Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Sama saja


__ADS_3

[ "Papa baik, ada apa dengan kamu nak? Kamu sakit? Apa Elis merawat mu dengan baik?" ] cecar Brian, saat melihat baju yang di kenakan Daniel, baju seorang pasien.


"Oh ini, hanya salah makan aja pah. Elis putri papa itu sangat sangat merawat ku dengan baik pah, melebihi seorang suster, sangat mengutakan ku." ucap Daniel dengan menyunggingkan senyum pada Elis, orang yang tengah menjadi pembicaraan ke dua nya.


Elis hanya memanyunkan bibir nya, menggerak gerakkan bibir nya ke kiri dan ke kanan, seolah meledek Daniel.


Dasar pria penjilat, bilang aja lagi cari muka di depan papa ku! gerutu Elis.


[ "Jika Elis tidak merawat mu dengan baik, bilang papa ya! Biar papa yang tegur anak manja itu, jika perlu... akan papa marahi anak itu. Harus ingat jika dia sekarang seorang istri, bukan lagi hanya menjadi putri papa." ]


"Tenang aja pah! Semua masih bisa aku kendalikan. Oh iya, papa menelpon ada apa ya, pah? Apa ada hal penting yang harus di sampaikan?"


[ "Jadi begini nak, papa mau tanya... bagaimana malam pertama kalian? Kau berhasil bukan, membobol pertahanan putri papa? Kalian main berapa ronde? Apa papa akan mendengar kabar baik, setelah kalian pulang dari bulan madu?" ]


Papa Brian dan papa Devano sama saja, sama sama dengan gamblang nya bertanya prihal yang sangat pribadi untuk putra dan putri nya. Dengan mudah nya lidah mereka bertanya tanpa malu, mulut pria yang tidak lagi muda di usia nya namun wajah ke dua nya masih tampak awet muda, sama sama tidak punya filter dalam soal bertanya.


Daniel menelan saliva nya dengan sulit, ia mendapat tatapan yang tajam dari Elis, dengan kepala Elis yang menggeleng. Elis menggigit bibir bawah nya.


Astagaaa Elis, jangan memancing ku, bibir yang merekah saja sudah menggoda, dan sekarang kau perlihatkan bibir mu yang kau gigit bibir bawah nya. Membuat ku semakin tertantang untuk mengecap nya, sayang jika di lewatkan! omel Daniel dengan tatapan mendamba.


"Awas aja jika sampai kau berani bilang, sudah berkali kali menyerang ku dengan senjata mu! Abis kau!" omel Elis dengan suara pelan, mata melotot tajam.


"Berdo'a lah pah, biar aku dan Elis, memberikan kabar baik setelah pulang bulan madu... aku minta waktu bulan madu kami di tambah ya, pah! Biar kami punya lebih banyak waktu untuk buat adonan hehehe!" ledek Daniel dengan terkekeh, namun ada keseriusan yang tersirat di mata nya.


[ "Oke, papa kasih kalian waktu honeymoon 2 minggu. Papa rasa itu cukup untuk kalian berlibur sambil membuat adonan. Cetak lah anak anak yang lucu dan menggemaskan untuk papa!" ]


"Siap pah, terimakasih ya pah atas waktu untuk kami berlibur." ucap Daniel, menampikan senyum kemenangan.


Sreek.


Elis merebut hape nya dari tangan Daniel. Memperlihatkan wajah nya yang tampak tidak senang dengan keputusan yang di sepakati oleh sang papa dan sang suami.

__ADS_1


"Gak bisa gitu pah! Poko nya aku dan Daniel di sini hanya beberapa hari lagi, tidak lebih dari 3 hari. Setelah Daniel sembuah, aku akan kembali ke Jakarta." ucap Elis dengan tegas dan langsung memutuskan sambungan telepon nya.


