, ia jatuh terduduk di atas tubuh Daniel, saat tangan besar Daniel menarik nya. Sementara Daniel terduduk di atas closed.
"Kau!" pekik Elis dengan wajah yang tanpa jarak dengan Daniel.
"Apa sayang!" tangan Daniel bergerak nakal, ia menelusupkan tangan nya di balik atasan yang di kenakan Elis.
"Jangan macam macam Daniel!" Elis menggeliettt, saat sentuhan hangat ia rasakan di punggung nya, sentuhan hangat dari telapak tangan Daniel.
Preet.
"Awwhhh!" pekik Elis.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1