"Kenapa kau tidak mengatakan saja yang sebenar nya pada papa? Aku mana mau merawat mu!" cibir Elis, memutar malas ke dua mata nya.


Daniel meraih dan menggenggammm jemari Elis. "Karena aku mencintai mu, apa pun yang kau lakukan pada ku, baik itu hal baik atau buruk sekali pun... aku anggap itu bukti cinta mu pada ku!"


Cup.


Daniel mengecup jemari Elis, membuat Elis memunculkan semburat merah di ke dua pipi nya.


"Jangan coba merayu ku! Sampai kapan pun, hati ku bukan milik mu!" Elis beranjak dari duduk nya, melepaskan jemari nya dari genggamannn Daniel.


Sreeek.


Di saat Elis beranjak, tangan besar Daniel menggenggammm jemari Elis, menahan langkah kaki wanita yang berstatus kan istri nya dan menarik nya. Membuat Elis berbalik dan jatuh di atas dada bidang Daniel.


Bugh.


"Aku sangat mencintai mu, bisa kan jika kita mencoba nya! Meski aku tau hasil nya akan mengecewakan ku, tapi aku akan mencoba mengalahkan keras nya hati mu, hingga kau bisa menerima ku dalam hati mu meski secuil!" ucap Daniel dengan penuh harap.


Elis memaksa untuk beranjak. "Terserah kau saja, dan jangan marah jika kau harus kecewa karena ku!" Elis meninggalkan Daniel.


Elis merebahkan kembali tubuh nya di sofa, sesekali melirik ke arah Daniel. Dengan perasaan bersalah.


"Mencoba menjalanin nya, mencoba menerima nya... wah wah wah, mana mungkin aku bisa melakukan nya. Hati ku sudah terlanjur kecewa dengan yang nama nya cinta." gumam Elis dengan suara pelan.


"Apa kau mengatakan sesuatu, sayang?" tanya Daniel, mengadahkan wajah nya ke arah Elis.


Ihs, denger sekali indra pendengaran nya! umpat Elis.


"Aku tidak mengatakan apa apa sayang! Kau saja yang terlalu perasa." gerutu Elis.

__ADS_1


"Gitu ya!" ujar Daniel.


3 jam sudah berlalu, Daniel tampak pulas di atas ranjang rawat pasien. Sementara Elis, tidak bisa tidur karena bau nya obat di dalam kamar yang di huni Daniel.


"Cepat lah sembuh Daniel! Aku bosan di rumah sakit!" gerutu Elis.


Ceklek.


"Hai Nona, apa Daniel belum juga bangun? Apa perlu aku temani kau untuk mengobro" tawar dokter Herman, mengayunkan langkah kaki nya ke kamar rawat sang sahabat.


"Hemmm seperti yang kau lihat dokter, menurut dokter... kapan kira kira aku bisa membawa Daniel meninggalkan rumah sakit?" tanya Elis, ia duduk menyandar di sofa. Sepasang mata indah nya mengikuti pergerakan dokter muda yang tidak kalah tampan dari Daniel sang suami.


Dokter Herman mengecek pergelangan tangan Daniel, menghitung denyut nadi nya.


"Kita lihat besok ya Nona, jika besok keadaan nya semakin membaik, dan hasil tes laboratorium darah nya juga tidak terjadi masalah, besar kemungkinan kau bisa kembawa nya meninggalkan rumah." ucap dokter Herman.


Elis membuang nafas lega. "Mudah mudahan saja, besok Daniel benar benar bisa pulang, kondisi tubuh nya pulih."


Herman menoleh ke arah Elis dengan tatapan yang dalam, ada rasa kecewa saat ia melihat nya. Coba Tuhan mempertemukan aku dengan Elis sejak lama. Dan sayang nya, aku bertemu dengan nya di saat Elis kini menjadi istri dari sahabat ku sendiri!


Daniel membuka ke dua mata nya, mengikuti arah pandangan Herman.


"Ehem."


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2